Friday, June 12, 2026

Kenali Perbedaan Daging Sapi, Kerbau, Kambing, dan Domba

Rekomendasi

Masyarakat kerap kesulitan membedakan daging sapi, kerbau, kambing, dan domba, terutama saat momentum Iduladha ketika berbagai jenis daging beredar di pasaran. Padahal, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, baik dari warna, tekstur, aroma, maupun kandungan gizinya.

Dosen Fakultas Peternakan , Dr Henny Nuraini, menjelaskan bahwa karakteristik daging dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari jenis ternak, umur, jenis kelamin, pakan, hingga penanganan sebelum dan sesudah pemotongan.

Menurut Henny, salah satu pembeda paling mudah dikenali ialah warna daging. Warna itu berkaitan dengan kandungan mioglobin, yaitu pigmen protein pada otot.

Semakin tinggi kandungan mioglobin, warna daging akan tampak semakin pekat. Ketika terkena udara, mioglobin berubah menjadi oksimioglobin yang membuat warna daging tampak merah cerah. Seiring waktu, warna tersebut dapat berubah menjadi kecoklatan akibat pembentukan metmioglobin.

Daging sapi umumnya memiliki warna merah cerah. Sementara itu, daging kerbau cenderung lebih gelap. Pada daging domba, warna yang muncul biasanya merah terang hingga merah bata, sedangkan daging kambing tampak lebih muda dan tidak secerah sapi.

Henny menyarankan masyarakat memperhatikan perubahan warna untuk mengecek kesegaran daging. Daging segar biasanya kembali memerah setelah bagian dalamnya terkena udara.

Selain warna, tekstur juga menjadi indikator kualitas. Tekstur memengaruhi tingkat keempukan dan sensasi saat dikonsumsi.

Daging sapi memiliki serat dengan tingkat kekasaran sedang dan cenderung tidak terlalu kaku. Berbeda dengan daging kerbau yang umumnya lebih padat dan kasar, terutama berasal dari ternak berumur tua.

Adapun daging kambing dan domba mempunyai serat lebih kecil dan halus sehingga terasa lebih empuk. Meski demikian, umur ternak tetap memengaruhi tingkat kealotan daging.

Aroma pun menjadi ciri pembeda antarjenis daging. Daging segar umumnya tidak mengeluarkan bau menyengat. Aroma anyir berlebihan atau tengik dapat menjadi tanda penurunan kualitas akibat aktivitas mikroorganisme.

Daging sapi dikenal memiliki aroma relatif ringan. Sementara itu, daging kerbau beraroma lebih tajam. Pada daging kambing, terutama dari kambing jantan berumur tua, bau prengus biasanya lebih kuat. Adapun aroma daging domba cenderung lebih ringan dibandingkan kambing.

Sebagai sumber protein hewani, daging memiliki kandungan gizi yang tinggi. Namun, daging juga termasuk bahan pangan yang mudah rusak apabila penanganannya kurang tepat.

Karena itu, Henny mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses penanganan hingga penyimpanan. Daging sebaiknya terhindar dari kontaminasi sejak pemotongan, distribusi, hingga pengolahan.

Jika belum akan dimasak, daging dianjurkan segera disimpan di lemari pendingin atau dibekukan agar mutu dan kesegarannya tetap terjaga.

Foto: Dok. Canva


Artikel Terbaru

Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru, Perkuat Produktivitas Perkebunan Nasional

Trubus.id — Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menambah varietas unggul untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan nasional. Melalui Sidang Pelepasan Varietas...

More Articles Like This