Thursday, December 8, 2022

Jawa Paling Rakus

Rekomendasi

Padahal ada anggapan penduduk di Sumatera sebagai konsumen cabai terbesar di tanahair. Maklum, sudah jadi rahasia umum jika penduduk Pulau Andalas suka makanan pedas. Masyarakat Sumatera Barat, misalnya, menganggap hidangan tanpa cabai tak sedap untuk disantap. Toh meski konsumsi cabai per kapita di Sumatera lebih tinggi, fakta pulau itu ‘hanya’ dihuni oleh 36% penduduk Pulau Jawa membuat Sumatera cuma di peringkat ke-2 penyerap cabai di Indonesia.

Tingginya serapan pasar di Jawa pun seiring sejalan dengan populasi penanaman cabai. Pada 2009 luas areal tanam cabai di Jawa mencapai 47.490 ha dengan total produksi 302.512 ton atau 48,3% dari jumlah produksi cabai nasional. Jawa Barat dan Jawa Tengah produsen cabai terbesar dengan total luas areal tanam masing-masing 14.309 ha dan 21.291 ha. Di Jawa Barat jenis yang ditanam cabai besar dan keriting dengan jumlah areal tanam hampir seimbang. Sedangkan Jawa Tengah didominasi keriting. Varietas yang ditanam di kedua daerah itu antara lain tanjung-2, hot beauty, wibawa, sultan, lado, dan SG hot 99. Namun, total produksi cabai dari pulau seluas 132.000 km2 itu belum mencukupi kebutuhan penduduknyal.

Karena itu Jawa selalu menjadi target pasar menggiurkan bagi pekebun di berbagai daerah di luar Jawa. Sebut saja Sumatera Utara, produsen cabai terbesar di Sumatera. Di Sumatera cabai yang banyak ditanam jenis keriting. Akibat pasokan dari Sumatera, saat panen raya pada Maret – April, harga cabai di Jawa terjun bebas di level terendah. Harga mencapai Rp3.000/kg. Di luar panen raya Rp15.000/kg. Panen besar itu hasil dari penanaman pada awal musim hujan Oktober – November. Toh para pekebun tak pernah kapok berproduksi. Ada pameo 2 kali gagal tertutup dengan sekali untung. Berikut penyebaran produksi cabai di tanahair. (Imam Wiguna)

 

 

Penyebaran Cabai Merah (Besar dan Keriting) di Indonesia

 

1. Nangroe Aceh Darussalam (NAD)

Luas tanam

4.868 ha

Produksi

31.009 ton/tahun

Sentra produksi

Aceh Selatan, Acehbesar

Varietas

Lado, St-168, red hot, bestando, taro

2. Sumatera Utara

Luas tanam

12.082 ha

Produksi

76.962 ton/tahun

Sentra produksi

Karo, Deliserdang, Simalungun, Tapsel, Labuhan Batu

Varietas

SG hot 99, bestando, red hot, king, hot start, lado, taro

3. Sumatera Barat

Luas tanam

5.309 ha

Produksi

33.818 ton/tahun

Sentra produksi

Agam, Solok, Tanahdatar, Pasaman

Varietas

Bestando, red hot, kopay, bagayo

4. Riau

Luas tanam

1.945 ha

Produksi

12.390 ton/tahun

Sentra produksi

Dumai, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi

Varietas

Kopay, tenar, lado, taro

5. Jambi

Luas tanam

2.443 ha

Produksi

15.562 ton/tahun

Sentra produksi

Kerinci

Varietas

Red hot, lado, taro

6. Sumatera Selatan

Luas tanam

5.804 ha

Produksi

36.971 ton/tahun

Sentra produksi

Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir

Varietas

Bagayo, lado, taro

7. Bengkulu

Luas tanam

3.510 ha

Produksi

22.359 ton/tahun

Sentra produksi

Curup

Varietas

Bengkulu, lado, taro

8. Lampung

Luas tanam

3.998 ha

Produksi

25.467 ton/tahun

Sentra produksi

Lampung Selatan dan Lampung Barat

Varietas

Taro, lado, salero, CTH, tampar, dan cemeti.

9. Jawa Barat

Luas tanam

14.309 ha

Produksi

91.148 ton/tahun

Sentra produksi

Sukabumi, Garut, Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Majalengka

Varietas

New emperor, hot beauty, tanjung-2, SG hot 99, papirus, CTH-01, paris minyak, TM 99

10. Jawa Tengah

Luas tanam

21.291 ha

Produksi

135.624 ton/tahun

Sentra produksi

Brebes, Magelang, Blora, Klaten, Rembang, Wonosobo,Demak, Grobogan

Varietas

Jacko, emerald, verywell, SG hot 99, red hot, bestando, wibawa, sultan, lado, tanamo, taro, gada

11. DI Yogyakarta

Luas tanam

1.953 ha

Produksi

12.441 ton/tahun

Sentra produksi

Bantul, Kulonprogo, Sleman

Varietas

Bestando, red hot, galur turgo, galur mandala, lado, taro

12. Jawa Timur

Luas tanam

9.937 ha

Produksi

63.229 ton/tahun

Sentra produksi

Blitar, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, Ngajuk, Tuban

Varietas

ST-555, jawara, SG hot 99, lado, wibawa, astina, gada

13. Banten

Luas tanam

980 ha

Produksi

6.243 ton/tahun

Sentra produksi

Serang, Pandeglang

Varietas

New emperor, hot beauty, tanjung-2, lado

14. Bali

Luas tanam

952 ha

Produksi

6.064 ton/tahun

Sentra produksi

Gianyar, Buleleng

Varietas

Wibawa

15. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Luas tanam

550 ha

Produksi

3.504 ton/tahun

Sentra produksi

Lombok Barat, Lombok Timur

Varietas

Wibawa, sultan, lado, tanamo

16. Kalimantan Barat

Luas tanam

3.168 ha

Produksi

20.180 ton/tahun

Sentra produksi

Sanggau, Siantan

Varietas

Lado, wibawa

17. Kalimantan Selatan

Luas tanam

897 ha

Produksi

5.714 ton/tahun

Sentra produksi

Tanah Laut, Kota Banjarbaru

Varietas

Wibawa

18. Kalimantan Timur

Luas tanam

1.255 ha

Produksi

7.994 ton/tahun

Sentra produksi

Kota Balikpapan, Kutai Kertanegara

Varietas

Lado, tanamo

19. Sulawesi Utara

Luas tanam

929 ha

Produksi

5.918 ton/tahun

Sentra produksi

Minahasa Selatan, Sangihe, Tomohon

Varietas

Taro, laris

20. Sulawesi Selatan

Luas tanam

2.026 ha

Produksi

12.906 ton/tahun

Sentra produksi

Jeneponto, Gowa, Takalar, Mamuju

Varietas

Wibawa, sultan, laris

21. Gorontalo

Luas tanam

89 ha

Produksi

567 ton/tahun

Sentra produksi

Atinggola

Varietas

Malita FM, taro, laris

Sumber: Departemen Pertanian, PT East West Seed, PT Syngenta, PT Tunas Agro Persada, dan sumber lain

Previous articleKumpulan e-book
Next articlePohon Pusaka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img