Friday, June 14, 2024

Langkah Pembuatan Bioflok, Mudah dan Murah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bioflok merupakan kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, fungi, zooplankton, dan fitoplankton. Fungsinya mereduksi bahan organik dan anorganik dalam media pemeliharaan ikan sehingga kualitas air terjaga.

Bahan  pembentuk bioflok dapat berupa probiotik, garam, dolomit, dan kapur. Peneliti nila di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat, Adi Sucipto M.Si., menghitung biaya bahan-bahan itu sekitar Rp1.000 per kg nila ukuran konsumsi.

Biaya itu ekonomis dan terjangkau peternak. Menurut Adi apalagi ada penghematan pakan karena bioflok juga berfungsi sebagai pakan ikan anggota famili Cichlidae itu. Cara kerja bioflok bermula dari pakan tak termakan dan kotoran ikan padat yang terakumulasi di dasar bak yang memproduksi amonia.

Fitoplankton menyerap amonia beracun. Kadar keasaman air pH dan alkalinitas menurun. Saat itu kapur dan garam berperan menormalkan pH air. Garam juga berfungsi menghambat mikrob berbahaya seperti Saprolegniasis sp. dan Ichthyophthirius multifiliis.

Bakteri dalam probiotik lalu mengurai bahan organik dan membentuk biopolimer. Agar dapat bekerja maksimal bakteri memerlukan sumber karbon seperti molase sebagai sumber energi. Kemudian terbentuklah bioflok hasil ikatan dinding sel bakteri plus mikrob lain seperti fitoplankton dan zooplankton.

Oksigen dari aerasi, bahan organik, dan pH mendukung pertumbuhan bioflok. Kalsium dan magnesium dalam kapur pun berperan dalam pembentukan bioflok yang nantinya menjadi pakan ikan.

Adi memanfaatkan 1 kg garam, 100 ml molase, 10 g probiotik, dan 50 g dolomit untuk membuat bioflok per 1 m3 air. Peternak bisa memasukkan semua bahan itu ke dalam bak yang sudah terisi air dan beraerasi.

“Cara lain aktivasi bakteri terlebih dahulu dengan mencampurkan molase dan probiotik dalam air beraerasi selama 1 jam. Tujuannya agar bakteri siap bekerja ketika dimasukkan ke dalam bak,” kata Adi.

Jika air kolam berwarna hijau berarti pertumbuhan bioflok kurang baik. Oleh karena itu, peternak mesti menambahkan molase dan probiotik teraktivasi agar segera berfungsi maksimal. Pemberian molase saja dilakukan jika kadar oksigen mendekati 3 mg/l.

Sementara penambahan dolomit jika pH air cenderung asam. Adi menyarankan peternak memeriksa bioflok di kolam secara berkala menggunakan alat pengukur biomassa bioflok, Imhoff Cone.

 “Peternak bisa membuat alat itu dari botol bekas minuman,” kata pria kelahiran Pamekasan, Jawa Timur, itu. Pemeriksaan rutin peternak menentukan perlu tidaknya penambahan bioflok di dalam bak. Dengan begitu kualitas air terjaga sehingga pertumbuhan ikan maksimal. Apalagi peternak bisa membikin bioflok dari bahan yang mudah diperoleh.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img