Wednesday, August 10, 2022

Menghapus Seribu Wajah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Polusi udara salah satupenyebab lupus
Polusi udara salah satu penyebab lupus

Albumin ikan gabus membantu proses kesembuhan orang dengan lupus (odapus).

Penyakit serigala itu datang dengan tanda sederhana berupa bercak merah di kaki kanan Wijiyanto. “Saya khawatir terjadi apa-apa, maka saya bawa anak saya ke Puskesmas,” kata Didik Supriyadi, sang ayah. Petugas puskesmas hanya memberi salep untuk Wijiyanto. Meski disiplin mengoleskan salep ke permukaan bercak, gangguan kesehatan itu tak kunjung usai. Bercak itu malah merembet ke bagian tubuh remaja berusia 18 tahun itu.

Praktis seluruh tubuh Wijiyanto seperti melepuh terkena siraman air panas. Pada suatu malam 2008, Wijiyanto demam tinggi hingga kejang-kejang. Didik bergegas membawa Wijiyanto ke rumahsakit karena kondisinya sangat parah.  “Tubuhnya sudah tak bergerak seperti mati, hanya kepalanya saja yang goyang-goyang,” kata Didik. Di perjalanan sejauh   10 km itu, Wijiyanto berucap lirih, “Pak, saya minta maaf atas semua kesalahan saya. Saya sudah tidak kuat lagi.”

Tubuh Didik bergetar menahan tetesan air mata mendengar pesan sang anak. “Saya tak ingin kehilangan anak sulung saya,” kata Didik. Setiba di rumahsakit, sang dokter tak mampu mendiagnosis Wijiyanto, ia pun dirujuk ke rumahsakit di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Di tempat itulah, Wijiyanto bersama sang ayah dan sang Ibu, Nanik Ernawati menerima kenyataan pahit. “Anak saya didiagnosis terkena lupus,” ujar Didik.

Seribu wajah

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo, SpPD menuturkan, bercak merah di sekujur tubuh terutama di pipi dan demam tinggi merupakan salah satu gejala lupus. “Tetapi harus diperiksakan ke dokter untuk memastikannya,” kata dr Arijanto. Hal senada diungkapkan Dr dr Nyoman Kertia SpPD KR, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Gejala penyakit lupus memang sangat beragam. “Oleh karena itu, lupus juga sering disebut penyakit seribu wajah,” tutur dr Nyoman. Menurut dokter spesialis penyakit dalam yang pernah kursus akupuntur di Beijing, Tiongkok, itu, ragam gejala lupus di antaranya nyeri sendi seperti rematik, kulit pipi merah bercak-bercak, sariawan, rambut rontok, dan  demam. Jika lupus menyerang organ dalam tubuh, gejalanya bisa perut bengkak, sesak napas, hingga mata menguning.

Serigala liar—makna dalam bahasa Latin—berarti penyakit kekebalan tubuh yang menyerang sel tubuh sendiri. “Ibaratnya ada tentara di sebuah negara tidak menyerang musuh, tetapi malah menyerang masyarakat negaranya sendiri,” tutur Nyoman Kertia. Penyakit lupus bisa diakibatkan karena hormonal, faktor keturunan atau lingkungan. Keturunan dari genetika, sedangkan lingkungan dari polusi udara dan zat-zat berbahaya yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Dari faktor hormonal, menurut dr Nyoman kaum hawa lebih rentan terserang lupus, terutama usia-usia remaja hingga 20—30 tahun. “Hal tersebut terkait aktivitas hormonal wanita dan kondisi imunitas tubuh yang sedang pada puncak-puncaknya saat usia remaja,” tutur pengajar Fitofarmaka di Universitas Gadjah Mada  itu. Ketua Yayasan Lupus Indonesia (YLI), Tiara Safitri, mengatakan bahwa 90% penderita lupus adalah kaum hawa sisanya laki-laki.

Menurut Tiara, hingga saat ini, jumlah penderita lupus di Indonesia mencapai 13.000 orang. “Kalau total seluruhnya termasuk yang belum terdaftar sekitar 1,5 juta orang,” tuturnya. Tiara mengatakan jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun lalu sekitar 12.800 orang.

Albumin

Setelah mengidap lupus, Wijiyanto menjalani terapi selama setahun lebih dengan mengonsumsi obat dan pantauan dokter. Sekolah terpaksa harus berhenti, karena kondisi Wijiyanto yang semakin parah. “Hampir setiap hari dia mengeluh kesakitan, sepekan 3 kali mengalami kejang-kejang,” kata Didik. Satu per satu rambut Wijiyanto rontok, ia pun akhirnya lumpuh. Selain itu ia juga mengalami gangguan pada fungsi ginjal, sehingga diharuskan mengonsumsi albumin.

Di tengah kondisi parah itu, sang ibu bertemu rekan yang mengetahui produsen ekstrak albumin dari ikan gabus. Nanik pun mencoba memesan ekstrak itu. Ia memberikan 1 sendok makan kepada sang anak setiap hari. “Seminggu setelah minum ekstrak albumin luka-lukanya mulai mengering, Wiji juga sudah jarang mengeluh,” kata Nanik.

Di dunia medis penderita lupus mendapatkan penanganan intensif. Pasien mengonsumsi beragam obat seperti pereda nyeri, antiradang, dan obat yang sifatnya  mengeblok penyakit lupus. Menurut dr Nyoman, penderita lupus bisa mengalami hipoalbumin, kadar albumin kurang dari 3, apabila mengalami gangguan ginjal.  “Ekstrak ikan gabus bisa membantu meningkatkan stamina karena mengandung albumin, tetapi harus terus terpantau  dokter baik dari obat maupun terapi,” kata ketua tim Kedokteran Herbal RSUP DR Sardjito, Yogyakarta itu.

Hingga sekarang kondisi Wijiyanto terus membaik. “Dia sudah tidak kejang-kejang lagi, mengeluh kesakitan juga sudah berkurang sekitar sepekan dua kali,” kata Didik. Wijiyanto pun terus mengonsumsi ekstrak ikan gabus itu dengan dosis sama di samping terus mengonsumsi obat dokter.  (Bondan Setyawan)

Previous articleSang Penyelamat Hati
Next articlePilih Kutuk Terbaik
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img