Tuesday, February 27, 2024

Pamelo Unggul Kebun Khun

Rekomendasi
- Advertisement -
Khun Ping (sebelah kiri) dan suami, terapkan berbagai teknologi untuk dapatkan hasil terbaik.
Khun Ping (sebelah kiri) dan suami, terapkan berbagai teknologi untuk dapatkan hasil terbaik.

Harga pamelo hasil panen Khun Pin lebih mahal dibandingkan dengan pamelo pekebun lain. Kuncinya budidaya intensif.

Khun Pin menjual pamelo khao nam phueng 100 baht setara Rp40.000 (kurs 1 baht = Rp400) per buah. Harga jual itu lebih mahal daripada harga pamelo jenis sama dari pekebun lain yang hanya 40—80 baht. Itu harga normal. Saat panen raya yakni saat kemarau, harga di tingkat pekebun lebih murah lagi yakni hanya 20 baht. Sementara itu harga jual pamelo dari Khun Pin ajek.

Meski berharga lebih mahal, pamelo berdaging buah putih dari kebun Khun Pin itu tetap laris manis. Dalam setahun pekebun di Distrik Bang Chakreng, Provinsi Samut Songkhram, Thailand, itu menjual 130.000 buah jeruk bali per tahun. Artinya, Khun Pin meraup omzet 13 juta baht atau Rp5,2 miliar per tahun. Hasil panen sebanyak itu ia peroleh dari 1.300 pohon pamelo yang ditanam di lahan 25 rai atau setara 4 hektare.

Intensif
Bagaimana Khun Ping bisa mendapatkan harga premium? Konsumen menyukai pamelo dari kebun Khun Pin karena memiliki berbagai keunggulan. Daging buahnya manis, bertekstur lembut, dan sedikit air. Konsumen juga mudah melepaskan daging buah dari kulitnya. Menurut perempuan ramah itu, pamelo yang tumbuh di wilayah Bang Chakreng berkualitas lebih baik karena termasuk dalam komoditas Geological Index (GI).

Geological index adalah upaya pemerintah Thailand untuk memetakan komoditas berdasarkan kesesuaian lahan. Artinya, komoditas yang ditanam para pekebun disesuaikan dengan kecocokan lahan. Ada 57 komoditas yang masuk dalam program pewilayahan komoditas atau GI. Bang Chakreng adalah wilayah yang cocok untuk budidaya pamelo. Daerah itu adalah kawasan pertemuan air payau dengan air tawar sehingga bernutrisi lebih komplet.

579_ 38Namun, dengan kemurahan alam itu bukan berarti Khun Pin merawat kebun pamelo ala kadarnya. Ia membudidayakan tanaman anggota famili Rutaceae itu secara intensif. Ia menerapkan teknologi budidaya tepat guna hasil bimbingan para peneliti dari Kasetsart University di Bangkok, Thailand. Salah satu teknologi yang ia terapkan adalah irigasi. Ia memasang teknik irigasi sprinkler untuk penyiraman. Teknologi itu mampu menghemat tenaga kerja. Ia hanya mengandalkan 2 orang tenaga kerja untuk menyiram kebun seluas 4 hektare.

579_ 39Pangkas
Sebagai sumber nutrisi Khun Ping memanfaatkan pupuk kandang dan limbah ikan yang telah difermentasi berdosis 3 kg per pohon setiap 3 bulan. Ia juga memberikan pupuk yang sama setiap kali selesai pemangkasan dan panen. Khun Ping juga rutin memangkas untuk membentuk tajuk. Ia hanya mempertahankan percabangan yang tumbuh lurus ke atas. Untuk mencegah serangan lalat buah, ia membungkus saat buah berumur 4 bulan setelah penyerbukan.

Ketika buah berumur 9 bulan setelah penyerbukan, pamelo siap panen. Ia memanen buah menggunakan gunting pangkas untuk mencegah buah jatuh ke tanah yang dapat menyebabkan buah memar. Khun lalu memisahkan buah yang berwarna kuning akibat pembungkusan dengan buah yang berwarna hijau. Khun Pin menjual pamelo berwarna kuning dengan nama pamelo golde.

Selanjutnya Khun mengemas hasil panen dalam kotak karton. Setiap kotak berisi 6 buah. Pamelo pun siap dipasarkan. Khun Pin menjual pamelo ke beberapa pasar swalayan di Kota Bangkok dan sekitarnya. Berkat perawatan prima, Khun Pin lebih tinggi meraup laba. (Syah Angkasa)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img