Monday, November 28, 2022

Panen Minyak Sekaligus Kayu

Rekomendasi

 

Ganis Lukmandaru, peneliti di UGMPohon leda itu tinggi menjulang bagai menggapai langit biru. Hingga ketinggian 20 meter di atas tanah, tanpa cabang. Leda tampak ramping, sungguh! Pada umur 1 tahun, kulit batangnya mulai mengelupas. Ketika itulah saat paling tepat kita mengundang kerabat atau handai taulan untuk menyaksikan kemolekan leda. Setelah kulit mengelupas, tersibaklah batang berwarna-warni, paduan antara hijau muda dan jingga. Pantas masyarakat Eropa menyebut leda rainbow tree alias pohon pelangi.

Baru mendengar nama leda? Nama leda memang belum seterkenal sengon atau jabon. Namun, ‘Leda potensial dimanfaatkan untuk industri kayu karena pertumbuhannya cepat,’ ujar dosen kimia kayu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Dr Ganis Lukmandaru. Enam bulan setelah tanam, bibit satu meter melesat menjadi lima meter. Pada umur 2 – 3 tahun diameter batang mencapai 15 – 20 cm dan tinggi 8 – 10 m. Ketika umur 3 – 4 tahun, kerabat kayuputih itu menjulang, hingga 14 – 20 m.

Pada umur 7 tahun, pekebun dapat memanen leda antara lain sebagai bahan baku kertas. Saat itu dapat diperoleh 20 m3 per ha per tahun. Umur panen itu mirip sengon dan jabon. Yang istimewa pertumbuhan batang leda lurus, tanpa cabang hingga ketinggian 44 m di atas permukaan tanah. Alur serat terpadu dan memanjang ke atas. Panjang setiap serat rata-rata 1.110 μ dengan diameter 15,2 μ.

Kayu dan asiri

Pohon berserat panjang itu memiliki permukaan kayu mengilap. Begitu kita sentuh, bagian tangensial terasa licin. Sedangkan bidang radial terasa kesat (lihat ilustrasi). Kayu teras berwarna merah muda dan lambat laun berubah menjadi cokelat muda kemerahan. Sedangkan kayu gubal setebal 2 cm berwarna agak kelabu. Batas kayu teras dan gubal tampak tegas. Pohon berbatang kokoh itu mengandung 51% selulosa, 30% lignin, 14,5% pentosan, dan 1,2% abu.

Dengan komponen itu, leda termasuk kayu kelas III atau setara sengon dan jabon. Pori-pori kayu semakin rapat pada umur 20 tahun sehingga membuatnya lebih keras daripada jati Tectona grandis. Itu sebabnya saat umur 20 tahun leda cocok sebagai bahan baku untuk industri mebel. Sampai di sini kerapatan tinggi menjadi berkah. Namun, di sisi lain, kerapatan tinggi juga menjadi musibah saat pengeringan.

‘Pengeringan harus hati-hati karena kayu rentan retak, pecah, dan berubah bentuk,’ kata Lukmandaru. Proses pengeringan alami selama 64 hari menghasilkan kayu berkadar air 15%. Namun, jika pengeringan di dapur pengering bersuhu 37,7oC dan kelembapan 86% lebih singkat. Setelah proses pengeringan, leda naik ke kelas II soal keawetan kayu. Dalam pengolahan kayu, perajin relatif mudah mengamplas dan mengebor leda. Hanya saja saat penggergajian agak keras lantaran doloknya mengandung senyawa antirapuh.

Selain batang, para pekebun sejatinya dapat menuai daun. Artinya, sebelum panen kayu, mereka dapat memperoleh penghasilan dari menyuling daun. Daun leda Eucalyptus deglupta merupakan sumber minyak asiri. Menurut dosen di Departemen Teknologi Hasil Hutan Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Yusuf Sudo Hadi, masyarakat Maluku mengambil daun leda dan menyuling sehingga memperoleh minyak kayuputih.

