Thursday, May 7, 2026

Petani Milenial Didorong Kembangkan Cabai Katokkon asal Toraja

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Cabai menjadi salah satu komoditas yang harganya kerap mengalami kenaikan. Melonjaknya harga cabai mengakibatkan inflasi. Mafhum saja, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis.

Apalagi saat hari-hari besar, permintaan cabai cukup tinggi. Sementara itu, ketersediaan stok cabai berkurang karena faktor iklim atau akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) cabai.

Retno Sri Hartati Mulyandari, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, mendorong petani milenial untuk menanam cabai. Salah satu varietas cabai yang disarankan adalah cabai katokkon, varietas cabai lokal dari Tana Toraja.

Menurutnya, cabai katokkon mempunyai ciri khas rasa yang sangat pedas dibanding cabai rawit biasa. Cabai katokkon memiliki aroma harum mewangi. Harga cabai katokkon juga relatif lebih stabil.

Ia mencontohkan cabai katokkon telah dikembangkan oleh para petani muda di kawasan Pacet, Cipanas, Ciapus, Bogor dan Sukabumi. Total luas lahan yang ditanami cabai katokkon 28 hektare.

“Jadi di sini ada agropreneur milenial yang tengah mengembangkan cabai katokkon varietas lokal dari Toraja. Ini patut dijadikan contoh betapa kaum muda sekarang sudah banyak yang terjun ke pertanian dan tentunya memiliki omzet yang luar biasa,” kata Retno dalam kunjungannya ke lahan cabai katokkon di daerah Pacet, Cianjur, Jawa Barat (10/9), seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Menurut Canesia Aisah, Direktur Utama PT Arsy, cabai katokkon berpotensi menghasilkan produktivitas tinggi. Populasi tanaman cabai katokkon per hektare bisa mencapai 30 ribu tanaman. Potensi hasil 30 ton per hektare dengan perawatan optimal.

“Harganya cukup stabil, kami mematok harga Rp50 ribu per kilogram. Cabai ini mampu panen hingga 26 kali petik, sehingga kami memiliki omzet kotor Rp1,5 miliar atau bersihnya kurang lebih Rp800 juta,” tuturnya.

Salah satu rekan Aisah, Ratna Kartika Putri menambahkan, dengan penghasilan yang didapatkan, terbilang cukup untuk menggaji sebanyak 50 pegawai.


Artikel Terbaru

Kecipir Berpotensi Jadi Bahan Pakan Gurami, Kecernaan Protein Tembus 70%

Trubus.id—Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Deisi Heptarina, bersama tim mengembangkan formulasi pakan ikan gurami (Osphronemus goramy) berbasis...

More Articles Like This