Friday, August 12, 2022

Parkit : Incaran Baru Para Pehobi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Parkit exhibition budgerigar mutasi normal warna light green atau hijau terang. (Dok. Guteng Tri)

Exhibition budgerigar (EB), parkit bongsor incaran para pehobi.

Trubus — Tubuh parikit exhibition budgerigar rata-rata 22 cm. Itu panjang dari kepala hingga ekor. Adapun panjang sayap mencapai 9,5 cm. Bandingkan dengan colour budgie atau parkit lokal, panjang tubuh rata-rata 10—15 cm dan panjang sayap 6—7 cm. Perbedaan fisik lebih detail pada bentuk kepala yang lebih besar, mahkota atau bulu di kepala yang lebih panjang, bahkan bisa sampai menutupi mata.

Parkit exhibition budgerigar mutasi normal warna sky blue atau biru langit. (Dok. Greensun)

Ciri khas lain parikit exhibition budgerigar memiliki bagian mask atau jenggot yang lebih panjang hingga ke bagian dada. Para pehobi di Indonesia menyebutnya parkit holland. Itu karena impor perdana ke tanah air berasal dari Belanda. Nama budgerigar berasal dari bahasa suku Aborigin di Australia tempat asal burung parkit, dengan sebutan betcherrygah. Parkit salah satu jenis parrot atau burung paruh bengkok dan termasuk dalam jenis Parakeet.

Meningkat

Parkit EB mulai berkembang di Eropa pada 1800. Inggris, misalnya, kali pertama mendatangkan parkit jenis wild type dari negara asalnya, Australia, pada 1840. Perkembangan parkit mulai dari wild type atau parkit yang hidup liar di alam hingga menjadi EB modern melalui evolusi dan rekayasa persilangan panjang ratusan tahun. Rekayasa persilangan dilakukan dengan cara seleksi, yaitu menjodohkan hanya indukan pilihan dengan kualitas terbaik.

Seiring berkembangnya kualitas EB, makin meluas pula penggemarnya di seluruh dunia. Parkit EB mulai masuk secara masif ke pasar Indonesia pada 2014—2015 melalui beberapa importir. Namun, pemasaran parkit EB masih terbatas karena belum populer di kalangan pehobi burung. Seiring berkembangnya komunitas parkit di tanah air dan tren media sosial menyebabkan informasi mengenai parkit bongsor makin menyebar.

Parkit exhibition budgerigar (kiri) lebih bongsor 25% dibandingkan dengan parkit lokal. (Dok. Guteng Tri)

Akibatnya pehobi EB pun makin banyak. Bahkan, kemudian terbentuk Indonesian Budgerigar Association (IBA), asosiasi resmi di Indonesia. IBA juga menjadi organisasi parkit yang resmi terdaftar menjadi anggota aktif di World Budgerigar Organisation (WBO) yaitu organisasi induk parkit dunia. IBA menyelenggarakan kontes kecantikan parkit pada 2017. Kelas Exhibition Budgerigar salah satu yang dilombakan.

Namun, peserta kelas EB kala itu masih sangat sedikit. IBA rutin menyelenggarakan kontes sehingga pencinta EB makin tumbuh. Pada 2015—2019 perminat EB meningkat hingga 300% saban tahun. IBA menyosialisasikan standar internasional penilaian EB di kontes (baca: Sosok EB Ideal). Tujuannya agar para penangkar di Indonesia memiliki standar untuk mencetak EB berkualiatas kontes.

Lebih tahan

Menangkarkan parkit EB di Indonesia bukan hal mudah. Para penangkar mengalami kendala antara lain EB rentan perubahan iklim—terutama parkit impor asal Eropa, adaptasi pakan, dan lingkungan baru. Namun, mereka mampu mengatasinya. Kini banyak penangkar di Indonesia yang berhasil menangkarkan EB ideal. Oleh karena itu, kini lebih mudah menjumpai EB ideal hasil tangkaran domestik.

Parkit exhibition budgerigar mutasi dominan pied warna violet. (Dok. Guteng Tri)

Sosok parkit EB hasil tangkaran lokal tetap mengacu pada standar ideal kualitas menurut WBO. Tangakarannya berdaya tahan yang lebih baik karena lahir di Indonesia, sehingga tidak perlu lagi masa adaptasi. Kelebihan itu membuat EB hasil ternak lokal dapat bersaing dengan EB impor. Sering kali harga EB hasil ternak lokal lebih tinggi daripada parkit impor. Tren pehobi EB makin ramai saban tahun karena lahir pehobi dan penangkar baru.

Apalagi kini IBA menjalin kerja sama jangka panjang dengan importir untuk mendatangkan EB trah juara dunia. Selain itu IBA juga menjalin hubungan baik dengan para sponsor untuk merealisasikan agenda rutin tahunan kontes kecantikan tingkat nasional dan internasional. (Guteng Tri, Presiden Indonesian Budgerigar Association)

Sosok EB Ideal

Penampilan parkit exhibition budgerigar antara lain proposional punggung lurus dari tengkuk hingga ujung ekor. Panjang tubuh ideal dari kepala hingga ekor 22 cm. Posisi badan tenang, 30 derajat vertikal saat bertengger. Bagian wajah dan janggut harus bersih, panjang, dan lebar. Terdapat spot yang bulat sempurna serta simetris di kanan dan kiri berjumlah 6 spot (masing-masing sisi 3 spot).

– Dada melengkung membentuk kurva yang agak dalam.
– Kepala membulat dan simetris.
– Paruh tepat di tengah agak tersembunyi.
– Mata tegas posisi sempurna.
– Leher pendek lebar dilihat dari segala sisi.
– Sayap simetris, jumlah sayap terbang 7 helai tumbuh sempurna.
– Bulu ekor lurus sempurna.
– Kaki lurus dan kuat, kedua jari depan dan kedua jari belakang menggenggam erat kayu tenggeran.
– Tanda pada pipi, kepala, leher, punggung dan sayap terlihat jelas.
– Warna solid atau jelas pada semua bagian tubuh. (***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img