Friday, December 2, 2022

Fadly Padi: Ber(t)ani Karena Benar

Rekomendasi

Fadly “Padi,“ penyanyi sekaligus petani“Saya bangga jadi petani,” ujar  Fadly, vokalis band Padi.

Di atas panggung Fadly mengalunkan lagu-lagu terkenal milik grup band Padi. Penampilannya necis, kerap kali berjaket kulit, menyanyikan lagu-lagu hits yang akrab di telinga. Itu Fadly di atas panggung. Fadly yang Trubus temui di rumah singgahnya di kawasan Pondokcabe, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, berkaos sederhana, bercaping, mengenakan jeans yang dilipat hingga selutut, dan sandal jepit.

Di kaosnya terpampang tulisan Ber(t)ani Karena Benar. Pemilik nama lengkap Andi Fadly Arifuddin menuturkan semboyan itu merujuk pada sistem pertanian yang ia terapkan di halaman rumah singgahnya di Pamulang. Di sana Fadly bertani secara ramah lingkungan. “Sayuran yang saya tanam bebas pupuk dan pestisida,” ujar Fadly.

 

Garden Tower

Di halaman rumah itu Trubus melihat sebuah drum plastik berwarna biru ditumbuhi bayam merah di sisi-sisinya. Fadly memanfaatkan drum berkapasitas 25 liter itu sebagai wadah tanam vertikultur. Menurut Dr Ir Anas Dinurrohman Susila, MSi, dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, vertikultur atau vertical culture berarti penanaman secara bertingkat atau tersusun ke atas. “Dengan vertikultur, kendala keterbatasan tempat bisa diatasi,” ujar Anas.

Fadly meletakkan sebuah pipa polivinil klorida (PVC) berlubang di tengah drum, lalu menyayat bagian pinggir drum selebar 5 cm. Ayah 4 anak itu mengisi drum dengan tanah sebagai media tanam dan sampah organik ke dalam pipa PVC. Lalu ia menanam sejumput benih bayam di bagian pinggir drum. Dengan cara itu Fadly tak perlu memupuk tanaman. “Drum air ini namanya Garden Tower. Prinsip kerjanya mirip biopori,” kata Fadly.

Penyanyi alumnus Universitas Airlangga itu memasukkan cacing tanah ke dalam drum. Menurut Juang Gema Kartika, dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, kotoran cacing tanah kaya unsur hara. Aktivitas cacing tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) di dalam tanah.

Fadly memanfaatkan barang-barang bekas menjadi pot alias wadah tanam. Mulai dari bathtub bekas, botol air mineral, bak mandi bayi, gentong air, drum wadah cat, jeriken, dan ember bekas. Di ember bekas Fadly menanam bayam, di jeriken ada cabai rawit, dan di drum cat: sirih merah dan belimbing.  “Teknik yang saya terapkan murah karena menggunakan barang-barang bekas,” tuturnya.

Meski jadwal manggung padat, Fadly tetap menyempatkan merawat sendiri tanamannya. Di lahan seluas 130 m2 dengan berbagai jenis sayuran dan memelihara ikan. Dua kali dalam sepekan, ia mengunjungi rumah itu. Fadly tak segan menyemai, menyiram, memupuk, dan memanen. Sehari-hari ada 2 pekerja membantu Fadly memastikan tanaman tumbuh sehat.

 

Pemanfaatan bathtub sebagai wadah tanamDarah ayah

Fadly mulai bertani di sana sejak empat tahun lalu ketika ia jenuh menekuni dunia musik yang membesarkan namanya. Kebetulan, halaman rumah singgah yang baru ia beli cukup luas. Ia belajar bertani secara otodidak, salah satunya dengan membaca Trubus. “Ayah saya langganan Trubus sejak saya kecil,” ujar Fadly. Pria ramah itu pun langsung menyodorkan bundel Trubus tahun 1983 sebagai bukti ucapannya.

Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu memang mewarisi kegemaran bercocok tanam dari sang ayah. Sewaktu kecil, ayahnya sering mengajak Fadly ke kebun keluarga. Kenangan masa kecil itu kini ia diteruskan pada anak-anaknya. Suami Dessy Aulia itu mengajarkan keempat anaknya untuk menjaga alam dan belajar bercocok tanam. “Kami ingin melakukan sesuatu untuk alam, setidaknya dengan sedikit mungkin melakukan kerusakan alam,” ujar Fadly.

Akuaponik menghemat air hingga 90%Fadly memelihara ikan bawal, nila, dan gurami di kolam seluas 11 m x 1,2 m. Di bagian belakang, ia mengolamkan udang di bak berukuran 1 m x 1,5 m. Di atas setiap kolam, pria setinggi 175 cm itu menanam sayuran. “Saya menerapkan sistem  akuaponik,” ujar Fadly.

Di atas kolam bawal, pria kelahiran 13 Juni 1975 itu menyulap bathtub bekas menjadi wadah tanam. Fadly menanam bayam, kangkung, tomat, dan cabai serta talas dan pepaya. Ia ingin membuktikan sistem akuaponik juga cocok dipakai untuk menanam tanaman buah. Disebut akuaponik lantaran sistem itu terdiri atas akuakultur alias budidaya ikan dan hidroponik. Praktikus hidroponik di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso, menuturkan tanaman, ikan, dan bakteri menjadi unsur penting dalam sistem akuaponik karena keberadaan ketiganya melahirkan simbiosis mutualisme.

Garden tower, cara unik menanam di lahan sempitIkan menyumbang hara berupa sisa pakan dan kotoran. Bakteri menyaring dan mengubah amonia menjadi nitrat, zat yang berfungsi sebagai pupuk bagi tanaman. Tanaman juga tahu membalas memjasa dengan memasok oksigen yang diperlukan ikan. Air yang kaya oksigen itu secara otomatis akan mengalir lagi ke kolam dengan keadaan bersih. “Jadi, tidak repot mengganti air dalam kolam,” ujar Fadly.

Hasil panen sayuran dan ikan dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Ia juga membagikan pada rekan dari dunia musik. Fadly berharap, teman-temannya juga mau ikut menanam. Menurut Gusman, manajer Fadly, hobi Fadly bercocok tanam tergolong unik di kalangan artis. “Masak musikus lebih suka baca majalah Trubus dari pada majalah musik?” ujar Gusman. Meski begitu, Fadly bangga jadi petani. (Kartika Restu Susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img