Friday, December 2, 2022

Obat Baru Kanker Serviks

Rekomendasi

Edy Meiyanto, periset di Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menguji efek ekstrak daun dan kulit batang cangkring pada sel Hela—sel kanker leher rahim alias kanker serviks. Sel Hela berasal dari sel kanker Henrietta Lacks, 31 tahun, warga Amerika Serikat yang meninggal dunia pada 1951 akibat serangan kanker leher rahim. Sel itulah yang sampai sekarang dibiakkan oleh peneliti untuk keperluan riset.

Untuk membuktikan keampuhan cangkring Erythrina fusca, Edy mencuci bersih daun dan kulit batang cangkring serta memblendernya secara terpisah hingga menjadi serbuk. Ia mengekstrak serbuk itu dengan pelarut etanol. Hasil ekstrak berdosis 25 μg/ml, 50 μg/ml, dan 100 μg/ml digunakan untuk menginkubasi sel kanker selama 24 jam. Setiap enam jam, Edy mengecek populasi sel ganas itu.

Antikanker

Hasil pengecekan luar biasa. Pertumbuhan sel kanker terhambat. Nilai IC50—konsentrasi yang menyebabkan kematian separuh sel uji—ekstrak daun dan kulit batang cangkring berturut-turut adalah 14 μg/ml dan 11 μg/ml. Artinya, “Ekstrak daun dan kulit batang cangkring bersifat sitotoksik terhadap sel kanker,” kata doktor molecular oncology Nara Institute of Science and Technology Jepang, itu.

Pemberian ekstrak kulit batang anggota famili Papilionaceae itu juga menghambat laju proliferasi alias penggandaan sel kanker. Pada dosis 50 μg/ml dan 100 μg/ml ekstrak kulit batang cangkring mampu menekan laju penggandaan sel kanker hingga 100%. Sedangkan pada dosis 25 μg/ml, proliferasi sel menjadi dua kali lipat lebih lama ketimbang sel uji tanpa perlakuan—kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol proliferasi sel memerlukan waktu 25 jam, sedangkan perlakuan dengan dosis 25 μg/ml, 44 jam.

Menurut Edy dengan nilai IC50 di bawah 100 μg/ml, cangkring berpotensi menjadi agen kemopreventif. Agen kemopreventif memiliki kemampuan menghambat dan mencegah perkembangan sel kanker serta memulihkan kondisi kesehatan penderita kanker. Agen kemopreventif relatif aman karena hanya menyerang sel yang sifat proliferatif tinggi atau sel kanker. Sedangkan obat-obat kanker umumnya bekerja dengan cara menyerang langsung DNA sel sehingga sel normal pun terkena dampaknya.

Antioksidan

Keampuhan cangkring menumpas sel kanker lantaran kandungan senyawa flavonoid dan terpenoid. Senyawa-senyawa aktif itu menghambat sinyal-sinyal pemicu penggandaan sel dan memicu terjadinya apoptosis alias program bunuh diri sel. “Flavonoid mampu menghambat kerja protein kinase yang diperlukan dalam penggandaan sel kanker. Bila protein kinase terhambat, maka proses fisiologi sel terganggu dan memicu sel untuk melakukan apoptosis,” kata Edy.

Selain itu, flavonoid dan terpenoid juga bersifat sebagai antioksidan. Sel kanker yang memilki metabolisme tinggi seringkali menimbulkan banyak radikal bebas yang merusak sel-sel sehat. Kandungan antioksidan dalam cangkring mampu menangkal kerusakan akibat radikal bebas itu.

Menurut Nia Nurbayani, periset di Fakultas Farmasi UGM, ekstrak etanol daun cangkring juga beraktivitas antiangiogenesis. Angiogenesis atau neovaskularisasi adalah proses pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan tubuh. Dengan adanya pembentukan pembuluh darah baru itulah sel kanker mendapatkan pasokan nutrisi untuk tumbuh. Bila angiogenesis dihambat, maka pertumbuhan sel kanker terhalang.

Hasil riset Zullies Ikawati, periset di Fakultas Farmasi UGM, juga menunjukkan ekstrak daun cangkring menekan aktivitas enzim siklooksigenase-2. Enzim itu diperlukan tumor untuk berkembang menjadi sel ganas. Menurut Zullies, ekstrak daun cangkring dengan kadar 250 μg/ml, 125 μg/ml, dan 62,5 μg/ml menekan ekspresi enzim siklooksigenase-2 berturut-turut sebesar 70,19%, 44,69%, dan 23,25%.

Empiris

Secara empiris sejak dulu masyarakat memanfaatkan cangkring untuk mengatasi beragam penyakit seperti gabag alias campak, cacar air, frambusia, gatal-gatal, dan melancarkan air susu ibu (ASI). Dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia, K Heyne menyebutkan kulit kayu cangkring yang ditumbuk halus berfaedah menyembuhkan kencing darah. Air rebusan akar dan kulit batang digunakan sebagai obat beri-beri.

Para herbalis banyak meresepkan cangkring. Wahyu Suprapto, di Kota Batu, Jawa Timur, menggunakan daun cangkring untuk mengatasi cacar air. Namun, dengan adanya bukti ilmiah, kini cangkring bisa menjadi salah satu pilihan untuk menumpas kanker serviks. Kanker akibat infeksi human papilloma virus (HPV) itu momok menakutkan kaum hawa.

Menurut data World Health Organization, penambahan penderita di Indonesia mencapai 15.000 orang per tahun. Indonesia menduduki peringkat teratas jumlah penderita kanker serviks di dunia. Harapan kesembuhan bagi kaum hawa pengidap kanker serviks, antara lain pada daun dan kulit batang kerabat dadap

itu. (Ari Chaidir/Peliput: Tri Susanti)

 

 

Kulit batang

Kandungan :

Flavonoid, alkoloid, dan terpenoid

Manfaat :

Obat kencing darah atau kencing nanah, dan antikanker

Pohon cangkring Erythrina fusca, kulit batang berduri, biasa dipakai sebagai rambatan lada atau vanili

 

 

Daun

Kandungan :

Saponin, polifenol, flavonoid,

fenolik, dan terpenoid

Manfaat :

Mengobati gabag, cacar air,

frambusia, gatal-gatal, ASI kurang

lancar, dan antikanker

Akar

Manfaat :

Obat beri-beri

Dr Edy Meiyanto, cangkring berkhasiat antikanker

Foto-foto: Ari Chaidir, Argo Hartono, Ilustrasi: Bahrudin

Previous articleKumpulan e-book
Next articlePohon Pusaka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img