Friday, May 1, 2026

Kopi Robusta Hibiro Puslitkoka Berpotensi Produksi 2,8 Ton per Hektare

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) merilis lima kopi hibrida biklonal robusta—disingkat hibiro—yakni Hibiro 1 Puslitkoka, Hibiro 2 Puslitkoka, Hibiro 3 Puslitkoka, Hibiro 4 Puslitkoka, dan Hibiro 5 Puslitkoka.

Kelimanya tergolong kopi robusta unggulan alias fine robusta yang dicirikan nilai uji cita rasa (cup testing score) lebih dari 80. Adapun nilai tertinggi didapat Hibiro 3, yakni 85. Namun pekebun swasta dan petani sangat menyukai Hibiro 5 lantaran ukuran biji besar.

Nilai uji cita rasanya tak kalah dari Hibiro 3, yakni 84,25. Robusta yang berkembang di Indonesia merupakan keturunan jenis congolese yang terkenal enak dibanding robusta Vietnam keturunan guinean dan robusta Brasil keturunan conillion.

Peneliti Puslitkoka, Dr. Ir. Retno Hulupi, S.U., mengatakan, robusta tidak boleh dihilangkan karena menjadi penciri Indonesia sebagai penghasil robusta. Menurutnya, robusta Indonesia bisa dibilang paling enak dibanding Vietnam dan Brasil.

Lazimnya, produktivitas kebun kopi robusta di Indonesia rata-rata 810 kg per hektare per tahun. Potensi produksi kopi robusta Hibiro Puslitkoka melampaui angka itu, dengan potensi produksi mencapai 2,5 ton/hektare/tahun. Bahkan produksi Hibiro 1 hingga 2,8 ton/hektare/ tahun.

Menurut Retno tanaman asal biji berbuah pada tahun kedua. Tahun kedua belajar berbuah, kemudian tahun ketiga panen. Meski belum memperoleh laporan dari pekebun, Retno yakin hasil panen tahun ketiga melebihi dua ton per hektare.

Kopi hibrida biklonal robusta—hibiro—merupakan hasil pemuliaan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) yang resmi dirilis pada awal 2019. Kelima varietas Hibiro cocok dibudidayakan di daerah basah seperti Sumatra.

Produksi robusta terbesar berasal dari segitiga emas Sumatra yakni Lampung, Sumatra Selatan, dan Bengkulu. Salah satu kendala budidaya robusta yakni tanaman ini menyerbuk silang sehingga persarian kemungkinan besar gagal saat musim hujan.

“Kalau hibrida ini cocok di daerah basah, pasti juga cocok di daerah kering,” kata Retno.

Keunggulan Hibiro lainnya yakni dapat dibudidayakan dari biji. Selama ini, perbanyakan kopi dilakukan secara klonal dengan setek dan sambung. Perbanyakan klonal dengan persentase keberhasilan tinggi cukup sulit dilakukan oleh petani.

Bibit klonal yang dihasilkan Puslitkoka biasanya memiliki persentase keberhasilan lebih dari 90% sedangkan perbanyakan oleh petani jauh di bawah angka itu. Selain itu, petani biasanya mengambil bahan perbanyakan dari kebun sendiri yang keturunannya belum tentu mewarisi karakteristik unggul sang induk.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This