Sunday, November 27, 2022

Penyembur di Beda Fase

Rekomendasi

Buat pekebun menyemprot bukan sekadar urusan membasahi tanaman. Beda masa pertumbuhan, lain jenis sprayer yang digunakan.

N ur Khozin, produsen bibit hortikultura di Yogyakarta, menyimpan beberapa jenis sprayer di gudang kebunnya. Saat menyiram dan menyemprotkan pestisida ke bibit cabai, Khozin mengambil penyemprot dengan nozel yang menghamburkan air seperti kabut. Ketika bibit sudah pindah tanam ke lahan, Khozin mengganti sprayer dengan jenis yang mengeluarkan semburan air berukuran lebih besar. Jika sebaliknya, celakalah Khozin.

Benih di pesemaian bakal banyak terbuang karena diterjang butiran air berukuran besar-besar. Sementara penggunaan sprayer pengabut di kebun pembesaran jelas boros dan tidak efisien. Yos Sutiyoso, ahli fisiologi tanaman di Jakarta, menjelaskan  jenis penyiraman sebaiknya memang dibedakan berdasarkan sifat dan fase pertumbuhan tanaman.
Penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan pestisida pada fase pembibitan idealnya menggunakan sprayer yang menghasilkan butiran air yang halus. Biasanya butiran halus menyerupai kabut didapat dengan menggunakan nozel berukuran 250 mikron. ”Penyiraman dengan butir air terlalu besar dan secara keras membuat media terangkat, akar pun terbuka. Ujung-ujungnya bibit rebah karena akar tidak mencengkeram media,” papar Yos.
Yos tidak menyarankan penggunaan mist blower di persemaian. ”Meski menghasilkan butiran air lembut karena ukuran lubang semprot kecil, hanya 100 mikron, tetapi tekanannya cukup besar sehingga dapat merusak bibit,” ujarnya. Saat penanaman di lapang gunakan sprayer dengan ukuran lubang 300 mikron yang menghasilkan semprotan berupa butiran air seperti air hujan.

Ragam pilihan
Untuk penyemprotan insektisida, fungisida, dan akarisida Yos menyarankan untuk menggunakan lubang ukuran 250—300 mikron. ”Ukuran butiran air yang halus dapat mengenai hama penyakit berukuran kecil,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu.
Jika menyiram bibit menggunakan gembor, atur supaya bagian kepala gembor berada di luar jalur penanaman. Sebab air racakan dari gembor dapat merusak tanaman. ”Benih bergeser, akar terbuka, lalu bibit mati,” kata Yos.
Di pasaran tersedia aneka sprayer berbahan plastik dan  aluminium. Menurut Henry Haryanto, produsen salah satu alat semprot di Tangerang, Provinsi Banten, bahan yang baik untuk tangki alat semprot adalah high density polyethylene. “Bahan ini tahan panas, tahan lama, dan tahan banting,” ujarnya. Henry menambahkan, bahan tangki sebaiknya juga ditambahkan pelindung ultraviolet (UV) sehingga tangki lebih awet.
Kapasitasnya beragam, mulai dari 2, 5, 8, 13, dan  15 liter. Tangki ukuran 2 liter misalnya cocok digunakan oleh hobiis di perumahan. Sementara tangki bervolume  15 liter untuk penggunaan di lahan pertanian skala besar. (Desi Sayyidati Rahimah)

Penyemprotan dibedakan berdasarkan sifat dan fase pertumbuhan tanaman
Penyemprotan insektisida, fungisida, dan akarisida menggunakan lubang ukuran 250—300 mikron

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img