Monday, August 8, 2022

Paruh Bengkok Pintar Atraksi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Burung african grey melakukan trik membawa barang, seperti bermain basket.
Burung african grey melakukan trik membawa barang, seperti bermain basket.

Burung paruh bengkok terampil melakukan berbagai macam aksi.

Muhammad Toha membuat isyarat agar bola itu dimasukkan ke dalam keranjang. Nuri abu-abu afrika langsung tanggap, mengangkat bola dengan paruhnya. Burung berumur setahun itu kemudian berjalan dan memasukkan bola ke keranjang. Pelatih burung itu kembali membuat gerakan isyarat memasukkan koin ke celengan. Nuri itu pun melakukan hal serupa, mengambil koin dengan paruh lalu memasukannya ke celengan.

Toha memberikan kuaci biji bunga matahari setiap kali nuri itu sukses melakukan gerakan yang diminta. Ia melatih burung nuri asal Afrika itu selama satu bulan di First Parrot—sekolah bagi burung paruh bengkok di Jakarta. Para pehobi “menyekolahkan” burung paruh bengkok agar piawai melakukan berbagai atraksi yang menghibur. Menurut Toha pada dasarnya semua hewan bisa dilatih untuk jinak dan melakukan berbagai aksi.

Muhammad Toha, pelatih burung paruh bengkok dari toko First Parrot.
Muhammad Toha, pelatih burung paruh bengkok dari toko First Parrot.

Pakan favorit
Menurut Rudiasfie Sjofinal paruh bengkok mampu melakukan berbagai atraksi karena cerdas. “Jenis parrot atau paruh bengkok termasuk 10 jenis hewan paling cerdas,” kata pehobi di Pondokbambu, Jakarta Timur, itu. Menurut Rudi Pelung, sapaan akrabnya, karakteristik paruh bengkok yang lebih suka berjalan dan bergelantungan daripada terbang menjadi alasan utama melatih paruh bengkok lebih mudah dibandingkan burung jenis lainnya.

Kaki dan paruh harus kuat karena saat melakukan trik menggunakan alat. Menurut Rudi syarat utama burung berlatih atraksi adalah jinak dan sudah biasa melihat manusia. “Jenis burung tidak terlalu berpengaruh terhadap sulit atau mudahnya burung dilatih. Yang menjadi masalah adalah latar belakang burung,” katanya. Burung liar atau hasil tangkapan alam menganggap manusia sebagai ancaman sehingga lebih sulit dilatih untuk atraksi.

Toha mengatakan untuk melatih paruh bengkok harus tercipta ikatan antara pelatih atau pemilik dengan satwa klangenannya. Burung paruh bengkok memiliki banyak kelebihan, di antaranya unsur estetika, memahami perintah, bisa bicara dan terbang. “Burung jenis paruh bengkok peliharaan yang komplet,” kata pelatih burung sejak 2008 itu. Beragam paruh bengkok seperti nuri, macaw, parkit, lovebird, dan kakatua bisa dilatih.

Burung paruh bengkok kategori kecil seperti lovebird pun bisa dilatih melakukan trik.
Burung paruh bengkok kategori kecil seperti lovebird pun bisa dilatih melakukan trik.

Namun, di antara berbagai jenis itu ada kecocokan untuk setiap atraksi. Burung jenis sun conure sementara macaw lebih piawai untuk kemampuan terbang. Jenis amazon dan afrika abu-abu untuk bicara, dan macaw dan lovebird untuk atraksi pertunjukan. “Sebetulnya semua jenis bisa untuk semua trik, hanya lebih ke kecocokan dan kemudahan saja,” kata Toha. Ia melatih dengan menggunakan gerakan isyarat dan berulang-ulang di hadapan burung. Burung kemudian mempratikkan hal itu.

Adaptasi
Selain itu Toha juga mengenalkan benda pada burung. “Terkadang burung lebih hafal benda yang dipakai ketika latihan, sehingga tidak mau melakukan trik jika bukan benda yang biasa dipakai,” katanya. Toha juga memperhatikan kebiasaan hewan. “Hewan pada dasarnya membutuhkan makanan, pasangan, dan kenyamanan. Itulah yang bisa dimanfaatkan dalam melatih hewan,” kata Toha.

Pemberian hadiah berupa pakan favorit setelah burung selesai melakukan trik.
Pemberian hadiah berupa pakan favorit setelah burung selesai melakukan trik.

Usai berlatih Toha selalu memberikan pakan favorit. “Kami tidak menerapkan siksaan pada hewan, semua murni karena kedekatan dengan hewan dan menciptakan ikatan saling membutuhkan,” kata Toha. Menurut Toha asal-usul burung mempengaruhi durasi belajar. Burung dari alam liar beradaptasi lebih lama, minimal sepekan. Adapun burung hasil tangkaran, bisa langsung berlatih.

Salah satu cara mengenal burung lebih dekat dengan mengetahui pakan favoritnya. Istilah itu dikenal dengan nama diet atau pengaturan pola makan sehingga nutrisi hewan terpenuhi. “Banyak yang salah arti bahwa diet yang dimaksud tidak memberikan pakan,” kata Toha. Ada kecenderungan burung paruh bengkok hanya mengonsumsi pakan yang disukainya. Dampaknya kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi.

Menurut Toha karakter setiap burung paruh bengkok itu berbeda meski satu jenis atau spesies. Oleh karena itu pakan favorit tiap burung pun berlainan. Menurut pelatih paruh bengkok asal Jakarta, Triono, juga melatih paruh bengkok melalui pakan. Triono memberikan pakan favorit sebagai imbalan setiap kali burung selesai melakukan trik. “Sama saja seperti memberikan imbalan pada anak-anak, jika burung menurut pada perintah beri hadiah berupa pakan favorit,” kata Triono.

Triono, pehobi burung paruh bengkok di Bogor, Jawa Barat.
Triono, pehobi burung paruh bengkok di Bogor, Jawa Barat.

Ukuran burung
Ukuran burung mempengaruhi proses belajar. Contohnya jenis paruh bengkok berukuran besar seperti macaw dan kakatua lebih mudah dilatih daripada jenis yang berukuran kecil. “Volume otak burung makin besar makin mudah dilatih, contohnya jenis macaw relatif lebih cepat paham perintah dibandingkan jenis lovebird,” kata Triono. Menurut Toha atraksi burung itu semula hanya menjinakkan dan melatih bicara untuk jenis paruh bengkok.

Namun, kini muncul berbagai macam trik lain, di antaranya mengambil barang, mengembalikan barang ke pelatih, dan terbang bebas lalu kembali ke pelatih. Harga burung yang mampu melakukan berbagai macam trik meningkat hingga dua kali lipat daripada biasa. Nuri abu-abu yang piawai menjalankan trik, misalnya, harganya mencapai Rp7-juta—Rp7,5-juta per ekor. Adapun burung sejenis yang tak terampil menjalankan trik hanya Rp5-juta per ekor.

Selain itu burung yang sudah melakukan trik, tidak mudah ketakutan saat bertemu manusia, stres berkurang, dan lebih interaktif. Toha menambahkan, pascapelatihan trik burung menjadi lebih riang dan rajin berbunyi. “Dibandingkan dengan hanya mendengarkan kaset, pelatihan trik justru merangsang burung lebih cepat berbunyi,” kata Toha. (Muhamad Fajar Ramadhan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img