Sunday, August 14, 2022

Papan Bambu Bagai Baja

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Jembatan dari bambu untuk proyek Green School di BaliSeperangkat meja makan beserta kursinya yang dibuat oleh Santo Ajie Dhewanto seluruhnya terbuat dari bambuIr Ignasia Maria Sulastiningsih MSc, bambu sangat potensial menggantikan kayuItulah bambu ori Bambusa arundinacea yang memiliki kuat tarik 470 megapascal (MPa) sehingga mampu menahan beban 4,7 ton, melebihi kekuatan baja. ‘Namun, jika daging bambu ikut serta, justru kuat tarik ori lebih rendah,’ tutur Prof Dr Ir Morisco, ahli bambu dari Universitas Gadjah Mada. Kekuatan daerah ruas bambu hanya setengah dari kekuatan area di antara dua ruas.

Bambu betung Dendrocalamus asper juga kuat. Oleh karena itu produsen furnitur berbahan bambu di Yogyakarta, Santo Ajie Dhewanto, memanfaatkan betung untuk beragam keperluan seperti perabotan rumahtangga dan bahan konstruksi. Menurut periset  di Pusat Penelitian Kehutanan, Ir Ignasia Maria Sulastiningsih MSc, ori dan betung memang sesuai untuk perabotan rumahtangga dan konstuksi.

Begitu juga bambu andong Gigantochloa pseudoarundinacea, bambu mayan Gigantochloa robusta, dan bambu tali Gigantochloa apus yang pas untuk keperluan serupa. Bambu-bambu itu berukuran besar, diameter pangkal batang 5 – 20 cm. Morisco mengatakan masyarakat kini mulai melirik bambu sebagai pengganti kayu. Sebab, kelenturan bambu tinggi sehingga elastis.  Struktur bambu seperti pipa sehingga memiliki kelembaman atau daya untuk mempertahankan bentuknya relatif tinggi.

Mebel

Santo Ajie Dhewanto mengatakan permintaan terbesar produk bambu dalam bentuk papan laminasi. Papan laminasi adalah suatu produk yang terbuat dari beberapa bilah bambu yang direkat dengan arah serat sejajar. Hasil perekatan itu berupa papan atau balok yang unik karena serat dan ruas pada bilah penyusun laminasi membentuk alur  sehingga tampak indah.

Ukuran tebal dan lebar papan laminasi sangat bervariasi tergantung pemesanan. Ketebalan papan laminasi untuk meja makan, misalnya, cukup 2 – 3,5 cm. Santo mengawetkan bambu sebelum mengolahnya menjadi laminasi  agar tahan lama, hingga 20 tahun. Ia memilih bambu segar, maksimal 1 jam setelah tebang supaya larutan pengawet cepat meresap. Larutan pengawet berupa rebusan 3 kg boraks dan 2 kg asam borak dalam 45 liter air.

Untuk mengawetkan bambu, Santo memerlukan 10% larutan dari volume masif atau padatan bambu. Santo membelah-belah ruas bagian dalam paling atas bambu secara tegak tanpa perlu membobol ruasnya,  dan  memasukkan larutan pengawet. Setelah itu barulah ia mengeringkan bambu di bawah sinar matahari hingga berkadar air 10 – 12%. Bambu-bambu itu ia olah menjadi papan laminasi sebagai bahan baku pembuatan beragam mebel.

Selain itu ia juga memotong keempat sisi papan untuk mendapatkan ukuran tertentu dan menghaluskan dengan mesin ampelas. Harga jual bambu laminasi cukup tinggi, yakni Rp225.000 – Rp250.000 per m2. Namun, harga ini setara 30% harga  papan kayu jati. Padahal, kekuatan papan laminasi asal bambu sekuat kayu jati. Di samping itu, untuk membuat 1 m3 papan laminasi   (setara 33 – 50 papan berketebalan 2 – 3 cm), produsen memerlukan  80 – 90 batang bambu senilai Rp4-juta.

Santo membuat beragam perabotan rumahtangga antara lain meja, kursi, almari, ranjang,  dan kap lampu berbahan bambu.Namun, ia  membuat aneka perabotan itu bila ada pemesanan. Selama ini pemesan berasal dari Bali, Jakarta, dan Panama. Untuk membuat mebel-mebel itu alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada itu  menggunakan  bambu  betung dari Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Purworejo – semua di Provinsi Jawa Tengah.

Tahan api

Menurut Sulastiningsih, alumnus Institut Pertanian Bogor, bambu sangat potensial menggantikan kayu. Alasannya, ketika kebutuhan kayu kian meningkat, laju pengawahutanan atau deforestasi kian kencang. Demi meminimalisir deforestasi, bambu mampu menggantikan sebagian peran kayu. Apalagi masa budidaya bambu relatif singkat daripada kayu. Sayangnya, ‘Belum ada yang mengebunkan bambu,’ kata Santo.  Akibatnya bambu yang ia dapatkan tidak seragam bentuk dan ukuran. Menurut produsen mebel sejak 1996 itu, mengebunkan bambu menguntungkan. Sebagai gambaran, jika pekebun menanam  satu ha bambu, misalnya, pada tahun keempat bakal menuai 2.000 batang senilai Rp60-juta.  Biaya perawatan juga sangat rendah.

Selain mebel dan bahan konstruksi, bambu juga berpeluang sebagai bahan papan semen,  papan partikel, dan bambu lapis. Papan semen sebagai lantai, plafon, atau dinding rumah terbuat dari campuran bambu dan semen. Rumah-rumah di Tiongkok lazim memanfaatkan papan semen. Menurut Sulastiningsih papan semen terdiri atas papan wol dan papan semen partikel. Papan wol adalah papan semen yang bentuk partikelnya berupa wol atau ekselsior atau seperti tersusun dari gulungan. Sedangkan partikel papan semen berupa selumbar, serutan, dan untai.

Papan semen lebih baik dibandingkan papan partikel karena lebih tahan terhadap cendawan, air, dan api. Selain itu papan semen juga tahan lama sehingga biaya pemeliharaan rumah lebih murah. PT Tripindo Patria di Jakarta memproduksi dan mengekspor papan semen untuk melayani permintaan pasar Jepang sejak 1989. Menurut manajer pemasaran Tripindo Patria, Verry Pranadjaja, masyarakat di Jepang, Taiwan, dan Korea memanfaatkan askaboard atau papan semen sebagai dinding, lantai, plafon, dan papan partisi.  Sayangnya, sejak gempa Jepang pada Maret 2011, permintaan terhenti sementara.

Menurut Verry permintaan papan semen akan meningkat kembali beberapa bulan mendatang. ‘Jepang sebagai pasar utama sudah terbiasa menggunakan papan semen karena tahan lapuk, tahan cendawan, tahan api, kedap suara, dan tidak menyerap sinar matahari (memantulkan) sehingga sangat awet dan ekonomis,’ kata Verry. Harga  papan semen berukuran 180 cm x 90 cm x 1,8 cm Rp150.000 per lembar. Selama ini Tripindo Patria memperoleh bahan baku dari perkebunan bambu di Subang, Jawa Barat. Perusahaan itu hanya memanfaatkan kulit bambu sebagai bahan papan semen; bagian dalam diolah menjadi pupuk organik. (Susirani Kusumaputri/Peliput: Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img