Thursday, August 18, 2022

Raksasa Tanpa Biji

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ukuran buah besar, warna daging buah jingga menggodaCalon idola hobiis dan pekebun jeruk: keprok genjah, produksi tinggi. Sosok buah jumbo, rasa manis, dan nyaris tanpa biji.

P ohon setinggi 5 m itu bagai lelah menggendong buah. Maklum di ujung-ujung cabangnya menggelayut dompolan jeruk berwarna kuning terang. Penampilan buah sungguh menggoda, buah sebesar telapak tangan bergerombol hingga 10 buah di setiap ujung cabang. Bobot keprok itu mencapai 200—350 gram per buah.

Ari Supriyanto (kiri) menyeleksi pohon induk gerga lebongProduksi jeruk gerga mencapai 150 kg tiap pohon per tahunSetiap kilogram terdiri dari 2 sampai 3 buahPetiklah buah jeruk dengan warna kulit kuning itu. Lalu belah menjadi dua bagian. Niscaya terlihat daging buah jingga nan menggoda. Rasanya manis segar dengan tingkat kemanisan mencapai 110 brix. Kadar sari buah tinggi sehingga enak dimakan sebagai buah meja atau diolah menjadi jus. Dengan kulit buah tebal jeruk tahan simpan hingga satu bulan.

Sepanjang tahun
Sebanyak 250 tanaman rimau gerga lebong—nama keprok itu—tumbuh di lahan seluas 1 ha di Kecamatan Rimbopengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Jeruk yang ditanam pada 2006 dari bibit asal okulasi itu mulai belajar berbuah pada umur 2 tahun pascatanam. Pada masa belajar berbuah itu produksinya baru 80 kg per pohon.
Pada umur 5 tahun saat memasuki masa produktif, dari setiap tanaman dipanen 150 kg buah per tahun. Saat itulah tajuknya digelayuti buah-buah raksasa berwarna kuning menyala.
Gerga lebong berbuah hampir sepanjang tahun. Dalam satu pohon terdapat bunga, buah muda, sampai buah siap panen dalam satu waktu. Perubahan cuaca ekstrem dari panas ke hujan dan sebaliknya pada 2011  salah satu faktor penyebab dalam satu pohon terdapat 5—6 generasi. Meski begitu pekebun panen raya dua kali setahun yaitu pada Agustus dan September. Di luar itu terdapat juga dua kali panen selang.
Hasil panen dari kebun itulah yang diperkenalkan ke khalayak dan mendapat sambutan luar biasa. Pada arena Pekan Flora Flori di Kota Tangerang, Provinsi Banten, pada 2009 misalnya, jeruk gerga lebong jadi pusat perhatian para pengunjung pameran. Harap mafhum sosok besarnya memang di luar kelaziman. Kelas A berisi tiga buah jeruk per kg, grade B (3—4 buah), grade C (4—5 buah), dan grade D (5—7 buah).
Pada pameran Pekan Pertanian Spesifik Lokasi 2011 di Bogor, Jawa Barat, gerga lebong kembali menuai pujian. Banyak pengunjung pameran berhenti di stan Pemerintah Provinsi Bengkulu karena kepincut keprok jumbo itu.

Introduksi
Jeruk keprok unggul itu berasal dari entres yang dibawa oleh mendiang Gelora Bukit dari Thailand pada 10 tahun silam. Kolektor tanaman buah di Bengkulu itu lalu menyambung entres dengan batang bawah jenis japanese citroen (JC) lalu menanam di Brastagi. Di sana jeruk yang diduga merupakan hibrid jenis manis dengan keprok itu tumbuh adaptif. Harap mafhum, keprok memang optimal ditanam di daerah dataran tinggi seperti Brastagi. Uji pasar menunjukkan kualitas jeruk disukai pasar di Medan (Sumatera Utara) dan Jakarta.
Pada 2006 jeruk itu diboyong ke Kecamatan Rimbopengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Iklim di desa berketinggian 800—960 m dpl itu mirip Brastagi sehingga gerga lebong cepat adaptif.
Sebagian wilayah Kabupaten Lebong seluas 1.929.24 km2 atau 9,75% dari luas Bengkulu memang sesuai untuk pengembangan komoditas jeruk. Menurut Ir Rudi Pancawarman MM, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebong, pada 2011 terdapat pengembangan jeruk gerga seluas 100 ha di Kecamatan Rimbopengadang. Luas sama akan dikembangkan pada 2012.
Untuk mendukung pengembangan gerga lebong secara intensif maka pada 2011 tim periset di Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Tropika (Balitjestro) dipimpin Ir Arry Supriyanto MSc, mulai mengidentifikasi tanaman untuk pohon induk. Syaratnya tanaman harus bebas penyakit seperti CVPD (citrus vein phloem degeneration) dan serangan tungau karat Aceria anthocoptes, serta memiliki buah berkualitas tinggi: berukuran besar dan jumlah biji sedikit.
Dari pohon di kebun yang pernah dikelola oleh Gelora Bukit terpilih 3 pohon dengan buah berbiji kurang dari 5 biji. Dari jumlah itu diseleksi lagi sehingga terpilih satu pohon induk. Periset “membersihkan” pohon induk dari penyakit, lalu memperbanyak secara okulasi. Bibit hasil perbanyakan itu pada 2013 siap didistribusikan ke petani di Bengkulu. (Ir Sri Suryani M Rambe MAgr, Penyuluh Pertanian Madya di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Bengkulu)

Keterngan foto

  1. Ari Supriyanto (kiri) menyeleksi pohon induk gerga lebong
  2. Ukuran buah besar, warna daging buah jingga menggoda
  3. Produksi jeruk gerga mencapai 150 kg tiap pohon per tahun
  4. Setiap kilogram terdiri dari 2 sampai 3 buah
  5. Sari buah tinggi, cocok dijadikan buah meja
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img