Trubus.id— Prevalensi stunting atau tengkes di Indonesia terbilang tinggi. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)., mengatakan bahwa prevalensi tengkes di Indonesia mencapai 24,4% atau 5,33 juta balita pada 2021.
Anak tengkes memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Meski angka itu menurun dibandingkan dengan 2020 (26,92%), masih melampaui batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 20%.
Pemerintah menargetkan angka prevalensi tengkes 14% pada 2024. Permasalahan tengkes menarik perhatian Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, M.Rep.Sc., Ph.D.
Dosen di Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, itu menggagas inovasi olahan pangan dari daun torbangun seperti teh daun torbangun (tortea). Ia meneliti manfaat daun torbangun sejak 2001.
Doktor bidang Human Nutrition alumnus Monash University itu menjelaskan, pemanfaatan daun torbangun pada etnis Batak berlangsung secara turun temurun. Mereka membuat sup bening daun torbangun untuk ibu menyusui.
Tanaman yang berarti terbangun atau bangkit dalam logat Batak Simalungan itu biasanya dikonsumsi selama satu bulan pasca melahirkan. Menurut Rizal tanaman torbangun tumbuh liar di jalan maupun pekarangan sehingga mudah ditemui.
“Bahkan torbangun tersebar di seluruh dunia terutama yang memiliki iklim tropis,” ungkap Rizal.
Lebih lanjut, ia menuturkan, pemanfaatan daun torbangun berbeda-beda di setiap negara. Masyarakat Vietnam dan Kamboja menggunakan torbangun untuk obat sesak napas dan batuk.
Sementara di Afrika mempercayai torbangun sebagai obat penyakit saluran pencernaan. Adapun di India torbangun untuk mengobati gigitan ular. Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan Rizal Damanik menyimpulkan bahwa daun torbangun memiliki efek yang baik untuk meningkatkan produksi ASI.
Eni Nurseha, Warga Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, menjadi seorang yang membuktikan manfaat daun torbangun. Eni rutin mengonsumsi secangkir minuman dari daun torbangun setiap hari. Ia mengonsumsinya usai persalinan anak pertama pada 2021.
Menurut Eni volume air susu ibu (ASI) meningkat sejak mengonsumsi daun torbangun.Semula hasil pumping—upaya memperoleh ASI dengan memompa—hanya 150 cc. Setelah mengonsumsi daun tanaman anggota famili Lamiaceae itu volume susu menjadi 300 cc.
“Terbukti ampuh meningkatkan volume ASI,” tutur perempuan berumur 29 tahun itu.
Ia menyeduh daun torbangun 3 kali sehari. Pemberian ASI eksklusif itu tentu berperan mencegah pertumbuhan kerdil atau tengkes anak
