Tuesday, November 29, 2022

Lahir dari Sambung Susu

Rekomendasi

Jaboticaba, anggur tropis bercita rasa manis segarTeknik sambung susu dapat menjadi pilihan untuk memperbanyak jaboticaba. Tingkat keberhasilannya 100%.

P ermintaan bibit jaboticaba Plinia cauliflora mengalir deras ke penangkar buah di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Jefry Abdurahman. Pada Desember 2011, ia mesti memenuhi permintaan 1.000 bibit dari seorang klien asal Jakarta. Berbagai cara Jefry tempuh untuk menggenjot produksi bibit. Salah satunya dengan mencangkok tanaman. Pada tanaman buah lain, teknik itu ideal untuk memperoleh bibit dalam jumlah banyak dan cepat berbuah. Namun, cara itu gagal diterapkan pada jaboticaba. Setelah menunggu 4 bulan, cangkokan, tak kunjung mengeluarkan akar.

Sutrisno, memperbanyak jaboticaba secara sambung susu. Proses cepat, keberhasilan 100%.Pengalaman serupa dialami Eddy Soesanto, penangkar buah di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari sepuluh kali mencoba, sebanyak itu pula Eddy gagal. “Saat cangkokan berumur 8 bulan, barulah tampak bintil—yang diduga akar—pada bekas keratan. Namun, itu terlalu lama sehingga kurang efektif,” tuturnya.

Sambung susu
Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Ir Edhi Sandra MSi, lapisan kambium yang tipis penyebab jaboticaba sulit diperbanyak dengan cara cangkok. Hormon dalam tanaman pun turut mempengaruhi keberhasilan perbanyakan secara vegetatif. “Bila terjadi dominasi auksin (hormon pengatur pertumbuhan tunas dan permeabilitas membrane sel, red), sedangkan kadar sitokinin rendah, tanaman sulit berakar,” katanya. Oleh karena itu sebaiknya modifikasi teknik cangkok dengan pemberian hormon sitokinin yang kaya vitamin dan asam amino.
Jefry pun mencoba memperbanyak pohon anggota keluarga jambu-jambuan itu dengan setek akar. Kali ini berhasil. Bibit mulai memunculkan daun setelah berumur 3  dan siap jual 1,5—2 tahun kemudian. Sayang, jumlah bibit yang dihasilkan terbatas. Bila terlalu banyak akar yang dipotong, khawatir mengancam pertumbuhan pohon induk. Akhirnya pemilik Zahra Nursery itu memperbanyak anggur brasil melalui biji meski sejak semai hingga siap jual perlu waktu 2—3 tahun. Tanaman asal biji berbuah perdana setelah berumur minimal 10 tahun.
Nun di Ponorogo, Jawa Timur, Sutrisno memperbanyak guaperu secara sambung susu dengan tingkat keberhasilan 100%. Ia menggunakan batang bawah jaboticaba berumur 1,5 tahun dan berdiameter cabang 1—2 cm. “Asalkan warna batang sudah kecokelatan dan sehat,” ujar pemilik nurseri Putera Kencana itu. Sebelumnya Sutrisno pernah mencoba batang bawah kerabat jaboticaba seperti dewandaru Eugenia uniflora, pucuk merah Syzygium oleina, dan jambu biji Psidium guajava, tapi gagal.

100%

Sutrisno lalu memangkas miring batang bawah dengan pisau tajam dan steril pada ketinggian 10—20 cm dari pangkal batang sepanjang 4 cm. “Batang dipotong miring agar bidang tempel lebih luas,” ujarnya. Menurut Edhi Sandra, “Bidang tempel yang luas membuat kambium yang menempel juga semakin banyak, keberhasilan pun tinggi.”
Setelah itu pilih calon entres berwarna kecokelatan dan berdiameter sama besar dengan batang bawah. Sayat sepanjang ukuran sayatan pada batang bawah. Tebal sayatan kira-kira 1/5 diameter cabang. Tempelkan batang bawah dan atas, lalu ikat dengan plastik es erat-erat hingga menutupi seluruh sambungan. “Bila sambungan bergeser bisa gagal,” tutur ayah 2 anak itu. Pascapenyambungan siram batang bawah setiap 2 hari. Dalam satu cabang Sutrisno membuat 2—3 susuan.
Setelah 2,5 bulan biasanya sambungan merekat sempurna. Tandanya daun lebih hijau dan tidak ada yang menguning. Setelah itu potong entres 2—3 cm di bawah sambungan agar tidak stres setelah dipisah. Simpan bibit di ruang tertutup berdinding plastik tebal transparan berukuran 2 m x 4 m. Saat penyimpanan susun polibag dengan kemiringan 45o. “Pertumbuhan tanaman jadi lebih subur ketimbang tanaman di polibag yang diletakkan tegak,” ujar Trisno.
Edhi  menduga, polibag diletakkan miring untuk mengurangi gaya gravitasi lebih kecil ketimbang posisi tegak sehingga kapilaritas air dan nutrisi dari akar ke seluruh bagian tanaman lebih cepat. Alhasil seraya memulihkan luka, proses metabolisme tanaman pun tetap lancar.
Sepekan kemudian pindahkan bibit ke tempat yang ternaungi jaring peneduh berkerapatan 50%. Sepekan berselang  simpan jaboticaba di tempat yang mendapat sinar matahari penuh. Sisa entres di bawah sambungan dapat dipangkas habis bila pertumbuhan tanaman sudah stabil dan muncul tunas-tunas baru.
Sejak setahun terakhir Sutrisno sudah menghasilkan 105 bibit hasil sambung susu. Edhi menuturkan penyambungan entres yang masih menyatu dengan pohon induk membuat kondisi di area sambungan lebih stabil. Pantas Trisno sukses memperbanyak guaperu dengan tingkat keberhasilan 100%. (Tri Istianingsih)

Previous articleRaksasa Tanpa Biji
Next articleKumbang Herbisida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img