Tuesday, April 28, 2026

Lahir di Angkasa

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanpa bantuan siapa pun, dengan posisi sulit itu ibu kelelawar melahirkan setelah 3 bulan bunting. Yang pertama keluar bukan kepala, seperti lazimnya pada mamalia lain. Namun, kaki belakang dan ekor si jabang bayi. Kepala kelelawar justru keluar belakangan.

 

Bobot anak kelelawar sangat besar, 30% dari bobot induk-rata-rata 30 gram. Bandingkan dengan manusia, bobot bayi hanya 5%, bahkan kurang. Dengan kedua sayap-berfungsi sebagai tangan-induk mengarahkan anak kelelawar yang baru lahir itu untuk mengisap puting susu. Rata-rata induk kelelawar melahirkan seekor anak dalam setahun. Betapa repotnya jika induk melahirkan 4-5 anak seperti dialami kelelawar Lasiurus borealis.

Kerepotan pertama, induk hanya mempunyai 2 puting susu. Artinya, kelima anak itu harus bergiliran menyusu. Kerepotan lain, induk membawa anak-anak ke mana pun terbang ketika mencari pakan. Maklum ayah kelelawar tak pernah memberi nafkah sedikit pun. Induk betina Lasiurus pun sendirian membesarkan kelima buah hatinya. Namun, pada spesies tertentu pemakan serangga yang hidup berkoloni, terdapat kebiasaan induk-induk menyusui anak kelelawar tanpa peduli itu anak siapa.

Ketika terbang kelelawar perlu 27 ml oksigen per 1 gram bobot tubuh; bila tak terbang, 7 ml. Jantung mereka berdetak 822 kali semenit ketika terbang. Namun, saat diam menggantung seperti Trubus saksikan di langit-langit Gua Barat, Kabupaten Kebumen, detak jantung 522 kali semenit. Itulah sebabnya, ‘Jantung kelelawar berukuran relatif besar, 0,9 kali bobot tubuh,’ kata Drs Agustinus Suyanto MSc, ahli kelelawar dari PusatPenelitian Biologi LIPI. Jantung manusia dewasa laki-laki berdetak cuma 72kali; perempuan 78-80 kali semenit.

Spesies Lasiurus borealis dikenal paling jago membawa beban ketika terbang. Lihat saja bobot 4 bayi Lasiurus mencapai 23,4 gram atau 181% bobot tubuhnya. Jenis lain hanya mampu membawa beban 9,3 gram atau 73% dari bobot tubuhnya. Meski tampak repot, induk kelelawar baru menyapih anak-anaknya ketika dewasa, berumur 6 bulan. Selama itu anak-anak kelelawar tidak mengkonsumsi pakan apa pun, kecuali susu ibu. Bangsa Chiroptera benar-benar menerapkan program ASI supereksklusif. Pada mamalia lain penyapihan terjadi ketika 40% ukuran induk.

Walau melahirkan atau tidur menggantung, kelelawar tak pernah jatuh. Setelah mencengkeram, ‘Jari-jarinya terkunci, seperti tang sehingga tak akan jatuh,’ ujar Agustinus Suyanto, manajer Koleksi Mamalia di Museum Zoologium Bogoriense. Meski begitu satu-satunya mamalia terbang itu akan membalikkan tubuh setiap kali hendak membuang hajat. Posisi kepala untuk sementara berubah menjadi di atas dan rektum di bawah. Jika tetap menggantung-kepala di bawah-saat membuang hajat, kotoran tentu mengenai wajah atau perut.

Namun, acap kali kelelawar membuang hajat ketika terbang. Harap mafhum, ‘Pencernaan kelelawar sangat pendek dan sangat cepat. Dua jam setelah makan sudah jadi tinja,’ kata Suyanto. Itulah sebabnya seekor kelelawar pemakan serangga mampu melahap hingga 500 serangga dalam sejam. Malahan Pipistrellus subflavus mampu menangkap serangga seperempat dari bobot tubuh cuma dalam setengah jam.

