Wednesday, September 28, 2022

Konsumsi Bekatul Bisa Sembuhkan Penyakit Kronis

Rekomendasi

Trubus.id — Bekatul seringkali identik dengan pakan unggas. Padahal, faktanya bekatul juga berfaedah sebagai pangan yang menyehatkan dan bisa menyembuhkan penyakit kronis. Seperti halnya Rohani, sembuh dari beragam penyakit kronis berkat rutin mengonsumsi bekatul setiap hari.

Sebelumnya, jantung rohani kerap berdebar kencang, nyeri dada, berkeringat sebesar butiran jagung, dan radang sendi di lutut. Tekanan darahnya juga tinggi hingga 200/110 mmHg. Tidak berhenti di situ, ia juga mengidap diabetes melitus dan kolesterol tinggi. Bobot tubuh Ani—sapaannya—mencapai 80 kg. Padahal, tinggi badan hanya 149 cm. Kondisi kesehatan Ani kronis.

“Menurut dokter, semua anggota tubuh saya sakit, hanya ginjal saja yang masih sehat,” kata Rohani.

Namun, kini sejak Ani rutin mengonsumsi bekatul, badannya semakin bugar. Tekanan darahnya stabil pada 120/80 mmHg, detak jantung kembali normal, bobot tubuh juga stabil 63 kg. Ani lincah naik-turun tangga.

Kesehatan Ani yang terus membaik itu berkat rutin mengonsumsi bekatul. Bekatul hasil sampingan dari proses penggilingan atau penumbukan gabah menjadi beras. Akibat penggilingan terjadi pemisahan endosperma beras dan bekatul—lapisan yang menyelimuti endosperma.

Ani mengambil satu kemasan bekatul berbobot 50 gram, lalu menuangkannya ke dalam gelas bersih, dan menyeduh dengan 200 cc air panas.

Ia mengaduk larutan hingga merata, menambahkan gula semut, madu, atau susu. Kadang-kadang ia mencampurkan jahe atau havermut supaya terasa lebih mengenyangkan. Aroma dan cita rasa bekatul amat lezat.

Ia mengonsumsinya sebelum makan. Ani rutin meminum larutan bekatul 8 hingga 10 gelas dalam sehari. Setiap merasa lapar atau tidak enak badan, ia mengonsumsi bekatul. Singkat kata, bekatul beras menjadi pengganti camilan ataupun nasi bagi Ani.

Menurut Ani mengonsumsi bekatul saja cukup memenuhi energinya hingga siang hari. Ia tidak mengonsumsi suplemen supaya tetap bugar dan terhindar dari nyeri badan. Padahal, saban hari Ani mengajar di tiga lokasi berbeda. Namun, tubuhnya tetap bugar sejak rutin mengonsumsi bekatul.

Menurut Prof. Dr. Ir. Made Astawan, M.S., dan Ir. Andi Early Febrinda, M.Si., ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor dan dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, bekatul sarat serat pangan dan fitosterol—kolesterol baik asal tumbuhan. Kandungan nutrisi itu membuat bekatul beras memiliki efek menurunkan kolesterol dalam darah atau hipokolesterolemik.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img