Seribu Harap di Seribu Parit
Trubus — Daging buah kelapa muda, avokad, tapai ketan hitam berpadu dengan serutan es dan sirop jadilah es doger yang mengundang selera. Untuk menikmati es doger, kini tak perlu repot. Sebab PT Inhil Sarimas Kelapa membuat minuman es doger sejak Maret 2016. Menurut asisten general manager PT Inhil Sarimas, Setiawan Heru, pembuatan minuman kelapa es doger dalam kemasan praktis agar masyarakat kian mengenal minuman khas itu.
“Es doger merupakan minuman asli Indonesia yang juga menggunakan kelapa,” kata Setiawan. Pabrik itu berkapasitas dua juta kelapa per hari. PT Inhil Sarimas Kelapa menggunakan kemasan 250 ml dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu satu tahun selama kemasan tetap tertutup. Kunjungan ke pabrik PT Inhil Sarimas di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, bagian dari kegiatan Festival Kelapa Internasional pada 9—11 September 2017.
Olahan kelapa
Setiap 2 September sejak 2008 negara-negara produsen kelapa merayakan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day). Kita memperingati tanggal berdirinya Asian and Pacific Coconut Comunity (APCC) yang kini menyatukan 18 negara penghasil kelapa di dunia. Perayaan hari kelapa dunia berlangsung di Kota Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Indragiri Hilir atau sohor berjuluk negeri seribu parit itu sentra kelapa dengan luas tanam 464.33i hektare. Dari luasan itu sebagian besar atau 392.752 hektare merupakan kelapa dalam. Gubernur Riau, Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A. mengatakan, sekitar 80% penduduk Kabupaten Indragiri Hilir menggantungkan hidup pada kelapa. Salah satu kegiatan pada Festival Kelapa adalah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), yakni 10.000 orang meminum air kelapa secara serentak di lapangan Gajah Mada, Kota Tembilahan.
Setiap peserta memegang buah kelapa segar yang sudah terlubangi untuk mengalirkan airnya. Air buah Coconut nucifera kaya gizi, antara lain mengandung 290 mg potasium, 3,7% vitamin C, dan 0,55% protein. Sebelumnya masyarakat Hainan, Tiongkok, yang memegang rekor minum air kelapa terbanyak, hingga 6.000 orang. Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Muhammad Wardan, membuka acara dengan pemotongan pita.
Usai pemotongan pita, Bupati Wardan dan tamu seperti Ketua Asian and Pacific Coconut Community (APCC) Uron Neil dan Ketua DPRD Indragiri Hilir, Dani M Nursalam meninjau seluruh paviliun pameran puluhan pelaku bisnis dan instansi pemerintahan, baik lokal maupun dari luar daerah. ‘’Dalam pameran, pelaku bisnis dapat menyajikan segala macam bentuk produk kelapa yang dimiliki.” kata Wardan.
Rangkaian acara festival yaitu pertunjukan seni, kuliner kelapa, seminar, pameran, temu bisnis, kunjungan pabrik, dan kebun kelapa. Festival dihadiri peserta dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, India, Srilanka, Tiongkok, dan Belanda. Acara juga dihadiri jajaran pemerintah beberapa kabupaten penghasil kelapa seperti dari Aceh, Banyuasin, Lampung Selatan, Gorontalo, dan Manado.
Melalui festival itu muncul semangat untuk membangun dan mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia. Wardan menuturkan Festival Kelapa Internasional diharapkan mengatasi permasalahan terkait perkebunan kelapa. Ia mengundang para investor sehingga permasalahan mengenai industri kelapa dapat diatasi. “Harapan kita ada standardisasi harga kelapa sehingga menggerakkan roda perekonomian mikro hingga makro,” ujarnya. (Marietta Ramadhani)
