Sunday, August 14, 2022

Louhan Mini Kampiun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Louhan jenis chencu C milik Ricky peraih juara baby champion.

Louhan mini dan baby menjadi kampiun kontes nasional. Rahasia pehobi merawat louhan mini kampiun.

Trubus — Hadi Sanjaya termenung sejenak. Juri louhan itu harus menentukan juara baby champion yang amat ketat. Sebanyak 186 louhan berpenampilan elok memperebutkan gelar itu. Dua kandidat terkuat adalah jawara kelas chencu C dan free marking C. “Performa keduanya terbaik, persaingan relatif ketat,” kata juri asal Jakarta itu. Setelah menilai lebih cermat juri itu memutuskan peraih kampiun louhan chencu C.

Menurut Hadi sang kampiun berwarna lebih cerah. “Secara umum ikan juara bagus dan aktif seperti penyanyi yang menguasi panggung,” kata Hadi setelah penjuarian Kontes Louhan Jakarta Flowerhorn 2020 di Manggadua Square, Jakarta Utara. Ia membandingkan dengan louhan free marking yang kalah kecerahan warna. “Meskipun warna merahnya penuh, sayangnya kurang cerah,” kata Hadi. Warna kurang cerah menjadikan penampilan kurang optimal.

Intensif

Louhan jenis chin hwa D milik Iwan Nursandi, peraih mini champion.

Kelas D atau kelas mini untuk louhan-louhan bersosok kecil, panjang maksimal 12 cm. Menurut Hadi persaingan peserta di kelas D—total 80 ikan—tidak terlalu sengit. Ikan peraih mini champion berbeda kelas dibandingkan dengan pesaing lainnya. “Ikan chinhua D terlihat siap tempur sejak awal,” kata Hadi. Juri louhan sejak 2004 itu mengatakan, keuntungan lain jawara mini champion karena banyak pesaing yang terlalu besar.

Ikan terlalu besar kemudian naik kelas ke kelas baby atau kelas C. Panitia mensyaratkan panjang ikan di kelas baby 12—17 cm. Hadi menuturkan, “Penting bagi pemilik ikan tahu mendalam klangenannya dan kelas yang akan diikuti sehingga target yang dicapai pada kontes maksimal.” Menurut pemilik ikan mini champion, Iwan Nursandi, genetik berpadu perawatan kunci sukses dalam kontes. Menurut pehobi ikan di Jakarta Selatan itu memilih ikan kontes bisa saja berpatokan pada indukan.

Baca juga : Lou han Kampiun Rp150 Juta

Indukan juara belum tentu semua anakannya berkualitas. Menurut Iwung—pangilan akrab Iwan Nursandi—hanya 5% anakan louhan memiliki tampilan layak kontes. Ia kerap memperhatikan ciri fisik antara lain bagian ekor, fintail atau sirip ekor, dan pangkal ekor sebelum memilih ikan layak kontes. “Jika dari lahir ekor kecil sampai besar pun akan tetep kecil, imbasnya penilaian tidak maksimal jika dikonteskan,” kata Iwung.

Ikan jawara kelas free marking C tampil baik, tetapi sedikit minus warna.

Menurut Iwung bagian lain seperti kepala, warna, dan mutiara bisa diubah atau diperbaiki. Contohnya jika warna kurang cerah pehobi louhan sejak 2003 itu bisa menambahkan campuran pakan berupa udang dan spirulina, atau suplemen warna lain. Iwung juga menyarankan memelihara ikan dalam ruangan. Meletakan akuarium di luar ruangan menyebabkan ikan lebih rentan sakit.

Perawatan lainnya memperkuat mental ikan. Iwung kerap memasukan ikan parrot pada akuarium setelah memberi makan. Lazimnya louhan akan mengejar ikan anggota keluarga Chiclidae itu. Itu ibarat pelatihan mental bagi louhan. “Jika makan 3 kali, berarti dikasih ikan parrot juga 3 kali, durasi 10 menit cukup,” kata Iwung. Perlakuan itu menjadikan ikan lebih aktif dan bermental baik kala kontes.

Protokol kesehatan

Pengunjung kontes memakai masker dan pelindung wajah. Mereka menerapkan protokol kesehatan

Menurut ketua panitia acara, Deni Setiawan, Jakarta Flowerhorn Competition 2020 kontes nasional perdana pascapenerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) imbas dari wabah virus korona atau Covid-19. Namun, animo para pencinta louhan tetap bagus. Total 186 ikan dari berbagai daerah di tanah air ambil bagian. Para pehobi dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kota Palembang (Sumatera Selatan), Yogyakarta, dan Jakarta berdatangan.

Meskipun ramai panitia menerapkan aturan ketat terkait pencegahan penularan virus korona. Panitia menyediakan tempat cuci tangan, penggunaan masker, dan menjaga jarak antara pengujung. Menurut Deni kontes pada 23—26 Juli 2020 itu khusus untuk kelas baby dan mini. Pemilik lou han mini rata-rata pehobi anyar, sehingga menjadi ajang mengasah keterampilan perawatan lou han kelas kontes. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img