Wednesday, August 17, 2022

Elok Luar Dalam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Berwarna elok dan bercitarasa enak keunggulan dua mangga baru.

Mangga albaara bercitarasa manis dan berwarna cerah.
Mangga albaara bercitarasa manis dan berwarna cerah.

Pohon mangga setinggi 10 m dan berbuah lebat membetot perhatian Said Albar. Buah tanaman yang tumbuh di Kelurahan Baturaja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, itu sangat kontras dengan warna daun yang hijau. “Mangga itu berwarna merah saat matang,” kata Said. Pada 1999 itu ia berkunjung ke Baturaja untuk menghadiri hajatan seorang kerabat.

Said lalu mampir ke rumah saudara yang memiliki mangga merah itu. Tuan rumah mengetahui Said kepincut Mangifera indica miliknya. Ia pun memetik beberapa buah masak dan menyajikannya kepada Said. Tidak hanya cantik bagian luarnya, “Mangga ini pun bercitarasa manis,” kata Said yang berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan. Sang empunya mengatakan mangga merah itu buah lokal di Baturaja.

Mirip irwin
Said menirukan ucapan pemilik pohon, “Tidak ada mangga seperti itu lagi di tempat itu.” Ia ingin memiliki bibit tanaman anggota famili Anacardiaceae itu. Sayangnya sang pemilik belum memperbanyak mangga itu. Atas izin tuan rumah Said memanjat pohon berumur 10 tahun itu dan mencangkok 2 batang. Tiga bulan berselang ia kembali ke Baturaja untuk mengambil cangkokan.

Pohon albaara milik Said Albar di Palembang, Sumatera Selatan.
Pohon albaara milik Said Albar di Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah menempuh perjalan pulang pergi Palembang-Baturaja selama 10 jam, Said pun menanam kedua cangkokan itu di samping rumah. Sayang setelah bibit 90 cm itu tertanam, Said kurang merawat mangga itu. “Mayoritas waktu saya tersita pada pekerjaan,” kata pensiunan Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sumatera Selatan, itu.

Pada Juni 2014 tanaman itu berbuah perdana. Artinya tanaman itu baru berbuah setelah 15 tahun pascatanam. Peneliti mangga di Kebun Percobaan Cukurgondang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Ir Karsinah MS, mengatakan 15 tahun waktu yang sangat lama bagi mangga hasil cangkokan untuk berbuah. “Lazimnya bibit mangga hasil cangkokan berbuah pada umur 3—4 tahun,” kata Karsinah.

Menurut Karsinah mangga yang baru berbuah belasan tahun bila ditanam dari biji. Bisa jadi lamanya mangga itu berbuah karena kurang perawatan. Said memang tidak memberikan pupuk apa pun selama 15 tahun itu. Saat mangga itu berbuah, Said girang bukan kepalang.

Mangga albaara bercitarasa manis dan berwarna cerah.
Mangga albaara bercitarasa manis dan berwarna cerah.

Said mengatakan mangga itu memiliki tiga warna yaitu hijau saat muda, merah muda menjelang masak, dan merah ketika matang. Bobot rata-rata mangga itu 200 g per buah. Saat mangga dibelah, tampak daging buah berwarna kuning dan lumayan tebal. “Citarasa mangga itu manis, wangi, dan berserat halus,” ucap Said.

Ia juga mengirimkan mangga miliknya kepada beberapa teman di salah satu grup media sosial. Tanggapan mereka beragam. Ada yang bilang mirip irwin. Said mengatakan antara mangga kepunyaannya dan irwin berbeda. “Irwin saat matang berwarna cenderung ungu, bentuk buah bulat, dan ada citarasa masam,” kata ayah 4 anak itu. Sementara mangga miliknya berbentuk agak lonjong, berwarna merah ketika masak, dan citarasanya manis. Said menganggap mangga itu berbeda dari semua jenis mangga yang ia kenal. Oleh karena itu ia menyebut mangga itu albaara yang berasal dari nama belakang Said.

Mangga edward asal Amerika Serikat bercitarasa manis dan berkelir kuning saat masak. Bobot rata-rata mangga edward 400 g.
Mangga edward asal Amerika Serikat bercitarasa manis dan berkelir kuning saat masak. Bobot rata-rata mangga edward 400 g.

Edward

Setelah berbuah perdana, Said mulai getol memupuk tanaman kerabat kemang itu. Setiap 3 bulan ia memberikan 2 sendok makan pupuk NPK. Kadang ia juga menyemprot bagian atas tanaman dengan pupuk organik cair sesuai dosis pada kemasan.

Sejatinya saat Said memanen buah perdana, di bagian lain tanaman itu pun tengah berbunga. Boleh di bilang buahnya susul menyusul. Empat bulan pascapanen perdana tanaman itu kembali berbunga. Penampilan dan kualitas buah perdana hingga ketiga pun relatif sama. Pemupukan rutin sukses besar.

Said Albar berencana mematenkan mangga albaara.
Said Albar berencana mematenkan mangga albaara.

Pada Desember 2015 tanaman itu berbuah lagi. Kali ini mango itu menghasilkan sekitar 200 buah. Said membagikan 20 kg mangga itu ke pelanggan rumah makan miliknya. Tetangga sekitar rumah Said mendapat 6 kg mangga. “Mereka suka mangga itu dan berminat menanamnya,” kata pria berumur 59 tahun itu.

Said mengirim sekitar 200 entres ke empat orang teman masing-masing berdomisili di Depok (Jawa Barat), Magelang (Jawa Tengah), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). “Tujuannya agar mangga itu tersebar di seluruh Indonesia,” kata pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu.

Mahdy atau yang terkenal dengan Jacks Manggo di dunia maya salah satu yang mendapat entres albaara. Jacks mengatakan,”Pertama kali saya mempromosikan mangga itu, peminatnya langsung banyak.” Hingga kini Jacks sudah menjual 250 bibit albaara setinggi 40—60 cm ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jambi, Jakarta, dan Timika. Itu bukti albaara diminati kolektor mangga tanahair. Said berencana mematenkan albaara.

Ahut F Hendarul mendatangkan edward dari Spanyol pada 2013.
Ahut F Hendarul mendatangkan edward dari Spanyol pada 2013.

Nun di Kota Malang, Jawa Timur, Ahut F Hendarul SAB AAAIK, memiliki mangga koleksi baru. “Namanya edward,” kata Arul, sapaan akrab Ahut F Hendarul. Ia tertarik mendatangkan mangga asli Amerika Serikat itu karena berwarna kuning dan bercitarasa manis. Mangga itu tidak berserat dan beraroma sedang. Bobot buah rata-rata 400 g, maksimal bisa 500 g. Edward tergolong genjah karena 2 tahun setelah di top working dengan aurumanis mulai berbuah.

Saat itu ia memanen sekitar 20 edward. Arul mengatakan produktivitas edward tergolong rendah. “Edward berbunga banyak, tapi sedikit yang menjadi buah,” kata pria kelahiran Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu. Selain itu turunan mangga hayden itu juga rentan terserang antraknos karena berkulit tipis. Arul mendatangkan edward dari kawan di Spanyol pada 2013. Ia mengenal edward saat menelusuri dunia maya untuk menambah mangga miliknya. Kebetulan sejak 2010 Arul hobi memburu tanaman buah. Kini dua mangga anyar itu meramaikan dunia buah tanahair. (Riefza Vebriansyah)

Previous articleDua Lemon Anyar
Next articleBerkecambah Dalam Stoples
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img