Wednesday, August 10, 2022

Langkah Kecil Penentu Hasil

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bila pengomposan dan pasteurisasi gagal, ucapkan selamat tinggal pada jamur merang.

B egitulah pengalaman Setia Hadi Purnomo, pekebun jamur merang di Kampung Pulomangga, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Gara-gara menggunakan media tanam yang tidak terfermentasi sempurna, jamur merang di kumbung tumbuh menyerupai kembang kol.

Hal serupa dialami Dedy Sujerman. Hasil panen pekebun di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, sempat anjlok 50%. Ketika itu Dedy menanam Volvariella volvacea  di atas media tanam berupa kompos limbah aren belum matang.
Itu cerita dulu. Kini produktivitas setiap kumbung jamur Hadi  seluas 6 m x 4 m
mencapai 230 kg per musim tanam selama 40 hari. Tubuh buah jamur merang pun mulus. Dedy setali tiga uang. “Proses pengomposan media dan pasteurisasi yang benar kunci masuk bertanam jamur merang,” kata Hadi dan Dedy sepakat.

Butuh remah
Dr Iwan Saskiawan, periset di Pusat Penelitian Biologi, LIPI di Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menuturkan pengomposan media perlu dilakukan pada budidaya jamur merang. Sebab pengomposan memotong rantai panjang karbohidrat atau gula pada media tanam menjadi rantai pendek. Dalam bentuk rantai pendek itulah jamur merang memanfaatkan pati dalam proses metabolismenya sehingga tumbuh optimal.
Menurut Dr Ir Rostaman MSi dari Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman,  pada budidaya jamur merang pengomposan media perlu dilakukan. Sebab miselium jamur merang tidak bisa menembus media tanam yang “keras” seperti serbuk gergaji. “Pengomposan untuk mendapatkan media tanam yang remah dan lunak sesuai dengan kebutuhan jamur merang,” kata Rostaman.
Setia Hadi mengomposkan media tanam berupa kapas. Caranya ia menambahkan sebanyak 40—50 kg kapur dan 100—150 kg dedak ke dalam 1 ton media kapas.Hadi mengaduk media dan menyusunnya setinggi 0,5 m di atas permukaan tanah yang sudah dibersihkan. Setelah itu gundukan ditutup menggunakan terpal berwarna biru berpori kecil. Ia mendiamkan media itu selama 3 hari lalu membalik dan menutup kembali selama 4 hari hingga pengomposan sempurna.  
Jika menggunakan media jerami proses pengomposan menjadi 10 hari. Proses pembalikan media sebanyak dua kali, yaitu pada hari ke-3 dan ke-6. Pengomposan media tanam limbah aren bisa lebih cepat dengan menaikkan tinggi tumpukan kompos seperti yang dilakukan Dedy Sujerman. Dedy mengaduk limbah aren, dedak, kapas, dan kapur lalu menumpuknya setinggi 1,5 m. Dengan cara itu cukup 6 hari dengan satu kali pembalikan, kompos matang.

Ciri matang

Kompos matang bersuhu minimal 600C, biasanya dicapai pada pertengahan waktu pengomposan. Suhu perlahan turun menjadi sekitar 350C mendekati kematangan. HM Kudrat ketua Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI) menuturkan pengomposan idealnya pada musim kemarau. Ketika itu suhu harian berkisar 370C sehingga kompos cepat terbentuk dalam enam hari. Pada musim hujan pengomposan lebih lama 1—2 hari karena suhu lingkungan lebih rendah, 25—300C.
“Keterlambatan itu bisa diatasi petani dengan menambahkan pemakaian kapur sebesar 2% dari pemakaian normal,” tutur Kudrat. Kapur dapat membantu meningkatkan suhu serta menetralisir pH kompos.
Kompos matang siap digunakan untuk media tumbuh jamur merang. Sebelum menebar bibit, pekebun melakukan pasteurisasi media dan kumbung untuk membunuh organisme merugikan seperti benih jamur “pesaing”.
Susun media tanam setinggi minimal 25 cm, maksimal 40 cm di dalam rak. Lalu alirkan uap panas ke dalam kumbung tertutup hingga suhu di dalam mencapai 60—700C. Biasanya  kondisi itu tercapai setelah 8 jam, tapi menjadi lebih lama di musim hujan. Setelah 8 jam hentikan proses pemanasan dengan memutus aliran uap panas. Diamkan selama 1 hari agar suhu di dalam kumbung mencapai 32—350C (suhu ideal budidaya jamur merang, red). Barulah kumbung dibuka.
Di atas media matang itu benih jamur merang tumbuh sempurna. Tentu itu dibarengi dengan teknik perawatan dan konstruksi kumbung yang benar. Menurut Kudrat, jamur merang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari, asal cahaya dalam kumbung temaram jamur merang masih tumbuh dengan baik. Selain itu pertahankan suhu kumbung pada kisaran ideal dengan kelembaban 80—90%. Maka silakan ucapkan selamat datang pada si putih Volvariella volavacea. (Andari Titisari)

Strategi Fermentasi & Pasteurisasi

  1. Saat pengomposan berlangsung pastikan plastik penutup tertutup rapat. Sebaiknya tinggi gundukan tidak kurang dari 0,5 m agar akumulasi suhu sempurna.
  2. Pada media berserat kasar seperti jerami, pengomposan sebaiknya dilakukan selama 10 hari dengan interval pembalikan setiap 3 hari, sedangkan untuk media kapas pengomposan lebih singkat selama 7 hari dengan satu kali pembalikan. Saat pembalikan cek suhu menggunakan termometer.
  3. Kompos matang memiliki ciri antara lain berwarna kecokelatan, bertekstur remah, kelembapan 65—70%, pH 7—8, dan muncul aroma khas kompos.
  4. Letakkan media pada rak kumbung dengan ketebalan 25—40 cm.
  5. Selama pasteurisasi, suhu dalam kumbung harus mencapai 60—70ºC dan dipertahankan selama 8 jam. Suhu lingkungan turut mempengaruhi lama pasteurisasi. Bila suhu lingkungan rendah, pasteurisasi bisa memakan waktu lebih lama hingga 12 jam, sedangkan bila suhu lingkungan tinggi, pasteurisasi berjalan lebih singkat.

Keterangan foto

  1. Jamur pesaing muncul bila pengomposan kurang matang
  2. Jamur tumbuh baik berawal dari pengomposan media yang sempurna
  3. “Pengomposan dan pasteurisasi kunci masuk bertanam jamur,” ujar Setia Hadi Purnomo
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img