Friday, January 16, 2026

Kriteria Alpukat yang Dikehendaki Pasar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Ada beragam kriteria alpukat yang bisa diterima pasar. Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama, Vendi Tri Suseno, S.T.P., kriteria alpukat yang diinginkan pasar harus daging tebal, daging buah berwarana kuning seperti mentega, bercita rasa gurih legit, dan berbobot seragam 300—400 gram per buah.

Buah berkulit mulus juga menjadi keharusan. Artinya, selain lezat di lidah permintaan pasar swalayan juga menghendaki kulit buah alpukat mulus agar sedap dipandang.

“Kalau kulit tidak mulus sulit meyakinkan konsumen,” kata Vendi.

Posisi alpukat di pasar setara dengan buah meja lain seperti melon dan semangka. Permintaan buah anggota famili Lauraceae itu melonjak. Menurut Vendi, PT Laris Manis Utama masih kekurangan pasokan alpukat 17 ton mentega per pekan dari total permintaan 20 ton.

Vendi menuturkan, idealnya pekebun memanen pada saat tepat sehingga setelah sampai di tangan konsumen buah alpukat matang sempurna. Pasalnya konsumen menyenangi alpukat dengan pemeraman singkat.

Salah satu alpukat yang memenuhi kriteria itu jenis cipedak atau miki. Menurut Vendi jenis yang memungkinkan masuk kriteria premium antara lain mentega probolinggo, cipedak atau miki, kendil, dan wina.

“Daging kuning tebal, berbiji kecil, cita rasa enak, dan kulit mulus bisa masuk pasar premium,” kata Vendi.

Menurut pemasok alpukat premium di Kota Bekasi, Jawa Barat, Adi Indra Permana, S.T.P., kriteria alpukat masuk kelas premium yakni bertekstur pulen, berwarna daging kuning, bercita rasa manis, legit, dan berkulit hijau mulus.

Adi menjual 400—800 kg alpukat premium seharga Rp55.000 per kg setiap bulan. Konsumen dari kalangan menengah ke atas yang rela membayar lebih demi merasakan cita rasa alpukat yang optimal.

Menurut Vendi sejatinya ada dua segmen pasar premium. Pertama, pasar alpukat mentega (merujuk pada alpukat berdaging kuning seperti mentega) dengan harga jual sekitar Rp50.000 per kg.

Setahun terakhir ada pula segmen baru yakni alpukat hass lokal. Artinya, alpukat jenis hass yang berhasil panen di dalam negeri, bukan buah impor. Menurut Vendi harga hass lokal mencapai Rp100.000 per kg.

Syarat alpukat hass untuk pasar domestik berkulit mulus dan cita rasa enak. Cita rasa hass gurih, legit, sedikit pahit tetapi enak, pahitnya seperti teh atau kopi. Pasokan hass lokal PT Laris Manis Utama masih 500—1.000 kg per pekan.

“Pasokan masih sedikit dan selalu terserap habis,” kata alumnus Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada itu.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img