Semarak Florikultura, Dorong Indonesia Lebih Hijau, Sehat, dan Sejahtera

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanaman hias dan bunga tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memiliki peran lebih luas bagi kehidupan manusia. Subsektor florikultura dinilai mampu berkontribusi terhadap kesehatan mental, kelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Semarak Flora Nusantara 2026 (SFN 2026) yang digelar Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) bersama Jakflo Floral Academy di Jakarta, Rabu (22/7). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Florikultura Indonesia.

Ketua Umum ASBINDO, Hesti Widayani, mengatakan florikultura yang mencakup tanaman hias, bunga potong, daun potong, dan tanaman lanskap memiliki nilai strategis yang tidak hanya berkaitan dengan estetika.

Menurutnya, keberadaan tanaman hias dan bunga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan tanaman mampu membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta mendukung kesehatan mental, terutama bagi masyarakat perkotaan.

Selain manfaat psikologis, tanaman juga berperan sebagai penyaring udara alami. Tanaman hias dapat membantu mengurangi polutan di lingkungan rumah maupun tempat kerja sehingga menciptakan ruang yang lebih sehat.

Dari sisi lingkungan, budidaya florikultura yang dikelola secara baik turut mendukung keseimbangan ekosistem. Tanaman hias dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi polinator alami seperti lebah dan kupu-kupu, serta berkontribusi terhadap perbaikan kualitas tanah dan penyerapan air.

ASBINDO juga mendorong masyarakat untuk lebih memilih produk florikultura lokal. Penggunaan bunga dan tanaman hias dalam negeri dinilai mampu mengurangi jejak karbon dari distribusi produk sekaligus memperkuat perekonomian petani dan pelaku usaha lokal.

Selain pengembangan pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian dalam pengembangan industri florikultura. ASBINDO bersama berbagai mitra menjalankan program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat global.

Kolaborasi dengan Jakflo Floral Academy menjadi salah satu upaya mencetak tenaga kreatif di bidang florikultura. Lembaga tersebut merupakan sekolah merangkai bunga yang menyediakan pelatihan bagi penghobi maupun profesional yang ingin mengembangkan karier di industri bunga.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teknik merangkai bunga, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ciri khas karya masing-masing serta mengembangkan peluang bisnis.

Melalui SFN 2026 dan peringatan Hari Florikultura Indonesia, ASBINDO mengajak petani, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat untuk bersama membangun industri florikultura yang berkelanjutan.

Dengan dukungan ekosistem yang kuat, florikultura Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi industri kreatif bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan sejahtera.

Artikel Terbaru

Nyamplung, Pohon Pantai Indonesia yang Berpotensi Jadi Bahan Bakar Masa Depan

Ketika dunia mulai mencari sumber energi alternatif pengganti fosil, pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) muncul sebagai salah satu kandidat potensial....

More Articles Like This