Wednesday, April 29, 2026

Parasit Darah Jauh Canis dari Caplak

Rekomendasi
- Advertisement -
Ras german sheeperd ketahanan rendah pada parasit darah. (Dok. Trubus)

Mencegah dan mengatasi parasit darah anjing

Trubus — Sinyal kematian bagi Sparta berupa keluar darah dari hidung, kaki kanan belakang bengkak, dan muncul titik merah di perut. Anjing belgian malinois jantan berumur 5 tahun itu meninggal karena terkena parasit darah Ehrlichia canis atau ehrlichiosis. Menurut pemilik Sparta, Bima Aryo di Kota Tangerang, Banten, gejala-gejala itu muncul sejak 23 Oktober 2019. Lima hari berselang, Sparta pergi untuk selamanya.

Menurut dokter hewan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, drh., Ifan Aria Munandar, parasit darah bisa menyebabkan kematian. Mekanismenya, anjing mengalami anemia kemudian mati. Parasit berkembang pada sel darah, sehingga menyebabkan sel darah pecah. “Secara kasat mata bisa melihat gusi hewan, normalnya merah muda berubah menjadi berwarna putih kekuningan jika terserang parasit,” kata Ifan.

Gigitan caplak

Ivan mengatakan, untuk memastikan hewan terserang parasit perlu pengecekan darah di laboratorium. Menurut dosen di Program Studi Kesehatan Hewan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Universitas Gadjah Mada, drh. Dela Ria Nesti, masa inkubasi parasit 7—21 hari. Mungkin saja selama masa inkubasi parasit tidak terdeteksi. Penularan penyakit ehrlichiosis pada anjing melalui gigitan kutu caplak.

Caplak bertindak sebagai vektor transmisi dari satu anjing ke anjing lainnya. Caplak jenis Rhipicephalus sanguineus sebagai vektor penyakit ehrlichiosis. Menurut Dela potensi serangan ehrlichiosis tidak mengenal musim. Contohnya di Klinik Hewan Jogja, 1—3 anjing terserang ehrlichiosis saban bulan. Artinya pasien positif ehrliciosis atau penyakit selalu ada di sepanjang tahun.

Penelitian Harrus S dan Wanner T, dari Koret School of Veterinary Medicine, The Hebrew University of Jerusalem, Israel, ehrliciosis menginfeksi semua jenis anjing. Namun, anjing german sheepherd atau gembala jerman lebih rentan, mengakibatkan morbiditas dan mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan ras anjing lain. Anjing ras sheltie atau atau anjing gembala shetland milik pehobi di Jakarta, Robert Irawan, mengalami masalah ehrlichiosis.

Kutu bisa bertahan 6 bulan tanpa inang. Robert kerap mengaplikasikan obat tetes kutu setiap bulan sebagai pencegahan. Pemakaian obat kutu 1—2 hari sesudah atau sebelum mandi. Membersihkan lingkungan rutin dengan obat kutu juga perlu untuk pencegahan. Menurut pelatih anjing ras belgian malinois di Kota Tangerang, Banten, Alex Chandra, pencegahan parasit darah dengan mengaplikasikan obat antikutu tiap pekan di kandang atau lingkungan.

Semprotkan obat antikutu di kandang pada pagi hari. Baru 3—4 jam kemudian, anjing Canis lupus boleh masuk kandang kembali. Pada sore hari, semprotkan kembali obat antikutu di kandang atau lingkungan. Tujuannya agar lingkungan dan hewan terbebas kutu.

“Setelah muncul gejala segera bawa ke dokter hewan,” kata pria yang sohor dengan julukan Master Alex Von Water itu. Lazimnya pengobatan dengan transfusi darah. Tujuannya agar darah terjangkit parasit diganti dengan darah baru. Penanganan tranfsusi darah pun harus memiliki golongan darah sama antara donor dan resepien. Menurut Bima tiap anjing berbeda kondisi saat menunjukkan gejala.

Pada kasus Sparta, baru menunjukkan gejala mimisan saat nilai trombosit 1.000 per mm3. Normalnya 200.000—500.000 per mm3. Klangenan lainnya ras belgian malinois bernama Anubis yang juga positif ehrlichiosis menunjukkan gejala mimisan saat nilai trombosit 121.000 per mm³. (Muhamad Fajar Ramadhan)


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This