Wednesday, August 10, 2022

Jahe Menjaga Fungsi Ginjal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Zaha. Formulasi dengan bahan dasar ekstrak jahe merah membantu mengatasi penyakit ginjal kronis. (Dok. Nada Hanifah)

Rimpang jahe merah berkhasiat melindungi ginjal.

Trubus — Hipertensi bukan hanya memicu strok. Tekanan darah tinggi itu juga menyebabkan gangguan ginjal kronik. Celakanya kebanyakan penderita gangguan ginjal akibat hipertensi akibat hipertensi tidak menyadari gejala yang timbul. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kementerian Kesehatan 2018 prevalensi penyakit ginjal kronik paling tinggi pada rentang usia 65—74 tahun yakni 8,23% per mil.

Menurut dokter alumnus Universitas Tanjungpura dr. Benyamin Intosius tekanan darah tinggi mengakibatkan glomerulus dan tubulus pada ginjal rusak. “Ketika tekanan darah meningkat dan tidak beraturan, pembuluh nadi menjadi terganggu. Akibatnya asupan darah menuju ginjal terganggu,” kata Benyamin. Makin bertambahnya usia kian meningkatkan risiko hipertensi yang berpengaruh pada kerusakan ginjal.

Kembali normal

Kondisi yang telanjur parah dapat mengakibatkan komplikasi. Tahap akhir pengobatan pada pasien gagal ginjal adalah hemodialisis atau cuci darah atau transplatasi ginjal. Frekuensi hemodialisis bergantung pada tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal. Periset dari Universitas Gadjah Mada, Yusuf Farid Achmad, S.K.H., Nada Hanifah, S.K.H., dan Aida Humaira, S. Farm. Membuktikan jahe merah mengatasi penyakit ginjal kronik.

“Jahe merah mengandung banyak senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti gingerol, shogaol, dan flavonoid,” kata Yusuf Farid. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM itu mengatakan, aktivitas antioksidan dari gingerol dalam jahe Zingiber officinale itu berperan menjadi inhibitor dari enzim yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit atau vasokonstriksi sehingga tekanan darah berangsur turun.

Yusuf Farid dan rekan menguji praklinis ekstrak rimpang anggota famili Zingiberaceae itu. Hanifah mengatakan, terdapat lima kelompok uji dengan masing-masing terdapat enam tikus. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM itu memberikan ekstrak jahe merah sebanyak 2,52 mg per gram bobot badan kepada setiap tikus dengan cara diminumkan. Ekstrak yang diberikan dalam bentuk nano emulsi.

Periset Universitas Gadjah Mada. (kiri-kanan) Yusuf Farid Achmad, S.K.H., Nada Hanifah, S.K.H., dan Aida Humaira, S. Farm. (Dok. Nada Hanifah)

“Senyawa aktif yang masuk ke dalam tubuh berukuran nano partikel akan lebih mudah terabsorbsi,” kata Aida. Alumnus Fakultas Farmasi UGM itu mengatakan, sebelum diujikan, kondisi ginjal tikus dibuat mengalami kerusakan. Setelah pemberian ekstrak jahe merah dengan dosis sekali sehari selama satu pekan menunjukkan hasil yang signifikan. Tekanan darah sistolik turun dari 142 mmHg menjadi 107 mmHg.

Adapun tekanan darah diastolik turun dari 106 mmHg menjadi 84 mmHg. Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Artinya hasil pengujian itu menunjukkan ekstrak jahe merah dapat membantu menurunkan tekanan darah. Akibatnya tekanan yang semula tinggi menjadi normal. Aktivitas antioksidan tinggi berdampak pada penurunan stres oksidatif sekaligus berperan sebagai antiinflamasi.

Parameter lain yakni ketampakan fisiologis ginjal terlihat normal. Tidak tampak ada pembengkakan dan perubahan ukuran ginjal yang menjadi ciri terjadinya kerusakan ginjal. Periset berharap penelitian itu dapat berlanjut hingga uji klinis dan uji toksisitas, agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Mengingat hipertensi adalah penyebab kerusakan ginjal terbanyak kedua.

Lebih lancar

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Banten, Yayuk Ambarwulan. (Dok. Pribadi)

Riset itu sejalan dengan hasil penelitian Tamrin. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada Semarang, Jawa Tengah, itu mengujikan ekstrak jahe merah pada warga lanjut usia yang mengidap hipertensi. Badan Kesehatan Dunia menetapkan warga lanjut usia berumur 60 tahun atau lebih. Tamrin melibatkan 36 orang terdiri atas 19 perempuan dan 17 laki-laki. Mereka berusia 60—90 tahun.

Menurut Tamrin ada pengaruh ekstrak jahe terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, didapatkan hasil bahwa lansia yang mengalami penurunan pada tekanan darah sesudah diberikan ekstrak jahe sebanyak 16 responden. Hal ini terjadi karena jahe mempunyai sifat alami yaitu merangsang hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah. Akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar sehingga kerja jantung untuk memompa darah menurun dan menyebabkan tekanan darah juga ikut menurun.

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, belum pernah meresepkan jahe-jahean kepada pasien dengan gangguan ginjal apalagi dengan riwayat hipertensi. Perempuan 56 tahun itu mere

sepkan rimpang jahe merah untuk orang yang kesulitan tidur, kekurangan darah, tekanan darah rendah, dan daya tahan tubuh yang sedang turun. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Jahe merah kaya akan manfaat Kesehatan. (Dok.Trubus)

Resep Jahe Merah

Bahan
1 rimpang jahe merah
2 lembar daun tapak liman (segar/ kering)
2 batang serai
2 lembar daun pandan
10 butir lada hitam
Gula aren/kelapa secukupnya

Cara membuat

Semua bahan dicuci bersih
Masukkan semua bahan (kecuali gula aren) ke dalam air mendidih sebanyak 2 liter.
Aduk perlahan dalam 30—50 hitungan
Konsumsi dengan selagi hangat dengan tambahan gula aren

Sumber: Yayuk Ambarwulan herbalis
di Kota Tangerang Selatan, Banten.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img