Saturday, January 24, 2026

Energi Terbarukan dari Kotoran Ayam

Rekomendasi
- Advertisement -

Kotoran ayam sering dianggap limbah yang mengganggu lingkungan karena menimbulkan bau tak sedap dan mencemari air tanah. Namun, di balik itu, tersimpan potensi besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Melalui proses biokonversi menjadi biogas, limbah peternakan ayam dapat diubah menjadi bahan bakar yang efisien sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menurut penelitian Zhang et al. (2023) dalam Renewable Energy Journal, kotoran ayam memiliki kandungan bahan organik tinggi seperti protein, lemak, dan karbohidrat yang ideal untuk proses fermentasi anaerob. Dalam kondisi tertutup tanpa oksigen, bakteri metanogenik menguraikan senyawa organik tersebut menjadi gas metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂), yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Hasil penelitian oleh Dewi dan Kurniawan (2024) dalam Journal of Environmental Engineering and Waste Management menunjukkan bahwa 1ton kotoran ayam dapat menghasilkan hingga 60 m³ biogas, cukup untuk menggantikan 30liter LPG rumah tangga. Selain itu, residu dari proses fermentasi yang disebut digestate dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair bernutrisi tinggi bagi tanaman.

Teknologi biogas juga terbukti membantu mengurangi dampak lingkungan dari limbah peternakan. Studi Pembangkitan Biogas dari Kotoran Unggas sebagai Indikator Pengurangan Pencemaran Lingkungan dan Kontribusi Potensi Biomassa terhadap Jaringan Energi di Yordania oleh Al-Zoubi, Alkhamis, dan Alzoubi (2024) menemukan bahwa pemanfaatan kotoran ayam untuk produksi biogas dapat mengurangi emisi biomassa sekitar 18%, sekaligus menyediakan energi yang setara dengan kontribusi untuk jaringan listrik negara tersebut.

Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga bernilai ekonomi. Menurut penelitian Rahayu et al. (2025) dalam Indonesian Journal of Green Energy and Sustainable Systems, peternak yang mengelola kotoran ayam menjadi biogas mampu menghemat biaya bahan bakar hingga 40% per bulan. Penerapan sistem ini bahkan mendorong terciptanya ekonomi sirkular di sektor peternakan, di mana limbah diolah kembali menjadi energi dan pupuk produktif.

Pemanfaatan kotoran ayam sebagai biogas menjadi contoh nyata inovasi energi terbarukan yang berangkat dari masalah sederhana di peternakan. Dengan teknologi yang semakin terjangkau dan dukungan riset berkelanjutan, limbah organik ini berpotensi besar menjadi solusi energi masa depan yang efisien, bersih, dan berkelanjutan.

(Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img