Friday, January 16, 2026

Mengangkat Derajat Singkong dan Petani Singkong

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Berawal dari pelabelan singkong yang dinilai sebagai pangan marginal, Riza Azyumarridha Azra, mendirikan Rumah Mocaf di Banjarnegara. Selain ingin mengangkat derajat singkong melalui olahan tepung mocaf, Riza juga berupaya meningkatkan penghasilan para petani singkong.

Riza mengatakan, peluang mengembangkan singkong menjadi olahan tepung mocaf cukup besar. Apalagi, tepung mocaf bebas dari kandungan gluten. Menurutnya, berdasarkan kunjungannya ke berbagai negara Eropa, mereka menghendaki pangan bebas gluten. 

“Tepung mocaf yang gluten free ini sedang dicari oleh negara-negara Eropa. Ini peluang dan harus kita manfaatkan untuk mengangkat pangan lokal ke dunia,” tuturnya, saat menjadi narasumber Bincang-Bincang Wisma Hijau seri 75, Jumat (28/10).

Ia menilai, Indonesia tidak perlu mengimpor tepung terigu lagi. Akan tetapi, memanfaatkan sumber daya pangan lokal seperti singkong sebagai bahan pangan sehat yang perlu dinaikkan kembali derajatnya. Ironisnya, tepung mocaf merupakan tepung paling dicari oleh negara Eropa, sedangkan Indonesia malah mengimpor tepung terigu.

“Melalui Hari Sumpah Pemuda ini, kita bisa memulai gerakan bersama untuk berdaulat pangan,” kata Riza.

Ia mengutip kalimat dari Bung Karno, pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Walaupun suatu negara tergolong maju, memiliki teknologi IT yang sangat tinggi, alutista sangat lengkap, kalau tidak ada pangan pasti risiko kelaparan akan melanda rakyat. Hal ini karena pangan merupakan ketahanan negara yang paling dasar.

Ia menilai Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan. Di sisi lain, singkong juga bisa segera naik derajatnya. Bukan hanya dikenal sebagai pangan marginal, melainkan bisa menjadi pangan lokal kebanggaan Indonesia yang diminati masyarakat mancanegara.

“Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa ini lho singkong yang dianggap marginal, ternyata malah diterima oleh negara-negara Eropa,” papar Riza.

Lebih lanjut, pihaknya merekomendasikan empat hal agar derajat singkong naik dan petani singkong sejahtera. Pertama, hentikan impor terigu atau batasi. Kedua, cabut subsidi terigu atau kurangi. Ketiga, kebijakan pusat ataupun daerah searah serempak terkait pangan lokal. Keempat, siapa pun yang impor terigu, 1–2 persen dari impor wajib untuk membeli mocaf.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img