Saturday, August 13, 2022

Louhan: Sakit Dahulu Menang Kemudian

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Perawatan maksimal kunci sukses Pitbull meraih young champion
Perawatan maksimal kunci sukses Pitbull meraih young champion

Semula sakit, akhirnya lou han itu meraih grand champion.

Wajah Anton Setiadi tampak murung. Seminggu menjelang kontes Gober—lou han milik Anton—sakit. Ikan itu tampak lemas dan mengeluarkan kotoran putih. “Pakan terkontaminasi bakteri sehingga pencernaan gober terganggu,” ucap pehobi di Jakarta Barat itu. Untuk mengatasinya, ia memberikan obat khusus ikan. Empat hari sebelum kontes kondisi Gober membaik dan terlihat bugar. Anton pun memutuskan ikan itu ikut adu molek.

Gober  masuk kelas cencu A dan bersaing dengan 19 ikan sejenis lainnya. Di arena kontes, lou han itu tampil atraktif dan tidak menunjukkan gejala sakit. Anton semakin yakin klangenannya itu bakal berprestasi. Menurut juri dari Bandung, Jawa Barat, Hadi Senjaya, ikan di kelas cencu A rata-rata berkualitas bagus. Salah satu pesaing berat Gober adalah louhan yang menghuni akuarium CCA108, milik tim Stars.

Cinhua milik Mengoepeh South menjadi baby champion
Cinhua milik Mengoepeh South menjadi baby champion

Jawara muda

Gober dan ikan itu kerap bergantian posisi juara pertama dan kedua di kontes sepanjang 2013. Sebut saja kontes Indonesian Lou han Competition pada awal 2013 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu Gober meraih grand champion setelah menundukkan lou han milik tim Stars. Namun, ketika Indonesian Lou han Competition pada Juni 2013 justru cencu milik tim Stars yang menjadi juara. Kini dua louhan terbaik itu kembali beradu molek. Setelah 1 jam menilai para juri—Agus Triyono, Hadi Senjaya, dan Miat Talim—menobatkan lou han berumur 3 tahun itu sebagai kampiun kelas cencu A.

“Kondisi ikan itu sangat prima. Lou han itu berenang aktif dan bermental juara. Selain itu fisiknya pun  bagus,” kata Hadi Senjaya. Ikan sepanjang 27 cm itu meraih poin tertinggi 203,925. Pesaing terdekatnya memperoleh nilai 185,025. Hasil itu bukan satu-satunya prestasi Gober di kontes yang berlangsung di WTC Manggadua, Pademangan, Jakarta Utara, itu. Lou han berumur 3 tahun itu juga sukses menggondol predikat tertinggi dengan meraih grand champion. Gober berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan para juara pertama di 12 kelas lainnya. “Saya puas dengan prestasi Gober,” kata Anton.

Persaingan seru juga terjadi saat perebutan gelar young champion. Pitbull—lou han milik Elihento SE—bersaing ketat dengan ikan milik Reyvan. Menurut Erick—sapaan akrab Elihento—Pitbull lou han yang memenuhi syarat juara. Artinya lou han berumur 7 bulan itu unggul dari segi warna, mutiara, tubuh, dan sirip ekor. Jadi, “Agak susah mengalahkan lou han ini,” ucap Erick.

Kontes lou han diikuti 270 peserta dari berbagai kota besar di Pulau Jawa
Kontes lou han diikuti 270 peserta dari berbagai kota besar di Pulau Jawa

Penilaian pria kelahiran Jakarta itu tepat. Para juri menobatkan ikan sepanjang 21 cm itu sebagai young champion. Ia menundukkan kampiun dari kelas cencu dan free marking B. Sebelumnya Pitbull sukses meraih jawara cinhua B dengan raihan poin paling tinggi, yakni 203,250. “Ikan itu juara karena tampil maksimal dan tubuhnya proporsional. Sementara penampilan lawannya kurang stabil,” kata Hadi.

Menurut Erick perawatan tepat kunci utama louhan jawara. Setiap pagi Budi Triyono—perawat Pitbull—memberikan pelet yang mengandung spirulina. Itu bertujuan memoles warna dan mutiara ikan serta menjaga kesehatan. Saat malam Pitbull mendapat pakan udang agar tubuhnya padat berisi. Air pun bisa menjadi sumber penyakit ikan. Oleh karena itu Budi mengganti 70% air baru setiap pekan. Dua minggu menjelang kontes, louhan mendapat perlakuan spesial. Perlakuan khusus itu antara lain Budi memberikan pakan peningkat warna hingga menjelang satu hari sebelum kontes. Frekuensi pemberian 4 kali dalam sehari. Setelah itu selama 15—20 menit ia melatih mental ikan dengan meletakkan cermin di dinding akuarium. Selain itu Budi memasang pemanas di akuarium. Tujuannya, “Untuk menstabilkan suhu air yang berkisar 28—30°C sehingga ikan tetap sehat,” ucap pria yang berdomisili di Muarakarang, Pluit, Jakarta Utara, itu.

Acara yang berlangsung pada 28 Agustus—1 September 2013 itu berlangsung meriah. Total peserta mencapai 270 ikan. “Jumlah ikan itu relatif stabil dibandingkan kontes sebelumnya,” kata Erick, yang juga ketua panitia. Kebanyakan peserta berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Bali. Stars menjadi tim dengan raihan poin tertinggi, 1.280. Sementara Platinum dan Rock n Roll masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga dengan nilai 1.070 dan 680. (Riefza Vebriansyah)

Cover 1.pdf

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img