Saturday, August 13, 2022

Nikmatnya Laba Lada

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pemanfaatan lada tidak melulu sebagai bumbu masak, tapi juga untuk parfum dan farmasi.
Pemanfaatan lada tidak melulu sebagai bumbu masak, tapi juga untuk parfum dan farmasi.

Alur hidup pekebun lada: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Keputusan Nurjaya mengebunkan lada di lahan kosong miliknya memang tepat. Kini pekebun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu menuai laba lada. Penantian selama 4 tahun berbuah manis. Pada 2014 Nurjaya memanen perdana buah Piper nigrum. Saat itu ia mendapat 50 kg merica kering seharga Rp150.000 per kg sehingga omzetnya Rp7,5-juta.

Setahun kemudian, pria kelahiran 1971 itu kembali menuai pedes, sebutan lada oleh masyarakat Jawa Barat. Hasil panen saat itu melonjak 200% karena ia memperoleh 150 kg lada kering. Dengan harga lada Rp150.000 per kg, maka omzet Nurjaya Rp22,5-juta. Kebun yang berproduksi 1 ha dan panen diperoleh dari 3.000 tanaman.

“Ongkos produksi Rp25.000 per tanaman,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya itu. Sejatinya ia memiliki 6 ha kebun lada. Belum semua lahan ditanami karena penanaman setiap tahun secara bertahap. Jika semua tanaman berbuah, rekening tabungan Nurjaya semakin membengkak. (Riefza Vebriansyah)

Untung Ada Lada
Asumsi
• Panen pertama 0,5 kg per tanaman dan meningkat 0,25 kg per tanaman per tahun.
• Harga komponen pupuk dan tenaga kerja konstan selama 10 tahun.
• Harga jual konstan selama 10 tahun
• Sumber: Ir Nurjaya MM

analisa-usaha-lada1

 

analisa-usaha-lada2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img