Thursday, August 18, 2022

Jamur: Tersohor dan Terabaikan di Alam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Belum lama berselang para ahli Ekologi kebingungan. Mereka sering kali menemukan sisa-sisa tubuh bajing terbang di dalam perut serigala dan anjing hutan. Bagaimana mungkin kedua predator yang tidak bisa memanjat itu dapat menangkap mangsa yang sepanjang hidupnya tinggal di kanopi pohon nan tinggi. Jawabannya ternyata ada di tanah! Pada malam hari hewan nokturnal itu terjun bebas  dari ketinggian menuju tanah.

Saat mendarat mereka menggali tanah untuk mencari jamur. Ketika bajing mencari santapan malam itulah mereka justru menjadi menu makan malam anjing hutan dan serigala. Namun, seandainya bajing selamat dari sergapan para musuhnya, dia berjasa mengangkut spora jamur ke tempat lain, membantu penyebarannya jauh dari tempat asal tetumbuhan itu. Tumbuhan yang tidak memiliki klorofil itu tubuhnya terdiri dari hifa yang menjalar kian kemari di tanah, biasa disebut miselium.

Di hutan hujan tropis, segumpal tanah berisi 1,6 kg miselium. Tidak ada sejengkal tanah pun yang bebas dari miselium. “Karpet” tanah tak terlihat itu menjadi jalan tol bagi nutrisi tanaman yang antara lain diurai juga oleh jamur. Nutrisi itu  mengalir bebas ke akar akar tanaman dengan bantuan air hujan. Jamur “menangkap” nitrogen dan fosfor yang sangat dibutuhkan tanaman.

Predator sekaligus mangsa

Selain bajing terbang, jamur yang sangat diharapkan kehadirannya oleh pohon itu juga bekerja sama dengan semut. Hewan yang sering menjengkelkan para ibu rumah tangga itu hidup saling menguntungkan dengan jamur. Ada beragam spesies semut di dunia dan banyak di antaranya memperoleh makanan dari jamur. Sebaliknya semut menjadi alat transportasi spora untuk tumbuh di tempat lain.

Peran semut bagi kehidupan jamur tidak dapat dipandang sebelah mata. Anggota kelompok Heminoptera itu—segolongan dengan lebah—ada di seluruh penjuru dunia. Dia bisa ditemukan di gurun pasir yang kering kerontang. Udara di kawasan tropis yang sering kali basah juga cocok untuk kehidupannya. Dia ada di dalam tanah, tetapi juga terlihat di puncak-puncak pohon nan tinggi. Kalau diadakan lomba kekuatan, barangkali semut yang menjadi juara. Dia bisa mengangkat beban 50 kali bobot tubuhnya. Gajah, hewan darat terbesar di muka Bumi ini, paling banter cuma sanggup membopong beban dua kali bobot tubuhnya.

Rutinitias semut pekerja—semuanya betina—sehari-hari tampaknya remeh, hilir mudik mencari dan mengangkut makanan serta membangun sarang. Aktivitas sederhana itu di hutan ternyata membantu menambah tingkat ketersediaan nutrisi untuk pohon. Semut memakan biji-bijian sekaligus membantu penyebarannya. Semut juga memakan bagian tanaman dan hewan yang busuk. Aktivitas bakteri pengurai pun meningkat sehingga tanah menjadi  gembur. Ujung-ujungnya, air dan oksigen mudah dijangkau akar tanaman.

Onny Untung
Onny Untung

Semut hidup bersama dalam koloni berjumlah ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan individu. Sendiri mereka tidak berbahaya, tetapi bekerja sama, maka hewan besar pun memilih menghindar. Bagi para pemilik pohon buah, bergembiralah jika di pohon itu bersarang semut rangrang. Semut makanan muraibatu itu efektif sekali mengendalikan populasi ulat bulu.  Tungau penyebab kerusakan pada buah jeruk atau daun cabai, misalnya, adalah makanan semut rangrang. Aphid perusak daun dan penghasil embun jelaga bersimbiosis dengan semut. Semut memperoleh madu dari embun jelaga; aphid dilindungi oleh semut dari predator mereka.

Pernah ada penelitian ilmiah di Jerman tentang semut hitam dan semut merah. Semut-semut itu memang predator, tetapi mereka juga sekaligus berperan menambah populasi dan keragaman hewan di seputar koloninya. Semut memangsa tungau, ulat bulu, daun, ranting atau hewan membusuk, dan organisme pengurai. Semut akan cerai berai ketika landak semut membongkar sarang mereka di pohon atau di dalam tanah dengan cakarnya yang tajam.

Landak semut menjulurkan lidah sepanjang 60 cm ke dalam sarang semut. Semut menempel di lidah itu dan masuk ke perut landak sebagai makanan utama. Burung, kodok, reptil, laba-laba menyasar semut untuk target makan. Musuh semut memang luar biasa banyak. Namun, limpahan musuh alami itu diperlukan karena toh dengan musuh sebanyak itu semut masih tetap dominan kehadirannya di muka Bumi.

Peduli semut

Fakta terbaru yang menghebohkan dimuat di beberapa media cetak beberapa waktu lalu. Semut merah hutan terbukti bisa mendeteksi terjadinya gempa bumi. Gabriele Berberich dari University of Duisburg-Essen, Jerman, merekam perilaku semut merah secara konsisten selama 3 tahun. Rekaman menunjukkan, setiap kali akan terjadi gempa, semut langsung stres. Perilaku mereka berubah. Normalnya semut selalu beraktivitas pada siang dan malam hari berkumpul di sarang.

Mereka sebenarnya hewan diurnal. Namun,  saat akan terjadi gempa, mereka berubah menjadi nokturnal. Malam hari semut-semut keluar dan bergerombol di dekat sarang. Persis seperti manusia yang berlarian keluar rumah ketika gempa menggoyang Bumi. Ketika gempa sudah berlalu, semut kembali mencari makan pada siang hari dan masuk sarang pada malam hari.

Diduga ada 20.000 spesies semut di dunia, 12.000 di antaranya sudah teridentifikasi. Semut yang hadir sejak 100 juta tahun lalu itu  adalah rantai makanan penting bagi keseimbangan alam. Kepedulian itu—dan usaha memperoleh dengan lebih mudah—mendorong sejumlah penggemar burung berkicau mencoba beternak semut rangrang. Satu koloni semut dipindahkan dari sarangnya di atas pohon ke wadah yang disiapkan. Ada keinginan agar ratu semut yang bisa hidup sampai 20 tahun itu melepaskan sayapnya, bertelur  dan memunculkan ratu semut baru.

Tujuannya agar terbentuk koloni lain yang juga lengkap: ada ratu semut, ada semut jantan, dan ada semut betina yang bekerja mencari makan serta melindungi sarang. Usaha penangkaran selalu positif agar keseimbangan alam tidak terganggu, sementara kebutuhan manusia tetap terpenuhi. Semut perlu dihargai, seperti yang dilakukan oleh manajemen Hotel Pullman di Jakarta. Foto koloni semut berukuran besar menempati lokasi terhormat di lobi hotel itu. *(Onny Untung)

*Onny Untung, Koordinator Pengembangan Agribisnis (grup Trubus) dan  redaktur senior Trubus

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img