Sunday, July 14, 2024

Komunitas Aspera, Penyelamat Ular dan Reptil

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Komunitas Aspera dibentuk dalam rangka sebagai upaya penyelamatan ular dan reptil lain. Selain itu, peran Komunitas Aspera adalah mengedukasi masyarakat tentang seputar ular. Komunitas yang berdiri pada 28 Desember 2012 ini memang kerap membantu masyarakat melakukan penangkapan dan penyelamatan ular.

Roy Silalahi, Ketua Komunitas Aspera, selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut ketika menemukan ular atau reptil di pemukiman. Namun, disarankan untuk tetap waspada. Selama ular atau reptil tidak merasa terganggu, hewan itu tidak akan menyerang sebagai upaya melindungi dirinya.

Roy menyarankan, ketika takut dengan ular dan merasa terancam, sebaiknya memanggil Komunitas Aspera. Menurutnya, anggota Aspera akan siap membantu, apalagi jika ular yang ditemui adalah ular berbisa. Aspera akan mengupayakan untuk terjun langsung ke lokasi untuk menangkapnya sebagai langkah penyelamatan ular sekaligus edukasi masyarakat.

“Ular yang ditangkap anggota Aspera, akan dilepasliarkan kembali ke alam atau dipelihara untuk sarana edukasi,” tuturnya.

Nama Komunitas Aspera, diambil dari nama spesies ular boa tanah papua, yaitu Candoia aspera. Ular aspera memiliki panjang 60–80 cm, warna cokelat gelap bercorak kemerahan. Satwa anggota keluarga Boidae itu merupakan ular asli Indonesia.

Ular endemik itu terkenal dengan sebutan mono tanah, tidak berbisa, tetapi gigitannya cukup berbahaya karena dapat menyebabkan luka yang cukup serius.

Sampai saat ini, anggota Komunitas Aspera berasal dari berbagai daerah, seperti Kota Depok, Kabupaten Bogor, Jakarta, dan Tangerang.

Para anggota komunitas yang umumnya pencinta reptil itu aktif di berbagai kegiatan edukasi, herping atau eksplorasi di suatu wilayah untuk menidentifikasi spesies yang ditemukan, sweeping (panggilan pembersihan wilayah di kawasan pemukiman berdasarkan panggilan dari warga setempat), dan rescue (upaya penyelamatan reptil).

Roy menyampaikan, edukasi akan diadakan di lingkungan terbuka. Selain itu, mereka menerima undangan dari institusi pendidikan, mulai dari anak-anak hingga umum. Sosialisasi edukasi yang diberikan seputar pemberian informasi mengenai identifikasi spesies reptil dan pertolongan pertama pada gigitan ular kepada masyarakat.

Komunitas Aspera juga menjalin kemitraan dengan beberapa komunitas pencinta reptil yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Reptil Jabodetabek (PKBRJ).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img