Kemampuan kelelawar menangkap serangga menjaga keseimbangan ekosistem. Dampaknya populasi hama tanaman pun terkontrol. Sedangkan kelelawar pemakan buah mengkonsumsi 2 kali bobot tubuh per jam. ‘Mereka makan banyak karena perlu energi tinggi saat terbang,’ kata alumnus Anatomi University of Western Australia itu. Jangan salah sangka, kelelawar bukan sekadar makan. Mereka juga berperan memencarkan biji beragam tanaman seperti sawo, srikaya, jamblang, dan cendana ke berbagai daerah. Sebab, daya jelajah kelelawar hingga radius 60 km.

Pakan kelelawar sangat beragam. Ada yang khusus menyantap laba-laba seperti lenawai emas Phoniscus papuensis, darah (kelelawar vampir Desmodus rotundus), nektar (Glossophaga sp). Selain itu ada pula kelelawar kanibal yang memangsa sesamanya. Suyanto pernah mendapati kelelawar memangsa kelelawar ketika berekspedisi di Taman Nasional Gunung Halimun, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Ia memasukkan vampir palsu Megaderma spasma dan prok bruk kalimantan Rhinolophus borneensis di dalam satu kantong belacu. Kedua spesies kelelawar itu masih hidup ketika dimasukkan ke dalam kantong. Namun, saat ia membuka kantong beberapa jam kemudian, ternyata banyak kepala prok bruk yang hilang. Vampir palsu biasanya memakan jangkrik dan belalang.

Penampilan kelelawar pemakan serangga dan buah sangat berbeda. Itu tampak dari susunan gigi, ukuran tubuh, dan sayap. Kelelawar bukan hanya jago terbang dan menangkap mangsa. Satwa yang umumnya nokturnal alias aktif pada malam hari itu juga adaptif di lingkungan ekstrim. Kelelawar mampu bertahan hidup di daerah berkadar karbondioksida hingga 21.000 ppm. Itu 50 kali kadar karbondioksida dalam udara normal.

Pada kadar karbondioksida yang sama, kita mampu bertahan hidup cuma seperempatnya. Kelelawar mampu bertahan di area berkadar amonia 5.000 ppm. Manusia? Di kadar amonia 100 ppm saja, kita hanya mampu bertahan sejam! Kelelawar memang hebat karena punya berbagai cara untuk bertahan hidup. Salah satu caranya menunda pembuahan saat musim gugur. Itu memang siasat kelelawar di negeri subtropis. Mereka-pasangan jantan dan betina-birahi ketika musim gugur hingga musim semi.

Menurut Drs Bambang Agus Suripto SU MSc, ahli kelelawar dari Universitas Gadjah Mada, walau terjadi perkawinan, tetapi induk betina ‘menyimpan’ sel telur sehingga belum terjadi ovulasi. Untuk sementara induk betina menyimpan sel sperma di tabung fallopius-bagian dari saluran telur. Baru pada musim panas, induk betina melepas sel telur sehingga berjumpa sperma. Jadi sperma menunggu minimal 3 bulan sebelum bertemu sel telur. Lama nian! Maklum di negeri 4 musim, kelelawar mengalami hibernasi saat musim dingin.

Hibernasi proses memperlambat metabolisme tubuh sehingga kelelawar dalam kondisi tidur demi menghemat energi. Bambang menjelaskan pada musim dingin kelelawar sebetulnya tetap mampu terbang. Namun, jumlah pakan yang bakal didapat jauh lebih sedikit ketimbang energi yang terbuang. Saat hibernasi kelelawar memanfaatkan energi dari cadangan lemak sekadar mempertahankan fungsi organ tubuh. Sayang, kelelawar banyak menemui ajal karena ulah manusia. Manusia menjaring mereka untuk memperdagangkan dagingnya, areal hijau menyempit, dan perburuan liar. (Sardi Duryatmo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This