Produktivitas daging itik sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan. Untuk menghasilkan daging dengan pertumbuhan optimal dan kandungan gizi tinggi, peternak membutuhkan pakan bernutrisi yang mampu memenuhi kebutuhan ternak.
Salah satu unsur penting dalam pakan unggas adalah zink. Mineral mikro tersebut berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh sehingga ketersediaannya dapat mendukung pertumbuhan dan meningkatkan kualitas hasil ternak.
Melihat kebutuhan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pakan lokal berbasis limbah industri yang diperkaya zink. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mendukung penyediaan sumber protein hewani sekaligus membantu program pemerintah dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Peternakan BRIN, Cecep Hidayat, mengatakan riset tersebut berfokus menemukan dosis zink yang efektif untuk meningkatkan performa itik pedaging. Selain meningkatkan pertumbuhan, inovasi itu juga diarahkan untuk menghasilkan daging itik dengan kandungan gizi lebih baik.
“Dari bahan-bahan lokal yang ada di sekitar, seperti dedak padi dan produk limbah industri pangan berupa tepung roti, kami formulasikan menjadi pakan. Kemudian pakan tersebut diperkaya dengan beberapa dosis zink berdasarkan hasil kajian literatur,” ujar Cecep.
Hasil penelitian menunjukkan pakan berbasis bahan lokal yang difortifikasi zink mampu memperbaiki performa itik pedaging dibandingkan pakan standar. Selain pertumbuhan yang lebih optimal, pakan tersebut juga berpotensi meningkatkan kandungan nutrisi pada daging itik.
Pemanfaatan dedak padi dan tepung roti sebagai bahan utama memberikan keuntungan bagi peternak karena mudah diperoleh dan memiliki harga lebih terjangkau. Dengan tambahan zink, bahan pakan lokal tersebut memiliki nilai tambah untuk mendukung produktivitas peternakan.
Menurut Cecep, pengembangan pakan ini tidak hanya ditujukan untuk itik pedaging. Ke depan, formulasi tersebut berpotensi dikembangkan untuk berbagai jenis ternak unggas lainnya.
Inovasi pakan berbasis limbah industri dan mineral zink menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien. Selain membantu peternak memperoleh pakan berkualitas dengan biaya lebih rendah, teknologi ini juga mendukung peningkatan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
