Friday, August 19, 2022

Master Petelur dari Ciawi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Umur pertama bertelur 4,5—5 bulan, produksi 330 butir per ekor setahun, produktivitas 95%. Itulah beberapa kelebihan itik master.

Budimanta Surbakti, S.T., peternak itik master di Langkat, Sumatera Utara. (Dok. Budimanta Surbakti)

Trubus — Budimanta Surbakti mengawinkan itik alabio betina dan mojosari jantan. Peternak itik di Langkat, Sumatera Utara, itu memperoleh indukan dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU), Pelaihari, Kalimantan Selatan. Budimanta menyebut hasil silangan itu sebagai itik ratu (betina) dan itik raja (jantan). BPTU Pelaihari bekerja sama dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) memulai program kawin silang kedua itik itu pada 2001.

Ignatius Maria Unggul Abrianto, S.Pt., M.Pt., dari BPTU Pelaihari menuturkan, keragaman genetika indukan alabio dan mojosari di BPTU sangat rendah yaitu di bawah 5%. Itu hasil pemurnian genetika alabio dan mojosari sejak 2014. Pada 2019 BPTU Pelaihari menjual bibit alabio dan mojosari generasi ke-15. Tingginya kemurnian genetika indukan memang menjadi salah satu faktor penting performa produktivitas bebek petelur.

Itik produktif

Dr. Ir. Triana Susanti, M.Si., periset itik di Balai Penelitian Ternak. (Dok. Trubus)

Hasil persilangan menghasilkan petelur unggul. Merek dagang yang digunakan Balitnak untuk hasil pemurnian dua galur itu berturut-turut alabimaster 1 agrinak dan mojomaster 1 agrinak. Namun, keduanya sohor dengan sebutan itik master. Di kalangan peternak seperti Budimanta nama itik master lebih populer dengan julukan itik ratu. Periset itik di Balitnak, Dr. Ir. Triana Susanti, M.Si, menyatakan itik master merupakan itik petelur terunggul di Indonesia hingga kini.

Itik hibrida master tak terkalahkan soal produktivitas mencapai 260—270 butir per ekor dalam setahun. Bahkan, jika mencapai masa puncaknya mencapai 330 butir per ekor belum tertandingi oleh itik mana pun. Umur pertama bertelur 4,5—5 bulan.

Menurut Budimanta peternak menyukai itik ratu lantaran cepat memproduksi telur. Dalam waktu 4 bulan 1 pekan, itik ratu bertelur. Itu lebih cepat 1 bulan daripada itik lokal. Bobot telur rata-rata 71,5—72 g per butir. Warna kerabang telur itik ratu hijau pupus. Di kediaman Budimanta masa produktif itik ratu pada umur 1 tahun 8 bulan dengan masa puncak umur 8 bulan. “Pada masa ini produksi bisa mencapai 95%,” kata Budimanta.

Tetua itik master dari Balitnak yaitu alabimaster betina dan mojomaster jantan. (Dok. Trubus)

Artinya jika peternak memelihara 100 betina, yang bertelur 95 ekor. Produksi rata-rata itik ratu 75%. Peternak memelihara itik ratu selama 18 bulan. Sementara produksi itik lokal rata-rata hanya 33%. Harga telur itik tingkat peternak di Sumatera Utara Rp1.600—Rp1.800 per butir. Menurut Susanti keunggulan itik master itu mesti diikuti dengan perawatan secara intensif dan pakan yang mencukupi.

Rasio konversi pakan itik master rakitan Balitnak stabil untuk setiap ekor itik yaitu 3,21 dan pakan yang diberikan sebanyak 200 g per ekor. Bandingkan dengan itik petelur lain yang tidak stabil angka pakan dan rasio konversi pakan bervariasi antara 3,2—5. Menurut Budimanta harga pakan pabrikan Rp315.000 per 50 kg. Pantas, dengan kelebihan itu permintaan day old duck (DOD) itik master melonjak sejak 2018.

Permintaan tinggi

Budimanta semula hanya memenuhi permintaan 3.500 DOD per bulan. Sekarang permintaan 6.000 DOD per bulan. Namun, ia belum dapat memenuhi permintaan itu. Ia hanya menghasilkan 5.000 ekor per bulan. “Total kebutuhan DOD ratu dan raja di Sumatera saat ini 600.000 per bulan,” kata pengurus Masyarakat Peternak Bebek Sumatera Utara itu. Selama ini alumnus Universitas Sumatera Utara itu mendistribusikan itik berumur sehari itu ke Pekanbaru, Padang, Aceh, dan Jambi. Pasar di Sumatera itu dimonopoli oleh para pengepul telur itik.

Beragam produk berperisa telur asin menunjukkan minat konsumen tinggi.

“Dari pengepul biasanya dijual ke Jawa atau Aceh,” papar sarjana Teknik Sipil itu. Menurut Susanti peternak itik master lebih banyak terdeteksi di luar Pulau Jawa. “Peternak itik di Pulau Jawa yang sudah diberikan bibit itik MA malah kembali ke sistem gembala,” ujar doktor Pemuliaan dan Genetika Ternak alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Keberadaan itik master sejalan dengan tren konsumsi telur asin.

Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Fini Murfiani, pemacu lonjakan permintaan telur asin adalah perkembangan cita rasa telur asin yang dibaurkan ke dalam berbagai olahan kuliner. Permintaan telur akan terus berkembang. Singapura, misalnya, melalui makanan-makanan ringan berperisa saus telur asin. Kesempatan itu harus disambut oleh para peternak itik dengan meningkatkan produktivitas ternaknya. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img