Monday, November 28, 2022

Kayu Ular Halau Kista

Rekomendasi
Fivi Trianingsih, hamil setelah kista sirna
Fivi Trianingsih, hamil setelah kista sirna

Tanpa operasi, Fivi Trianingsih terbebas dari derita kista.

Pengujung 2009 hati Fivi Trianingsih berbunga-bunga. Maklum, ia positif mengandung anak kedua.  Sayang, kebahagiaan Fivi tidak berlangsung lama. Pada April 2010—memasuki bulan keempat kehamilan, calon buah hati itu gugur sebelum sempat menghirup udara luar. Dokter lantas membersihkan rahim dengan menguret supaya kembali bisa dihuni calon janin.

Setahun berlalu tetapi Fivi tak kunjung hamil lagi. Tidak hanya itu, setiap akan datang bulan, ia didera pusing luar biasa sampai hampir pingsan. Aktivitasnya pun terganggu lantaran ia cepat merasa lelah. Muka Fivi yang semula cerah berseri menjadi lebih gelap sampai kehitaman tanpa sebab jelas. “Sampai dibilang seperti hantu,” kata Fivi.

Pada April 2012, Fivi memeriksakan diri ke rumahsakit di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat itulah dokter menemukan kista hampir sebesar kelereng tumbuh di dinding rahim perempuan 29 tahun itu. Ia pun menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan rontgen untuk menentukan posisi kista. Demi meraih kesembuhan, setiap hari ia harus minum obat penghancur kista. Untuk menjalani pengobatan itu, setiap bulan setidaknya Fivi harus mengeluarkan Rp300.000.

Pahit

Konsumsi buah mengandungantioksidan tinggi baik untuk
penderita kanker
Konsumsi buah mengandung
antioksidan tinggi baik untuk
penderita kanker

Kista merupakan benjolan berisi cairan encer, kental, atau setengah padat yang dibungkus epitel. Munculnya bisa di jaringan mana saja di seluruh tubuh. Menurut dr Sidi Aritjahja di Yogyakarta, nama kista tergantung letaknya. Bila muncul di ovarium dijuluki kista ovarium; di rahim, kista rahim, di payudara, kista mamae. “Sebagian besar kista tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun,” kata dr Kerry Ramlan Kartosen SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan di Rumahsakit Islam Siti Hajar, Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, dalam beberapa kasus kista dapat memicu masalah yang lebih serius.

Kehadiran kista bisa tanpa gejala maupun diiringi rasa nyeri. Pemicu rasa nyeri tergantung ukuran kista, adanya pendarahan, sampai iritasi di perut akibat cairan kista yang pecah. Sebab lain, benjolan kista terpilin sehingga menghalangi aliran darah ke kista. Gejala lain pada kasus kista ovarium (indung telur) berupa tertundanya proses pelepasan sel telur saat ovulasi sehingga siklus haid menjadi tidak teratur.

Menurut Kerry, faktor pemicu munculnya kista belum diketahui sehingga mempersulit pencegahan. Dalam beberapa kasus, kista rahim misalnya bisa bermutasi menjadi kanker rahim. Namun, lagi-lagi penyebab pasti dan pemicu mutasi itu masih misteri. Tiga bulan sejak dinyatakan mengidap kista, teman sang ayah menganjurkan Fivi  mengonsumsi air rebusan kayu songga dikombinasikan dengan daun cangadaa—herbal khas masyarakat Sasak, berbentuk tanaman semak mirip pohon cabai—dan rimpang kunyit.

Jenuh dengan rasa nyeri yang kerap singgah, Fivi pun mencoba. Apalagi pengobatan dengan obat dokter tak kunjung mengusir kista. Untuk sementara Fivi menghentikan konsumsi obat dokter, maklum biaya pengobatan cukup berat baginya.  Ia merebus seruas jari kayu ular, segenggam daun cangadaa, dan cacahan 1 ruas kunyit dalam 3 gelas air hingga tersisa segelas. Ia mengonsumsi ramuan itu 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari sebelum tidur.

Ramuan bercitarasa pahit karena kayu songga mengandung strychnine dan saponin penyebab rasa pahit. Agar pahitnya tidak terlalu terasa, Fivi meminum ramuan selagi hangat hangat kuku. Akhir Oktober 2012, Fivi kembali tersenyum. Saat mengontrol kesehatannya, dokter menyatakan bahwa kista yang semula bercokol di rahim perempuan ramah berkulit cokelat itu lenyap. Setelah sebulan mengonsumsi penyubur kandungan, ia pun kembali hamil.

Tidak langsung

Kayu songga Strychnus lucida sohor digunakan turun-temurun sebagai obat antimalaria oleh masyarakat di NTB. Lantas apa hubungannya dengan kista? Riset Dediwan K dan rekan-rekan dari Divisi Riset dan Teknologi PT Kimia Farma menunjukkan, kayu ular mengandung strychnine, arbutin, kumarin, alkaloid, serta zat pahit. Kandungan itu menjadikan kayu ular berkhasiat antiinfeksi, antimikrob, dan anticendawan parasit. Menurut Lina Mardiana, herbalis di Kota Yogyakarta,  kandungan zat antiradang dalam kayu ular memperbaiki jaringan yang rusak di dalam rahim. Lama kelamaan jaringan kista yang tumbuh tidak pada tempatnya itu tidak memperoleh suplai darah sehingga mengempis dan kembali normal dengan sendirinya,” tutur herbalis yang banyak menangani kasus kesehatan reproduksi pria dan wanita itu. Riset Dr Nelly C Sugiarso Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Islam Bandung membuktikan kayu ular—nama lain songga—berefek antiradang. Semua hewan uji yang diberi serbuk ekstrak air kayu songga pulih dari radang akibat karagenan dalam 24—96 jam.

Valentina Indrajati, herbalis di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyarankan pemberian rimpang temuputih untuk mempercepat pemulihan penderita kista. “Kurkumin bersifat antibakteri sehingga memperkuat kinerja herbal utama,” kata Valentina. Sementara Ning Harmanto, herbalis di Jakarta, menyarankan penderita kista menghindari makanan berlemak untuk mencegah naiknya kadar kolesterol darah. Sebaliknya, ia menyarankan penderita memperbanyak konsumsi buah yang bersifat antioksidan untuk mempercepat pemulihan jaringan tubuh. Fivi Trianingsih membuktikan kayu songga penghalau kista. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Dian Adijaya Susanto)

 

FOTO:

  1. Fivi Trianingsih, hamil setelah kista sirna
  2. Kayu ular mengandung strichnine, arbutin, kumarin, dan alkaloid
  3. Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antibakteri
  4. Konsumsi buah mengandung antioksidan tinggi baik untuk penderita kanker
Previous articleTiga Cara Olah Songga
Next articleAtas Bawah Berkhasiat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img