Saturday, April 13, 2024

Guru Honorer Menjadi Jutawan dari Bisnis Anggrek Bulan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Meski berprofesi sebagai guru honorer sekolah dasar (SD), pendapatan bulanan Ikhsan Nur Wicaksono, S.Pd., mencapai ratusan juta rupiah. Itu bukan cerita fiksi dan terjadi di dunia nyata.

Kok bisa? Ternyata pendapatan fantastis itu dari hasil penjualan sekitar 4.000 anggrek bulan yang berbunga setiap bulan. Harga jual anggrek bulan milik Ikhsan Rp100.000—Rp130.000 per tanaman.

Ia memasarkan anggrek itu melalui agen di beberapa daerah di Indonesia seperti Provinsi DKI Jakarta, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Ikhsan memang berprofesi ganda. Selain sebagai guru honorer, ia pun memiliki pekerjaan lain sebagai pekebun dan pebisnis anggrek.

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, itu memilih anggrek bulan karena pasar luas dan penggunaan tanaman berbunga itu di beberapa tempat cukup banyak. “Saya sering temui digunakan sebagai pajangan di perkantoran, perhotelan, dan tempat-tempat umum. Banyak juga dijadikan hamper oleh para pejabat,” tutur Ikhsan.

Ikhsan memiliki rumah tanam (greenhouse) seluas sekitar 3.000 m2 yang berisi puluhan jenis anggrek bulan. Sebanyak 20—25 karyawan membantu Ikhsan mengelola kebun Phalaenopsis ambilis itu. Kesuksesan pria berumur 30 tahun itu membudidayakan dan memasarkan anggrek tidak terjadi semalam.

Saat awal memulai berbisnis anggrek pada 2017, Ikhsan selalu bergegas menuju rumah tanam setelah mengajar di SD Banyu Urip 2. Saat itu ia terpaksa menjalani dua profesi sekaligus karena bisnis anggrek belum menghasilkan pundi pundi pendapatan.

Karyawan pun juga belum ada. Enam bulan berselang, Ikhsan meraup omzet Rp2 juta—Rp3 juta dari penjualan sekitar 50 tanaman per bulan. Ia pun mempekerjakan satu orang karyawan untuk menjalankan bisnis anggrek.

Saat itu ia juga merugi Rp5 juta karena pembeli tidak membayar lunas. “Pengiriman pertama transfer. Nah pengiriman kedua dan ketiga menghilang orangnya,” kata pemilik Sidomulyo Orchid itu.

Namun peristiwa itu tak membuat Ikhsan putus asa. Ia memperbaiki pemasaran anggrek dan terus meningkatkan kualitas produk.  Ketekunan dan kesabaran Ikhsan membuahkan hasil. Kesuksesan Ikhsan juga tak lepas dari dukungan keluarga dan rekan-rekan sesama petani anggrek.

“Awal dulu saya belajar dari petani anggrek di desa saya yaitu Pak Hasan. Beliau mengirim saya untuk belajar ke Mas Dedek, petani anggrek di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur,” tutur petani anggrek sejak 2017 itu.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img