Sunday, July 14, 2024

Panen Mangga di Luar Musim

Rekomendasi
- Advertisement -

Teknik membuahkan mangga di luar musim. Produksi meningkat signifikan, begitu juga harga jual.

Mangga gedong gincu menjadi primadona buah Indonesia.

Darno mampu memanen mangga gendong gincu 2 kali per tahun. Ia sekali panen di luar musim, yakni pada Juni—Agustus. Lazimnya di sentra di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, gedong gincu berbuah setahun sekali, yakni pada Oktober—Desember. Di kebun Darno tampak buah mangga berbagai ukuran karena pohon berbuah susul-menyusul.

Keuntungan pun meningkat karena harga mangga di luar musim lebih tinggi. Harga mangga saat sedang tidak musim mencapai Rp20.000—Rp25.000 per kg. Lebih tinggi dibandingkan dengan harga mangga saat musim berbuah, hanya Rp8.000 per kg. Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, Drs. Agus Nurawan, MP., mengatakan, petani dapat merangsang pohon untuk berbuah di luar musim.

Seleksi pohon

Drs. Agus Nurawan, MP., peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.

Menurut Agus Nurawan petani harus selektif memperlakukan perangsangan, pohon harus berumur minimal 5 tahun. Menurut hasil riset di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Ira Rachmawati dan Idham Aria Putra, perkembangbiakan vegetatif pohon mangga pada umur 3—5 tahun. Artinya petani baru bisa merangsang pembuahan di luar musim ketika pohon memasuk fase generatif pada umur 6—7 tahun.

Darno merangsang pembuahan di luar musim menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yakni NAA, KNO3, paclobutrazol, dan auksin. Teknologi pembuahan mangga di luar musim idealnya dengan budidaya secara komprehensif. Gabungan dari teknik pemangkasan, pemupukan, dan penggunaan zat pengatur tumbuh.

Setelah menerapkan pembuahan di luar musim, Darno panen besar. Pada 2015 (sebelum perlakuan) produktivitas satu pohon berumur enam tahun hanya 25 kg. Kini setelah perlakuan, produksi melambung hingga 37—50 kg per pohon.

Darno menerapkan pembuahan di luar musim pada 200 pohon. Padahal, ia mengelola hingga 450 pohon di lahan 5 hektare. Sejak terbentuknya bakal buah atau fruit set hingga siap panen mangga memerlukan waktu 5,5—6 bulan.

Pupuk banyak

Idham Aria Putra menerapkan pembuahan mangga di luar musim di kebun mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Pembuahan mangga di luar musim memerlukan biaya besar. Biasanya Darno menghabiskan biaya produksi hanya Rp50.000 per pohon setiap tahun. Namun, saat membuahkan di luar musim biaya produksi meningkat sekitar Rp200.000 per pohon.

Pemberian pupuk kandang dan pupuk buatan pada musim hujan, yaitu pada Oktober. Jatah pupuk kandang mencapai 30—40 kg per pohon.  Sebelum pemupukan, pekebun menggemburkan tanah terlebih dahulu (lihat infografis: Berbuah di Luar Musim).

Pohon yang mendapat perlakuan mulai berbunga pada Mei dan Juni. Pada Agustus mulai ada yang panen secara bertahap. Untuk tahap awal hasil panen sekitar 4—5 kg, tahap kedua rata-rata 6—10 kg, dan rata-rata total panen 50—60 kg per pohon. Pohon mangga tanpa perlakuan paclobutrazol, baru berbunga pada Agustus-September dan panen pada akhir Oktober hingga Desember. (Tiffani Dias Anggraeni)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img