Friday, January 16, 2026

Kombinasi Tanaman Herbal Berpotensi Mengatasi Diabetes Melitus

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Mengonsumsi tanaman berkhasiat obat menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk mengatasi beragam keluhan kesehatan. Seperti halnya, upaya konsumsi herbal untuk mengatasi diabetes melitus.

Ada tiga herbal yang berkhasiat menyembuhkan diabetes melitus. Diantaranya, kombinasi daun jamblang (Syzygium cumini), kayu secang (Caesalpinia sappan), dan herba sambilata (Andrographis paniculata).

Itu berdasarkan hasil penelitian periset dari Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia, apt. Eem Masaenah, M.Si, Prof. Dr. Apt. Berna Elya, M.Si dan tim dari Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.

Berna dan tim mengkaji efek antidiabetes dan toksisitas akut kombinasi daun jamblang, kayu secang, dan herba sambilata dengan perbandingan 1: 1:1. Riset praklinis itu menggunakan tikus sebagai hewan uji yang diinduksi streptozotocin berdosis 35 mg/kg berat badan (BB).

Hasil riset praklinis itu menunjukkan bahwa pemberian Andrographis paniculata, Syzgium cumini, dan Caesalpinia sappan pada dosis 150 mg/ kg BB menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol (low density lipoprotein, LDL) tukus.

Eem mengatakan tikus yang semula berkadar gula 480,20 ± 20,97 mg/dl menjadi 364,80 ± 62,50 mg/dl setelah mendapatkan perlakuan kombinasi daun jamblang, kayu secang, dan herba sambilata.

Andrografolid yang merupakan bahan kimia aktif dalam sambilata memiliki potensi sebagai antidiabetes. Seluruh bagian tanaman jamblang memiliki polifenol tinggi. Metabolit sekunder pada daun jamblang berupa kuersetin juga berperan mengontrol gula darah.

Adapun secang memiliki brazilin sebagai senyawa aktif utama yang aman menurunkan kadar gula darah. Kombinasi beberapa formula herbal untuk pengobatan diabetes memberikan efek penyembuhan lebih baik karena sinergitas antarbahan.

Ketua umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M. Si., mengatakan diabetes melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik gula darah tinggi yang diakibatkan kelainan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Inggrid menuturkan, diabetes melitus terbagi menjadi 4 tipe yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, dan diabetes melitus tipe lainnya.

Penderita diabetes sering mengalami kehausan, lelah, pandangan kabur, serta mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki. Gejala lainnya luka sulit sembuh, penurunan bobot badan, serta sering buang air kecil dan mulut kering.

Pengobatan menggunakan bahan herbal selain mudah didapat dan murah juga relatif lebih aman dan mampu mengoptimasi sistem tubuh. Daun jamblang mengandung beberapa metabolit seperti flavonoid, asam fenolik, tanin, dan terpen.

Herba sambilata memiliki senyawa terpen antara lain andrografolid, neoandrografolid, 14-deoxyandrografolid, dan andrografosid yang berperan mengontrol gula darah. Adapun kayu secang memiliki senyawa homoisoflavonoid dan fenol yang yang berperan menurunkan gula dan lemak darah.

Setiap bahan berpotensi menurunkan gula darah dan lemak darah. Kombinasi ketiganya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penurunan kadar gula darah. Sebagai upaya pencegahan dan penatalaksanaan diabetes melitus, penderita perlu melakukan gaya hidup sehat.

Misal mengonsumsi pola makan nabati dan herbal yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes, sehingga  mengontrol risiko. Pencegahan lain dengan melibatkan aktivitas fisik dan rutinitas harian, manajemen stres, serta istirahat yang cukup.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img