Monday, August 8, 2022

Monstera Gres

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Daun M. siltepecana berwarna perak dan membelah saat dewasa. (Dok. Degoy Plants)

Jenis monstera baru. Meski ukuran kecil, harga puluhan juta rupiah.

Trubus — Monstera yellow marilyn itu terdiri atas tiga daun. Johan Sofuan Fauzi memperolehnya dari Thailand pada Oktober 2019. Pengusaha tanaman hias di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu sering mengunjungi nurseri tanaman hias di Thailand untuk berburu jenis baru dan mengamati tren. Meski tanaman masih kecil, terdiri atas tiga daun ia menebus marylin Rp25 juta.

“Populasinya masih sedikit dan cukup sulit memperoleh tanaman induk. Di Indonesia tak sampai sepuluh orang yang punya jenis itu,” kata Degoy, sapaan Johan Sofuan Fauzi. Tanaman berjuluk yellow marilyn karena variegata berwarna kuning. Itu membuat yellow marilyn sekilas mirip M. marmorata variegata kuning. Namun, yellow marilyn itu bersosok besar. Daun lebih lebar dan tangkai lebih besar.

Umur setahun

Yellow marilyn mutasi M. deliciosa yang bersosok besar. (Dok. Handry Chuhairy)

Ukuran monstera yellow marilyn tiga kali lebih besar dibandingkan dengan marmorata. Degoy mengatakan, tanaman induknya adalah M. deliciosa yang mutasi. Deliciosa sering disebut monstera raksasa sehingga hasil mutasinya juga bersosok besar. Jenis baru lain adalah M. pinnatipartita. Pehobi tanaman hias di Kota Depok, Jawa Barat, Wawan Darmawan, mengoleksinya pada Agustus 2019.

Daun muda dan tua memiliki pola belahan berbeda. Helaian daun pada ujung tanaman lebih banyak bagian yang terbelah dibandingkan dengan daun pada pangkal batang. Pemilik Nurseri Rumah Joglo itu mengatakan, makin tua pinnnatipartita akan jelas perbedaan karakter daunnya. Perbedaan karakter daun muda dan tua monstera itu mirip jenis Monstera siltepecana. Para pehobi menanti Monstera siltepecana berumur setahun. Ketika itulah daun siltepecana berubah karakter.

Pinnatipartita memiliki daun muda dan tua dengan pola belahan berbeda. (Dok. Wawan Darmawan)

Daun tanaman yang semula utuh mulai terbelah. Penampilan tanaman hias daun itu makin elok. Saat muda, daun tanaman sempit dan berujung lancip. Kelirnya dominan perak. Tulang daun justru yang berwarna hijau. Sosok itu berbeda dengan kelaziman monstera yang berdaun lebar dan helaian membelah. Permukaan daun halus dan hijau. Siltepecana milik Johan Sofuan Fauzi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tergolong muda. Umurnya tiga setinggi 10 cm.

Tanaman itu terdiri atas tujuh daun. Setidaknya muncul dua daun baru setiap tiga bulan. Johan Sofuan Fauzi mengatakan, “Pehobi harus menyiapkan Rp5 juta untuk mendapatkan siltepecana dua daun.” Siltepecana milik Degoy baru berumur tiga bulan. Johan Sofuan Fauzi tengah memperbanyak Monstera siltepecana dan monstera yellow marilyn. Ia memperkirakan Monstera siltepecana siap jual pada medio 2020, sedangkan yellow marilyn pada Maret 2020.

Monster putih

White monster harganya Rp25 juta untuk 3―4 daun. (Dok. Handry Chuhairy)

Jenis lain, monstera white monster juga menjadi incaran pehobi seperti Handry Chuhairy di Kota Tangerang, Banten. White monster sama seperti yellow marilyn, yakni hasil mutasi M. deliciosa. Bedanya white monster dominan warna putih. Sosoknya pun besar. Pantas harganya Rp25 juta untuk tanaman terdiri atas 3―4 daun. Selain monster putih, Handry juga mengoleksi yellow marilyn dan white elephant.

“Ketiga jenis itu―white monster, yellow marilyn, dan white elephant―memang belum banyak beredar. Bila diurutkan jumlah terbanyak di Indonesia, yellow marilyn, white monster, dan white elephant yang masih jarang,” kata Handry. Ia mengamati keluarga Araceae yang paling laku saat ini antara lain M. adansonii, M. deliciosa, dan M. borsigiana. Ada pula Philodendron billitieae dan Epipremnum pinnatum. Pehobi meminati jenis tersebut terutama variegata.

Degoy mengatakan kekayaan jenis aroid Indonesia tak kalah dengan Negeri Gajah Putih. Perkembangan monstera Thailand cukup pesat lantaran banyaknya jenis baru yang muncul. Namun aroid lain seperti philodendron dan kuping gajah lebih banyak jenis baru di Indonesia. Philodendron melanochrysum dan P. warocqueanum masih jarang beredar di Thailand. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img