
Khasiat kedelai menghaluskan kulit teruji secara ilmiah.
Konsumsi rutin susu kedelai benteng bagi tubuh. Dalam segelas susu kedelai terdapat 20 mg isoflavon, yaitu sumber antioksidan potensial. Isoflavon bermanfaat untuk mengurangi kolesterol, mengurangi gejala menopause, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko kanker. Selain itu isoflavon juga berkhasiat bagi kecantikan kulit sekaligus menjaga kehalusan kulit.
Menurut dosen di Jurusan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Antuni Wiyarsi, Spd.Si, M.Sc. susu kedelai hasil ekstraksi yang kaya protein. Protein itu memiliki susunan asam amino mirip susu sapi. Itulah sebabnya susu kedelai sering kali digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi mereka yang alergi terhadap protein hewani. Susu kedelai merupakan minuman bergizi tinggi, terutama karena kandungan protein.
Pangan fungsional
Selain itu susu kedelai juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium fosfor, zat besi, provitamin A, dan vitamin B kompleks (kecuali B12). Dibandingkam dengan susu sapi yang bisa meningkatkan kolesterol susu kedelai justru menurunkan kolesterol. Selain itu susu kedelai juga kaya isoflavon. Dalam segelas susu kedelai terdapat kurang lebih 20 mg isoflavon, yaitu sumber antioksidan potensial.
Isoflavon bermanfaat untuk mengurangi kolesterol dan mengurangi gejala menopause. Beberapa penelitian lain menyimpulkan isoflavon berperan menurunkan risiko osteoporosis,

kanker payudara, dan arteriosklerosis. Dosen di Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. Ir. Nurrahman, M.Si., mengatakan, dalam kedelai, mayoritas isoflavon terdapat pada kotiledon biji.
Kadar isoflavon kedelai mencapai 1,2—3,3 mg tergantung varietas dan lokasi tumbuh. Nurrahman menuturkan, isoflavon bersama vitamin E dan betakaroten menentukan nilai aktivitas antioksidan kedelai. Kedelai disebut pangan fungsional karena bermanfaat untuk kesehatan sebagaimana riset Muhammad Khurram Waqas. Periset dari Fakultas Farmasi Unversitas Islam Bahawalpur, Pakistan, itu meneliti khasiat kedelai untuk kesehatan kulit.

Dalam penelitiannya Khurram menyatakan, kedelai mengandung banyak komponen fungsional antara lain asam fenolat, flavonoid, isoflavonoid (kuercetin, genistein, dan daidzein), protrin, tanin, dan proanthocyanidins. Ekstrak biji kedelai dan susu kedelai juga berpengaruh kosmetik. Selain itu kedelai juga bermanfaat dermatologis seperti antiinflamasi, merangsang efek kolagen, antioksidan potensial, penangkal radikal bebas, memutihkan kulit, dan perlindungan terhadap radiasi sinar ultraviolet.
Memutihkan kulit
Fenolat, salah satu senyawa dalam kedelai, diduga dapat mencegah pengaruh radikal bebas ultraviolet dan peroksidasi lipid. Konsentrasi fenolat dalam biji kedelai matang 1—3 mg per g biji kedelai. Adapun kedelai yang dihilangkan lemaknya mengandung fenolat 4 mg per g. Komponen utama dalam kedelai adalah protein yang menyusun 30—50 gram per 100 gram kedelai. Protein berkontribusi pada pasokan asam amino esensial dan nitrogen bagi manusia.
Komponen utama protein kedelai adalah betacoglycinin dan glycinin yang mewakili 65—80% dari protein total. Protein inhibitor tripsin dalam susu kedelai akan menghambat peseptor protease aktif sehingga akan menyebabkan depigmentasi kulit atau memutihkan kulit dengan mengurangi melanosom oleh keratinosit sehingga mengurangi transfer melanin. Dengan khasiat itu, kedelai dapat berfungsi sebagai alternatif pengobatan alami hiperpigmentasi.

Aktivitas depigmentasi kedelai itu juga di teliti secara in vitro dan in vivo. Penghambatan elastases fibroblast dapat melindungi elastisitas jaringan kulit dari frakmentasi dan mengurangi pembentukan kerut pada hewan pengerat. Ekstrak nondenaturasi kedelai diketahui memiliki aktivitas penghambatan elastase. (Muhammad Awaluddin)
