Wednesday, August 10, 2022

JARAK KEPYAR

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kita menyebutnya minyak jarak atau minyak kastor. Tanamannya disebut jarak kepyar Ricinus communis. Bahasa Melayunya kacang kastor, dalam bahasa Sunda jarak kaliki. Di Jepang disebut rishin, sedangkan di Filipina tangan-tangan. Batangnya licin berongga, perdu, hanya tahan setahun, tingginya bisa mencapai 3,5 meter. Daunnya tunggal bertangkai, ber-bentuk tangan, melebar antara 10 – 40 cm.

Buahnya berbulu seperti rambutan kecil, bertandan, bijinya berkulit keras mengilap. Kandungan minyak dalam biji kaliki ini berkisar antara 40 – 60%. Jadi jangan heran, kalau jarak kepyar dapat dinyalakan dengan cara sederhana. Pada zaman Jepang, menurut ibu saya, keluarga kami memanfaatkan untuk lampu pada malam hari. Caranya cukup dengan mengupas bijinya, menusuk renteng dengan lidi seperti satai.

Anak dewa

Kalau disulut sambung-menyambung, biji-bijian itu menyala seperti lilin. Kalau remah-remahnya dibakar di tungku disebut dilah yang bertahan semalaman. Cara yang lebih elegan adalah menaruh minyaknya dalam bejana, lalu menyulut kapuk atau sabut kelapa yang dibuat terapung di atasnya. Kami menyebutnya ublik atau sentir.  Itulah lampu minyak kastor. Apa artinya kastor?

Itu adalah nama bintang kembar yang bersinar terang di langit, termasuk dalam rasi Gemini. Dalam mitologi Yunani, Castores adalah anak Zeus ketika menyamar sebagai angsa dan menghamili Leda. Namun, tanaman kastor sudah ada jauh sebelum itu. Orang-orang Mesir kuno sudah memakai minyak jarak kepyar sejak 3.000 tahun sebelum masehi. Pada saat orang-orang Eropa membuka belantara Amerika pada abad ke-17 dan 18, minyak kastor juga banyak digunakan.

Pada saat meletus Perang Dunia I, minyak kastor banyak dipakai sebagai bahan pelumas pesawat tempur. Sesudah itu mobil-mobil balap juga memanfaatkannya. Sebab, titik didih minyak kastor sangat tinggi, yaitu 313oC.  Jadi, kalau pemanasan mobil balap mencapai 200oC, minyak kastor adalah bahan pelumas yang tepat. Sekarang, produsen minyak jarak kepyar dunia didominasi India, dengan panenan sekitar 800.000 ton setahun dan Tiongkok, 250.000 ton.

Brasil penghasil jarak kepyar nomor tiga di dunia. Kemudian disusul Ethiopia dengan jenis jarak kepyar abaro, cocok untuk dipetik tangan.  Padahal, total produksi dunia tidak sampai 1,5-juta ton setahun. Jangan heran, hampir sejuta ton di antaranya dibeli Jepang. Kebutuhan Jepang yang sangat tinggi itulah yang mengundang minat orang menanam jarak kepyar.  Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, misalnya, mendorong warganya menanam jarak kepyar sebanyak-banyaknya, dan mengekspornya ke Jepang.

Sementara ini, hasil panen castor bean baru mencapai 5.800 ton – hampir memenuhi  kebutuhan  PT  Kimia  Farma  6.000  ton setahun. Areal tanamnya menyebar dari Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Sidoarjo, sampai Bangkalan dan Sumenep, semua di Provinsi Jawa Timur. Pada 2008 harga beli Rp3.000 per  kilogram, setelah ditampung di gudang Semarang.  Tawaran harga yang lebih menggiurkan bisa berkisar Rp4.000 per kilo, belakangan mencapai Rp4.600 di Surabaya. Dengan kualitas  bagus, biji kastor bahan farmasi dan kosmetik.

Bukan Jatropha

Pada zaman perang, Mussolini dan rezimnya pernah menggunakan minyak kastor sebagai obat segala penyakit.  Padahal, minyak kastor juga mengandung racun yang bisa mematikan.  Jadi, ia dipakai alat untuk menakut-nakuti agar tentara dan buruh tidak mudah mengeluh sakit. Pantaslah kalau tanaman itu mendapat sebutan keren: palma Christi atau tangan Kristus.

Jarak kepyar berasal dari kawasan Mediterania, Afrika Timur, dan India. Sampai sekarang, castor bean plant itu masih bisa dijumpai sebagai tanaman hias di Yunani, Inggris selatan, dan di beberapa taman di Kanada. Daunnya yang segar dan berwarna merah keungu-unguan pada waktu muda memberikan suasana penuh harapan. Ada kalanya di antara kita salah sangka, menyamakan jarak kepyar dengan jarak pagar Jatropha curcas. Bukan! Keduanya memang dipanggil jarak, dan keduanya penghasil energi.

