Sunday, August 14, 2022

Jasa Baik Emas Cair

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Dr Elfida Zulkarnain, “Minyak zaitun dapat memulihkan saraf dan membantu memperbaiki kinerja organ yang rusak”
Dr Elfida Zulkarnain, “Minyak zaitun
dapat memulihkan saraf dan membantu
memperbaiki kinerja organ yang rusak”

Kebiasaan mengonsumsi minyak zaitun menghindarkan masyarakat Yunani dari risiko serangan jantung dan kanker. Minyak itu juga terbukti antihipertensi.

Yunani tercatat sebagai negara pengonsumsi minyak zaitun terbesar di dunia.  Pada 2005 jumlah konsumsi emas cair itu mencapai 27,3 kg/kapita/tahun. Jumlah itu 100% lebih tinggi dibandingkan Spanyol dan Italia, yang peringkat ke-2 dan ke-3. Masing-masing dengan konsumsi 13,62 kg/kapita/tahun dan 12,35 kg/kapita/tahun. Tingginya konsumsi minyak zaitun itu berefek baik pada rendahnya risiko serangan jantung dan kanker di sana. Risiko menderita sakit jantung di Spanyol, misalnya,  2/3 lebih rendah dibanding negara-negara lain di Eropa Utara seperti Denmark, Finlandia, dan Swedia.

Minyak buah zaitun Olea europaea juga terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Riset Dr Aldo Ferrara dari Department of Clinical and Experimental Medicine, Federico II University of Naples, Italia membuktikan asam lemak tak jenuh tunggal pada buah tanaman lambang perdamaian itu bersifat  antihipertensi. Menurut dr Hardhi Pranata SpS MARS, meningkatnya tekanan darah perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai penyakit seperti stroke  ataupun serangan jantung. “Disebut hipertensi bila tekanan darah di atas 140/90 mmHg,” kata Hardhi.

Minyak zaitun

Data Kementerian Kesehatan  menunjukkan, pada 2010 hipertensi termasuk 10 besar penyakit rawat inap di rumahsakit di Indonesia. Tercatat 8.423 kasus pada laki-laki dan 11.451 kasus pada perempuan. Jumlah pasien meninggal akibat hipertensi setiap tahun mencapai 955 orang. Hipertensi kian meningkat seiring bertambahnya usia, terutama tekanan darah sistolik, akibat berubahnya elastisitas pembuluh darah. Pada kelompok usia 45—54 tahun persentase penderita hipertensi meningkat  34% dan 36,5% di atas usia 55 tahun.

Muflihah Isnawati DCN MSc dari Politeknik Kesehatan Semarang, Jawa Tengah, menuturkan, banyak faktor penyebab hipertensi seperti stres, obesitas, kurang  olahraga, merokok, dan mengonsumsi makanan berlemak. “Kurang asupan kalium, serat, serta konsumsi alkohol berlebih juga dapat memicu hipertensi,” kata Muflihah. Penderita obesitas, misalnya,  akan mengalami peningkatan volume plasma yang berujung pada melonjaknya tekanan darah. Setiap kenaikan bobot badan sebesar 10%, berefek naiknya tekanan darah sebesar 7 mmHg.

Riset Ferrara memperlihatkan perbandingan diet minyak zaitun dengan minyak biji bunga matahari. Periset itu menguji 23 penderita hipertensi yang rata-rata memiliki tekanan darah 165/104 mmHg. Sebelas pasien mendapat diet ekstrak murni minyak zaitun dan dua belas pasien lainnya diet minyak bunga matahari yang memiliki asam lemak tak jenuh ganda. Untuk pria dosis pemberian 40 gram dan wanita 30 gram minyak per hari.

Pengujian dilakukan selama 6 bulan dan diimbangi dengan pemberian diet makanan mengandung 17% protein, 57% karbohidrat, 26% lemak total, 5,6% lemak jenuh, 0,61 mmol kolesterol, dan 35 gram serat. Hasilnya, diet minyak zaitun ampuh menurunkan tekanan darah hingga mencapai 127/84 mmHg. Sementara pada diet minyak bunga matahari perubahan tekanan darah menjadi 135/90 mmHg. Riset itu juga memperlihatkan kelompok diet minyak zaitun mengalami pengurangan konsumsi obat penurun tekanan darah sebesar 48%; 4% pada  diet minyak bunga matahari.

Polifenol

Bagaimana minyak zaitun bisa bersifat antihipertensi? Minyak zaitun ternyata mengandung polifenol, flavonoid, tokoferol, dan skualen. Ferrara menduga senyawa polifenol dapat  melebarkan arteri darah sehingga mengurangi tekanan darah. Dalam 10 gram ekstrak murni minyak zaitun terdapat 5 mg fenol.

Menurut Prof Dr Daryono Hadi Tjahjono dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, minyak zaitun mengandung lemak mono-unsaturated tinggi. Senyawa itu hanya memiliki satu ikatan rangkap. “Itu yang membuat minyak zaitun tidak mudah teroksidasi menjadi senyawa radikal bebas,” kata Daryono. Dalam 100 gram minyak zaitun terdapat 73 gram lemak tak jenuh rantai tunggal.

Khasiat minyak zaitun mengatasi beragam penyakit sudah lama diketahui. Dokter sekaligus terapis di  klinik Interzone Treatment Center, Jakarta, dr Elfida Zulkarnain,  memanfaatkan minyak zaitun sejak 1997. Ia meresepkan minyak zaitun untuk mengatasi kolesterol, lever, dan batu empedu. “Minyak zaitun  dapat memulihkan saraf dan membantu memperbaiki kinerja organ yang rusak,” ujar Elfida.

Lebih jauh, alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti itu menyarankan pemakaian minyak zaitun dalam bentuk ekstrak murni. Itu karena, buah anggota keluarga Oleaceae itu diambil dari sari murni zaitun dan pengolahannya tanpa pemanasan. Cara konsumsinya dapat langsung atau dengan cara mengoleskan pada bagian tubuh yang sakit. “Untuk konsumsi langsung, sebanyak 1 sendok makan (5 ml) minyak zaitun pada pagi dan sore,” tambahnya. Cara lain adalah, mencampur minyak zaitun dalam makanan dengan cara menuangkan sebanyak satu sendok makan pada masakan yang siap saji. (Desi Sayyidati Rahimah)

 

  1. Polifenol dalam minyak zaitun membantu melebarkan arteri darah sehingga mengurangi tekanan darah
  2. Dr Elfida Zulkarnain, “Minyak zaitun  dapat memulihkan saraf dan membantu memperbaiki kinerja organ yang rusak”
  3. Konsumsi makanan tinggi lemak picu naiknya tekanan darah
Previous articleAkhir Sinusitis Pipit
Next articleBerjemur Bebas Asma
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img