Friday, January 16, 2026

Jawawut Pangan Alternatif

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Masyarakat terutama pehobi burung lazim memanfaatkan Jawawut (Setaria italica) sebagai pakan burung. Padahal jawawut dapat menjadi aneka kreasi penganan seperti kue kering, bronis, dan kue basah.

Olahan bubur Jawawut yang banyak dijajakan oleh pedagang di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Jawawut tinggi gizi. Biji tanaman serealia itu mengandung 10,7% protein. Lebih tinggi daripada jagung (10,5%) dan beras (8,8%).

Jawawut sangat baik bagi bayi dan balita. Selain itu, Jawawut menjadi pilihan untuk program diet. Berkat kandungan gizi dalam biji Jawawut, tanaman anggota famili Poaceae itu menjadi bahan pangan penting di Tiongkok, India, dan Suriah.

Zat antinutrisi berupa asam fitat dalam biji jawawut dapat  dihilangkan dengan perendaman sebelum diolah. Selain itu, penganan berbahan jawawut juga memenuhi aspek penerimaan cita rasa kuliner dan kemudahan akses tanaman itu. Hasil survei periset di Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di berbagai pameran kuliner, penganan berbasis Jawawut mendapatkan respons yang baik dari para pelancong.

Dari segi rasa sebanyak 90% responden menyatakan enak sekali, dan 10% menyatakan enak. Pada 2019 tim peneliti di BRIN menguji coba pembuatan bubur Jawawut dan berbagai kuliner lain di dua hotel di Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Hasilnya sangat memuaskan baik dari segi rasa maupun penampilan. Sebelumnya dua hotel itu juga telah menyajikan berbagai hidangan berbahan biji-bijian impor sejenis Jawawut.

Penganan berbahan dasar biji Jawawut juga berpotensi mengentaskan masalah stunting atau tengkes Biji Jawawut menjadi salah satu sumber utama energi, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, kaya vitamin B terutama niacin, vitamin B 6, folacin, dan asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, fenilalanin, dan treonin.

 

 

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img