Keuntungan Tumpang Sari Kerapu dengan Anggur Laut

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pembudidaya bisa meraup dua laba dalam satu tambak. Caranya dengan menumpangsarikan kerapu dan anggur laut. Dengan begitu pembudidaya dapat memanen dua komoditas sekaligus dalam satu tambak.

Teknik itu diterapkan oleh pembudidaya kerapu di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Sudargomari. Ia menebar 5.000— 7.500 bibit kerapu berukuran 6—8 cm di tambak 2.500 m². Artinya padat tebar 2—3 kerapu per m².

Berselang 8 bulan Sudargomari memanen 2,5 ton kerapu.  Syarat panen kerapu minimal berbobot 500 gram per ekor. Harga jual kerapu Rp115.000 per kg sehingga omzet Sudargomari dari perniagaan kerapu Rp287,5 juta per musim per kolam.

Total jenderal ia mengelola 10 kolam dengan luasan sama. Masa budidaya kerapu hingga 8 bulan memang cukup lama. Namun, Sudargomari tidak mesti menunggu 8 bulan demi mendapatkan pendapatan.

Pasalnya, ia juga meraup pendapatan tambahan dengan menjual komoditas sampingan berupa latoh atau anggur laut (Caulerpa lentillifera). Anggur laut tumbuh sentosa di tepi tambak.

Sudargomari membudidayakan latoh di pinggir tambak 3 pekan sebelum penebaran benih ikan kerapu. Panen latoh perdana ketika tanaman berumur 45 hari. Panen berikutnya di lokasi yang sama 45 hari kemudian.

Menurut Sudargomari volume sekali panen 25—30 kg anggur laut. Namun, pembudidaya kerapu sejak 2000 itu menanam latoh di 10 tambak. Oleh karena itu, ia memanen latoh setiap hari—hingga masa budidaya kerapu berakhir atau 8 bulan—dengan volume sama. Artinya Sudargomari 195 kali memanen latoh dengan volume total 4.875—5.850 kg dalam satu periode budidaya.

Harga jual anggur laut Rp30.000 per kg sehingga pendapatan tambahan Sudargomari Rp750.000—Rp900.000 per hari. Interval panen anggur laut di 10 tambak memang setiap hari. Sejatinya harga anggur laut bisa lebih mahal dengan penjualan daring (online).

Namun, harga jual lebih murah untuk pasar lokal di Lamongan. Harap mafhum, pasokan anggur laut relatif melimpah. Menurut Sudargomari membudidayakan latoh di kolam kerapu tidak perlu perlakuan khusus.

Ia hanya menebar benih anggur laut di area tepi tambak berkedalaman 50 cm. Anggur laut pun tumbuh sentosa secara alami di tambak. Banyak pembudidaya kerapu lain yang mengikuti jejak Sudargomari, tetapi anggur laut tidak tumbuh.

“Kegagalan terutama ketika memberikan asupan kimia dan obat-obatan berlebih di tambak,” kata ayah 3 anak itu.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

USK Olah Ampas Kopi Jadi Briket Biomassa dan Dupa Wangi

TRUBUS.ID — Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah organik melalui Barabung Brewcraft. Inovasi itu mengolah ampas kopi...

More Articles Like This