Saturday, August 13, 2022

Kuat Karena Kunyit

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Rimpang kunyit mengandung kurkumin mustajab meningkatkan kekebalan tubuh.

Efek imunomudulator diperoleh setelah mengonsumsi rimpang kunyit.

Trubus — Sebutannya beragam: turmeric, curcuma, atau kunir. Semua mengacu pada kunyit Curcuma longa bersinonim Curcuma domestica. Nama genus curcuma pinjaman bahasa Sansekerta, kunkuma mengacu pada kunyit dan safron Crocus sativus. Namun, Curcuma identik dengan kunyit yang menjadi bagian dari budaya Nusantara sebagai bumbu kuliner dan pewarna. Senyawa paling signifikan yang menyumbang kebermanfaatan kunyit bagi manusia adalah kurkumin.

Sediaan kunyit yang beredar di masyarakat beragam, ada rimpang segar, irisan rimpang kering, dan serbuk.

Kurkumin senyawa golongan polifenol yang lazim ditemukan pada kelompok tanaman bergenus Curcuma seperti kunyit dan temulawak. Berbagai khasiat kurkumin antara lain antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker, penurun gula darah, dan imunomodulator. Senyawa itu mampu mengikat reseptor virus sehingga menghalangi virus menempel di sel tubuh sekaligus menghambat proses perbanyakan virus di tubuh inang.

Peran kurkumin

Periset di Balai Besar Penelitian dan Pengembang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan, Dr. Ir. Yuli Widiyastuti, MP, menuturkan, seyawa kurkumin berperan ganda. Kedua peran itu adalah sebagai “sponsor” pembentukan angiotensin coverting enzyme 2 (ACE-2) dan menghambat perbanyakan virus. Pengikatan kurkumin pada reseptor virus diuji coba pada virus SARS-CoV2.

Kurkumin bersifat imunomodulatoris—agen kimia yang memodifikasi respons kekebalan atau fungsi sistem kekebalan tubuh baik menstimulasi maupun menghambat produksi unit-unit sistem kekebalan tubuh. Selain itu kurkumin juga berperan sebagai antiinflamasi. Yuli mengatakan, kurkumin mampu menghambat pelepasan sitokin proinflamasi.
Periset di Fakultas Kedokteran Mashhad University of Medical Sciences, Iran, Hamid Mollazadeh dan rekan, membuktikan, kurkumin mampu menginduksi ekspresi dan produksi dari senyawa interleukin 10 yang berfungsi sebagai faktor penghambat inflamasi. Kurkumin termasuk dalam kelompok kurkuminoid (CUR). Kelompok fenol penghasil warna kuning itu memiliki anggota lain yaitu demethoxykurkumin dan bisdemethoxykurkumin.

Bahan aktif dalam kunyit kurkuminoid, yang bermanfaat bagi imunitas tubuh, memiliki warna kuning.

Kurkuminoid berefek neuroprotektif atau melindungi saraf, memodulasi (memicu atau menghambat sesuai kebutuhan) metabolisme molekuler seperti proses transkripsi, inflamasi, dan kerja enzim. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, asupan kurkuminoid harian yang memadai sebagai bahan tambahan makanan 3 mg per kg bobot tubuh.

Selain senyawa aktif kurkumin, kunyit memiliki banyak senyawa aktif lainnya yang bersifat menjaga performa sistem kekebalan tubuh. Menurut Pan Min-Hsiung dan rekan dari College of Life Sciences, Huanggang Normal University, Hubei, Tiongkok, kunyit mengandung senyawa aktif ukonan yang bersifat antiinflamasi dan imunomodulator. Ukonan mempromosikan respons imun seluler dan memperpanjang masa hidup jaringan tubuh dengan meningkatkan respons imun dan fungsi telomer—bagian pada Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang berfungsi menjaga kestabilan materi genetik.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat menyebutkan konsumsi kunyit aman bagi kesehatan. Menurut Yuli selama ini belum ada laporan efek samping pada manusia terkait suplementasi senyawa kurkumin maupun kunyit. Argumentasi mengenai dampak buruk kurkumin, “Hanya didasarkan pada sebuah artikel uji praklinik pada tikus bukan pada manusia dengan tanpa melibatkan virus Covid-19,” kata Yuli.

Rebus rimpang

Dr. Ir. Yuli Widiyastuti, periset dari Balai Besar Penelitian dan Pengembang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan.

Efek kurkumin sebagai senyawa tunggal tentu tidak bisa disetarakan dengan efek dari minum rebusan kunyit yang masih mengandung puluhan bahkan ratusan senyawa kimia dengan efek sangat beragam. Menurut Yuli masyarakat dapat memanfaatkan kunyit untuk menjaga kekebalan tubuh pada masa pandemi virus korona. Caranya dengan mengiris tipis dua rimpang kunyit—masing-masing sebesar ibu jari atau sekitar 10 gram.

Rebus irisan itu bersama 3 gelas air hingga mendidih selama 15 menit atau air rebusan tinggal 1 gelas. Saring, dan konsumsi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur mengoptimalkan khasiat kunyit. Dokter penganjur herbal di Kota Depok, Jawa Barat, dr. Erna Cipta Fahmi, mengatakan, konsumsi sediaan kunyit sebelum tidur. Periset di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Sukrasno, menyarankan pengolahan rimpang kunyit segar dengan cara diparut. Tujuannya supaya kandungan bioaktif di dalam kunyit lebih banyak yang keluar ketika dilarutkan.

Khasiat kunyit bagi kesehatan tubuh sangat beragam, khususnya membantu menjaga normalitas fungsi metabolisme dan meningkatkan kebugaran tubuh. Lailatul Muniroh dari Departemen Gizi dan Kesehatan, Universitas Airlangga, menguji klinis minyak asiri kunyit terhadap penderita asam urat. Hasilnya minyak asiri kunyit manjur meredakan radang sendi akibat asam urat. Pasien mengonsumsi kapsul mengandung 0,5 ml sebanyak 25 mg per kg bobot tubuh. Hasilnya kadar urea dalam darah penderita kelompok uji menurun. (Tamara Yunike)

Previous articleCara Lezat Jaga Imun
Next articleLada Bikin Lebih Fit
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img