Thursday, August 18, 2022

Karena Okra Lepas Kacamata

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Yustika Nurul Izzah tidak perlu berkacamata setelah konsumsi okra.
Yustika Nurul Izzah tidak perlu berkacamata setelah konsumsi okra.

Bagi Yustika Nurul Izzah di Jember, Provinsi Jawa Timur, tiada waktu berlalu tanpa membaca. Saat menjelang tidur pun ia sempatkan membolak-balik halaman buku dan melahap isinya, seringkali sampai tertidur. Berbagai buku—fiksi maupun nonfiksi—ia jadikan pengisi waktu. Akibatnya indra penglihatan gadis kelahiran 16 tahun lalu itu terganggu.

Dokter mendidiagnosis Izzah mengalami rabun jauh pada usia 14 tahun dan harus mengenakan kacamata berkekuatan -2,5 dan -1,5. Kondisi itu keruan saja mengganggu aktivitasnya, terutama ketika berolahraga. “Kalau kacamata dilepas jadi tidak jelas, tapi kalau dipakai takut jatuh dan terinjak,” kata Yustika. Itu sebabnya setahun berselang, ibunya, Widi Astutik membiasakan putri semata wayangnya itu mengonsumsi buah okra merah.

Jus okra
Widy mengenal okra dari dunia maya. Begitu mengetahui khasiat okra, ia mengimpor benih dari Amerika Serikat dan menanamnya di pekarangan rumah. Ia memetik buah kerabat kapas itu dari kebunnya sendiri. Setiap pagi ia blender 2—3 buah okra muda dengan sebuah jambu biji merah dan menghidangkan untuk Yustika. Semula bocah itu menolak karena aroma dan rasanya yang terasa tidak menyenangkan.

Apalagi sejak kecil Yustika tidak gemar mengonsumsi sayuran dan lebih menyukai makanan cepat saji. Jadilah setiap pagi di kediaman Widi berlangsung adegan kejar-kejaran antara Widy dan Yustika, ibarat adegan film kartun Tom and Jerry. Sebulan berselang, Yustika mulai merasakan perbaikan. Penglihatannya terasa jernih dan “terang”. Padahal semula lingkungan sekelilingnya terasa suram penuh sudut gelap, apalagi setelah senja turun.

Sejak itu ia menurut kepada anjuran sang ibu untuk mengonsumsi okra. Tiga bulan sejak konsumsi, kacamata yang ia kenakan terasa tidak lagi nyaman. Widi lantas mengajak Yustika ke optik untuk memeriksakan mata. Hasil visus—pemeriksaan mata—menunjukkan kadar rabun yang ia derita berkurang. Lensa kacamatanya lantas ditukar dengan lensa berkekuatan lebih kecil alias minusnya lebih kecil.

“Mungkin ada sampai 4 kali tukar-tambah lensa,” kata Widi. Setahun sejak rutin mengonsumsi jus okra, Yustika tidak lagi memerlukan kacamata. Kini Yustika lebih leluasa menyalurkan hobi membaca dan olahraga. Selain itu ia pun mudah mengonsumsi sayuran. (Argohartono Arie Raharjo)

Previous articleEfek Samping Okra
Next articleBiskuit Okra
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img