Berdasarkan pengujian Lukmandaru, rendemen leda mencapai 0,38 – 0,66%. Artinya setiap 100 gram bahan baku menghasilkan 0,46 – 0,8 ml minyak kayuputih. ‘Semakin lama disimpan, sekitar 4 – 6 hari, akan meningkatkan rendemen dan menaikkan kandungan trans nerodiol,’ kata Lukmandaru. Peningkatan rendemen mencapai 0,66%.

Komponen utama asiri minyak kayuputih leda, yakni 22,55 – 82% berupa trans nerolidol sebagai bahan baku pewangi. Adapun bobot jenis minyak saat penyimpanan singkat rata-rata 0,793. Namun, ketika penyimpanan sampai 6 hari, maka bobot jenis naik menjadi 0,819.

Menurut Lukmandaru peningkatan bobot jenis itu karena kandungan senyawa seperti alpha-phelandrene dan cymene mudah menguap. Sebaliknya, trans-nerolidol tidak mudah menguap. Bobot jenis minyak leda hampir sama dengan eucalyptus lain, seperti E. polybractea (0,92 – 0,93), E. australiana (0,90), dan E. Urophylla (0,81).

Penghias taman

Gara-gara penampilan eksotis, para perancang taman memanfaatkan kayu pelangi sebagai ornamen taman. Menurut perancang taman di Bandung, Jawa Barat, Iwan Irawan, di tanahair leda sohor sebagai penghias taman pada 1 – 2 tahun terakhir. Iwan memanfaatkan leda sebagai turus jalan sejak 3 – 4 tahun lalu. ‘Warnanya sangat mencolok. Apalagi saat musim panas, warna jingga terang semakin menonjol. Namun warna hijau mendominasi saat musim hujan,’ kata Iwan yang menanam 3.000 pohon.

Iwan mengatakan leda cocok menghiasi taman luas karena bersosok besar. Leda pohon kuat dari terpaan angin. Itu sebabnya, penanaman leda untuk turus cukup 2 pohon. Bandingkan dengan palem botol yang harus ditanam komunal agar tidak mudah tumbang. Oleh karena itu permintaan bibit pun tinggi. Budi Santoso di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menjual lebih dari 100 bibit sejak awal 2010. Harga jual bibit 20 cm hanya Rp20.000; Rp50.000, ukuran 50 cm.

Leda salah satu dari sekitar 112 spesies eucalyptus beradaptasi dari dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Namun, leda tumbuh subur di ketinggan 800 m. Menurut Lukmandaru populasi leda terbanyak di Pulau Seram, Maluku. Sayang data pasti jumlah populasinya belum diketahui. Daerah penyebaran lain adalah Sulawesi dan Papua.

Sampai saat ini yang sukses mengebunkan leda secara massal untuk industri kayu adalah Australia. Di negeri Kanguru itu leda sebagai bahan membuat rumah, mebel, pulp, dan penyangga atau tiang listrik. Sedangkan di Asia Tenggara, Paper Industries Corporations (PICOP) di Filipina selatan mengembangkan leda berskala besar untuk menunjang industri pulp dan kertas. Di Indonesia, penanaman leda secara massal pada 1990-an.

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) grup Sinarmas dan Frist GNP membudidayakan leda seluas 10 ha. Menurut Budi Tjahjono dari PT Riau Andalan Pulp and Paper, ketika muda leda sulit bersaing dengan gulma. Akibatnya tingkat keberhasilan hidup rendah. ‘Bibit yang berhasil tumbuh sampai besar hanya 50%,’ kata Budi. Penggerek cabang Zeuzera coffea ancaman terutama bagi leda muda sampai mengakibatkan kematian. (Lastioro Anmi Tambuban/Peliput: Imam Wiguna dan Pranawita Karina)

 

 

Produksi kayu leda umur 20 tahun mencapai 520 m3/ha

Ganis Lukmandaru, peneliti di UGM

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img