Thursday, August 18, 2022

Kemenangan Dua Samurai

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Taisho sanshoku di Jakarta, kohaku di Bandung.

 

Lewat voting tertutup lima juri memberi suara kepada taisho sanshoku. Koi berwarna merah, putih, dan hitam itu pun sah sebagai grand champion 4th Jakarta Koi Show 2012 di WTC Manggadua, Jakarta. Taisho sanshoku milik Sugiarto Budiono itu unggul tipis dari pesaing beratnya, kohaku kepunyaan Hendra Effenlie yang mendapat 4 suara. Satu orang juri memberikan suaranya untuk showa, kandidat lain.

Gelar itu kejutan manis buat Sugiarto. “Jangankan target grand champion, rencana ikut kontes pun tidak ada,” ujar Sugiarto. Semula importir ikan samurai itu  hanya bermaksud menyertakan koi sepanjang 81 cm itu pada pameran pendukung kontes. “Teman-teman memprovokasi agar saya ikut kontes,” kata pengelola Jakarta Koi Centre itu. Sepuluh juri asal Indonesia dan Jepang pun terpikat penampilan taisho sanshoku asal Prefektur Fukuoka, Jepang itu. “ Warnanya merata dan seimbang,” kata Ilham Lim, juri asal Indonesia.

Membeludak

Kontes yang diselenggarakan oleh Jakarta Koi Club itu banjir peserta: 751 ikan. Kontes serupa pada 2003 hanya diikuti 621 kontestan. Menurut ketua pelaksana, Hendra Effenlie, itu menunjukkan kian banyak hobiis terjun ke kontes. Peserta terbanyak dari Jakarta. Selebihnya asal Bogor, Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Kendal (Jawa Tengah), Yogyakarta, dan Malang, Surabaya, Kediri (Jawa Timur).

Di ajang itu juga hadir peserta dari Singapura. Tidak percuma Yuki Han, peserta asal Negeri Singa itu menempuh jarak sekitar 900 km ke Jakarta. Di debut perdananya itu para juri-8 pemilik farm koi ternama dari Jepang serta Danny H Lianto dan Ilham Lim asal Indonesia-mengganjar  showa sanshoku miliknya sebagai jumbo champion. “Saya senang mendapat gelar itu dan penyelenggaranya pun profesional,” ujar Yuki. Di akhir lomba pada 26 Februari 2012 itu panitia mendaulat Felix Denanta menjadi juara umum setelah mengumpulkan 13.350 poin dari 15 kelangenannya yang berhasil menduduki tangga juara.

Bandung

Dua pekan berselang, tepatnya pada 10 Maret 2012, kohaku milik Yohanes Yusuf bertakhta di Istana Mekar Wangi, Perumahan Mekar Wangi, Bandung, Jawa Barat. Kohaku berukuran 64 cm itu merebut gelar grand champion di kontes bertajuk 2nd Bandung Young Koi Show 2012.

Kohaku juara itu baru tiba di tanahair tiga hari menjelang kontes. Semula Yohanes menitipkan koi yang dibeli dari Sakai Farm pada Oktober 2011 itu di kolam farm di Mihara City, Hiroshima. Di tanahair, kohaku itu “tinggal” di Samurai Koi Centre, importir di Bandung, sehingga mendapat perawatan optimal. “Saya puas dengan keberhasilan ini. Koi itu memang saya tergetkan menjadi grand champion,” kata Yohanes. Winarso Tanuwidjaya, juri asal Jakarta, menuturkan kohaku berumur 2 tahun itu memenuhi syarat juara. Pola dan bentuk tubuhnya seimbang. “Shiro-nya-warna putih-bersih dan hi-merah-tampak tebal,” kata Winarso.

 

Lomba yang diselenggarakan oleh ZNA Bandung Chapter itu memakai penilaian sistem Jepang yang membagi champion dalam kategori A dan B, memisahkan goyonke (gosanke dan shiro utsurimono) dengan non-goyonke. Menurut Presiden ZNA Bandung Chapter Hartono Soekwanto kontes berlangsung sukses. Di pengujung acara, senyum Achmad Soni yang juga ketua panitia kontes itu terlihat mengembang. Pria asal Bandung itu dinobatkan sebagai juara umum dengan perolehan nilai 8.425 karena 28 koinya menyabet juara. Selamat bagi para pemenang! (Riefza Vebriansyah/Peliput: Bondan Setyawan)

 

Keterangan foto

  1. Para pemilik juara berpose bersama juri
  2. Taisho sanshoku koleksi Sugianto Budiono, sepanjang 81 cm grand champion 4th Jakarta Koi Show 2012
  3. Kohaku 64 cm, koleksi Yohanes Yusuf grand champion 2nd Bandung Young Koi Show 2012
  4. Para juri menggunakan sistem voting untuk menentukan juara

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img