Membantu Petambak

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Perekayasa muda bidang akuakultur di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Nanggroe Aceh Darussalam, Ibnu Sahidhir M.Sc., mengatakan inovasi Jala Tech relatif baru dan belum memasyarakat di Indonesia. Ibnu pernah melihat alat semacam itu di Tiongkok dan Australia. “Saya pikir sangat menarik jika kita bisa melihat real time secara daring terutama ketika kondisi cuaca jelek,” kata Ibnu.

Alat Jala Tech relatif mudah
dioperasikan. (Dok. Jala Tech)

Magister akukultur alumnus National Taiwan Ocean University, Keelung, Taiwan pada 2013 itu menuturkan kelebihan alat itu real time dan daring. Ibnu menyarankan mengecek alat pengukur secara berkala dan membandingkan dengan peralatan manual. Customer Relationship Jala Tech, Endra Arif Wicaksono mengatakan Jala Tech gencar berpromosi pada 2019. Saat ini penggunaan alat Jala meliputi petambak udang di berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Bali, dan Lampung.

Bahkan petambak di negeri jiran Vietnam dan Malaysia pun mengandalkan produk Jala Tech. Ada sekitar 3.196 petambak dan 6.552 kolam di 6 negara yang memanfaatkan produk Jala Tech. Itu bukti kuat yang menunjukkan inovasi Jala Tech bermanfaat untuk membudidayakan udang.

Artikel Terbaru

GHEL, Kelapa Cepat Panen dengan Daging Tebal

Kelapa genjah hijau Erabolo Labuanbatu (GHEL) menjadi varietas unggul baru hasil pengembangan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)....

More Articles Like This