Friday, January 16, 2026

Langkah Hasilkan 96% Cupang Jantan dengan Madu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Peneliti bidang genetika dan pemuliaan di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Dr. Eni Kusrini, S.Si., M.Si. menjelaskan  tahapan jantanisasi cupang diawali dengan proses pemijahan, yang dilakukan dengan metode pemijahan alami.

Caranya memisahkan induk betina dan jantan terlebih dulu dalam satu akuarium. Tempatkan induk betina pada wadah transparan dalam akuarium yang sama dengan induk jantan.

Pemisahan induk dilakukan sampai induk jantan membuat busa-busa di permukaan air sebagai tanda siap memijah. Setelah induk jantan membuat busa-busa, kemudian satukan induk betina dan induk jantan dalam satu akuarium.

Pemijahan terjadi saat induk jantan melingkarkan tubuhnya membentuk huruf U melilit induk betinanya. Setelah proses pemijahan selesai, pindahkan induk jantan dan betina ke dalam wadah yang berbeda. Angkat dan pindahkan telur yang dibuahi dalam stoples berkapasitas 1,5 liter untuk persiapan perlakuan.

Kemudian rendam telur dengan bahan, waktu, dan konsentrasi tertentu untuk jantanisasi. Eni menjelaskan hasil penelitian menunjukkan, perendaman madu stadia embrio berkonsentrasi 30 ml/l selama 10 jam berhasil menghasilkan jantan hingga 96%.

Hasil itu lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan perendaman berbahan 17α-metiltestosteron pada stadia embrio dengan dosis 20 mg/l selama 10 jam, hanya menghasilkan 74,36% jantan. Mekanisme kinerja hormon atau bahan alami dalam tubuh ikan melalui jaringan atau organ dalam tubuh ikan.

Hormon atau bahan alami itu dibawa oleh aliran darah menuju ke organ target. Setelah mencapai organ target, steroid masuk ke dalam sel dan berikatan dengan reseptor khas, suatu protein yang terdapat di dalam sitosel. Protein itu mengalami perubahan konfirmasi ketika berikatan dengan steroid.

Kompleks protein steroid itu selanjutnya masuk ke dalam inti sel dan berikatan dengan kromatin. Hasilnya gen diaktifkan asam ribonukleat (ARN) baru disintesis dan hasil akhirnya terbentuk protein baru.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img