Namun, pohon jarak kepyar lebih bervariasi. Di Texas, Amerika Serikat, dikembangkan varietas hale yang pendek, hanya 1,2 meter. Ada juga brigham, yang lebih tinggi, 1, 8 meter.  Di Brasil ada varietas BRS nordestina yang cocok untuk lahan-lahan tandus. Satu lagi BRS energia, yang cocok dipanen secara manual maupun dengan mesin. Berbagai jenis jarak kepyar menunjukkan bahwa dunia yang lapar energi ini berupaya keras menemukan sumber tenaga nabati.

Jarak kepyar rupanya membawa solusi.  Seorang teman yang mendapat lahan kurang subur pun berharap besar. Di daerah Banten, ada tempat-tempat kering yang cocok untuk jarak kepyar yang nyaris tanpa memerlukan pemeliharaan. Panen pertama ketika tanaman berumur 105 hari. Pohon jarak kepyar berumur pendek. Satu tahun sudah kering, mati, dan harus diganti baru. Namun, secara alami bisa saja tumbuh anakan, dari biji-biji yang berjatuhan.  Jadi “hutan kepyar” bisa semakin lebat, meskipun hasilnya jadi kurang optimal.

Sejak 2008, Dinas Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengampanyekan, Kabupaten Bima menanam jarak kepyar dengan luas 500 hektar lebih, dan panenan 300 ton setahun.  Meskipun produktivitas rendah, pemerintah daerah tetap memberikan harapan yang tinggi. Jarak kepyar menjanjikan penghasilan tambahan bagi petani. Penghasilan rata-rata dari setiap hektar sekitar 2.500 kilogram. Jadi, kalau setiap kilogram dihargai Rp4.000 semestinya memanen Rp10-juta.

Tidak besar, jika dibandingkan singkong yang mencapai Rp35-juta, apalagi beras, yang di atas Rp50-juta. Namun, lahan untuk jarak kepyar biasanya tempat tandus yang tidak menghasilkan apa-apa. Di pasar internasional, harga minyak kastor mencapai 90 sen dolar per liter.  Harga itu dua kali lebih mahal ketimbang minyak bunga matahari. Jadi, benar juga kacang kastor membawa banyak harapan. Yang perlu diperhatikan adalah fungsi obat pohon jarak kepyar.  Akar dan daunnya meningkatkan stamina dan mengobati sesak napas.

Minyak kastor menumbuhkan alis, bagus untuk rambut, dan menolong ibu ketika bersalin.  Untuk fungsi farmasi itulah kastor perlu dihargai lebih tinggi. Kandungan racun ricin – asam ricinoleat – dalam jarak kepyar sedang diteliti potensinya untuk melawan sel-sel kanker. Sebetulnya ricin termasuk racun berbahaya. Dengan lima butir biji jarak, seekor kelinci bisa mati.  Kambing dan sapi pun tewas dalam dosis yang lebih besar.

Kita bersyukur Indonesia punya bermacam jarak. Ada jarak bali Jatropha podagrica dan jarak ulung Jatropha gossypifolia. Yang terakhir ini populer sebagai jarak merah atau jarak cina, sebagai tanaman hias. Yang paling umum dibudidayakan untuk penghasil biodisel sekarang adalah jarak pagar dan jarak kepyar.  Itulah tanaman yang sanggup bertahan dengan perawatan dan pemupukan yang minimal. Pertanyaan yang harus dijawab adalah, bagaimana mendorong Indonesia menjadi salah satu produsen minyak kastor yang diperhitungkan.

PT Kimia Farma Tbk., dikabarkan telah menggandeng Green Food, perusahaan Tiongkok yang berani menanamkan modal besar untuk mengembangkan jarak kepyar di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akhirnya, mengapa minyak kastor harus diakui penting dan serbaguna?  Karena sebetulnya kastor menjadi bahan pengawet, berkat sifatnya yang anticendawan. Ia juga bahan perasa makanan, seperti pada cokelat.  Untuk obat-obatan, mulai sembelit sampai menyembuhkan luka.

Tidak mengherankan kalau Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (USFDA) mengesahkan pemakaian minyak kastor dalam kategori aman. Jangan lupa, kastor juga menjadi bahan industri termasuk lilin, cat, minyak rem, dan pelumas. Khusus untuk perannya sebagai bioenergi, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) membenarkan pemakaian kacang kastor sebagai bahan bakar alternatif, energi masa depan.

Itulah kelebihan kastor dibandingkan minyak kacang, minyak jagung, bahkan minyak kelapa sawit yang lebih difokuskan sebagai tanaman pangan. Selamat bercocok-tanam jarak kepyar. Sejarah telah mencatat perannya pada masa susah.  Semoga ada giliran kastor mendatangkan energi yang ramah lingkungan sekaligus sepercik kemakmuran.***

 

 

Eka Budianta, budayawan, pengelola Jababeka Botanic Gardens, dewan pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, kolumnis Trubus.

Previous articleBisnis Arwana di Tahun Naga
Next articleLilin Pelindung
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img